Stabilitas Politik, Syarat Penting Untuk Keberlanjutan Jalannya Investasi

Stabilitas Politik, Syarat Penting Untuk Keberlanjutan Jalannya Investasi

“Dua hal masih ditunggu. Pertama, bagaimana penggunaan dana repatriasi pada periode sebelumnya, dan kedua, menanti kondisi situasi nasional pasca Pilkada DKI Jakarta,”

Stabilitas Politik, Syarat Penting Untuk Keberlanjutan Jalannya Investasi


Telegraf, Jakarta – Peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura akan dimanfaatkan secara optimal untuk mempererat hubungan bisnis dan ekonomi. Gelaran Indonesia Investment Week Singapore Chapter 2017 pada 13-15 Juli 2017 di Marina Bay Sands Singapore menjadi topik untuk memaksimalkan daya serap ekonomi internasional melalui arus kegiatan bisnis dan investasi di Indonesia.

Mendahului perhelatan itu, Selasa 14 Maret 2017 di ruang Auditorium Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri RI diluncurkan program inisiatif nasional 2017 disertai dialog terobosan pemasaran potensi daerah berdaya saing global. Acara ini menampilkan narasumber dari BKPM, Bappenas, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Duta Besar Indonesia untuk Singapura, serta Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo.

Dialog terobosan pemasaran ini juga menghadirkan para kepala daerah di Indonesia, beberapa duta besar negara sahabat, serta para pebisnis sebagai calon investor. Agenda ini dilakukan agar ada keselarasan komunikasi terkait dengan pemasaran potensi-potensi daerah di dunia internasional termauk dengan para kepala daerah yang paling mengetahui potensi-potensi daerah yang dipimpinnya.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan bahwa sebagian besar realisasi investasi ada di daerah, tidak di pusat. “Karena itu peran kepala daerah dalam mempromosikan potensi-potensi daerah yang dipimpinnya adalah penting untuk menarik investor,” kata Eko Sulistyo.

Eko menyebut beberapa hal penting terkait dengan investasi di daerah, antara lain hambatan-hambatan regulasi yang tak pro investasi harus dikaju ulang. Ia menggarisbawahi, para kepala daerah harus sigap memanfaatkan momentum Tahun Investasi 2017. “Stabilitas kondisi sosial politik menjadi hal penting untuk keberlanjutan investasi di Indonesia,” kata Eko.

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Azhar Lubis menegaskan bahwa investor membutuhkan data yang rinci serta sasaran negara yang akan dituju agar dapat tertarik menanamkan modalnya.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya menyatakan bahwa Indonesia menjadi tujuan utama investasi 2017 dengan banyak dana yang ingin direpatriasi, namun ada dua hal penting menjadi perhatian para investor ini. “Dua hal masih ditunggu. Pertama, bagaimana penggunaan dana repatriasi pada periode sebelumnya, dan kedua, menanti kondisi situasi nasional pasca Pilkada DKI Jakarta,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Tetap RI untuk ASEAN pada 2010-2013 itu. (Red)

Photo credit : Antara


KBI Telegraf

close