Soni : Proyek Rusun Ahok Kementerian PUPR Harus Lakukan Audit Lagi

Soni : Proyek Rusun Ahok Kementerian PUPR Harus Lakukan Audit Lagi

"Saya tidak bisa langsung tiba-tiba melanjutkan tanpa instrumen lain karena itu saya mengundang tim dari Kementerian PUPR untuk melakukan audit teknis dan memberikan second opinion sebagai dasar untuk setop atau lanjut,"

Soni : Proyek Rusun Ahok Kementerian PUPR Harus Lakukan Audit Lagi

Jakarta – Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengaudit lima proyek rumah susun program Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok, sebelumnya, menyetop sementara pembangunan lima proyek rusun itu dengan alasan pembangunan yang sudah berjalan menyalahi prosedur. Audit itu dilakukan untuk mendapatkan pendapat dari Kementerian PUPR mengenai kelanjutan dari proyek rusun yang disetop Ahok.

“Saya tidak bisa langsung tiba-tiba melanjutkan tanpa instrumen lain karena itu saya mengundang tim dari Kementerian PUPR untuk melakukan audit teknis dan memberikan second opinion sebagai dasar untuk setop atau lanjut,” kata Soni, sapaan Sumarsono, pada Senin (7/11).

Soni mengaku sudah menghubungi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk bisa melakukan audit segera, sehingga dalam satu minggu sudah mendapatkan jawaban. “Sudah kemarin malam jam 11.45 WIB karena saya telepon kebetulan kan teman,” ujar Soni

Soni menilai proyek itu penting untuk dilanjutkan, karena ada 11.000  orang yang menunggu agar bisa pindah ke rusun. Jika tak dilanjutkan, orang-orang itu akan menunggu lebih lama. Sementara di sisi lain, jika pembangunan tetap dilanjutkan akan berdampak terhadap kualitas bangunan.

Soni beranggapan pendapat dari Kementerian PUPR akan lebih objektif dan netral dalam menyelesaikan perkara ini. “Makanya lebih baik kami ambil second opinion dari PU, supaya lebih objektif dan netral. Ketika indikasinya positif ya lanjut, kalau enggak postitif ya kami setop permanen,” tutur Soni.

Soni sudah memantau pembangunan Rusun Rawa Bebek dan Marunda, dua dari lima proyek rusun yang dihentikan, Sabtu lalu (5/11). Soni menyebut pengerjaan proyek rusun itu hampir mencapai 57 persen. Dia juga menerima laporan tiga rusun lainnya juga masih sekitar 50 persen.

Permasalahan lain, kata Soni, adalah waktu yang tersisa untuk menyelesaikan proyek tersebut hanya sekitar satu setengah bulan. Proyek itu terikat kontrak dan akan berakhir pada 15 Desember mendatang.

Lima rusun yang dihentikan Ahok itu adalah Rusun Cakung Barat sebanyak 200 unit dibangun oleh PT Padimun Golden; Rusun di Jalan Bekasi Km 2 sebanyak 300 unit dibangun oleh PT Padimun Golden; Rusun Lokbin sebanyak 245 unit oleh PT Marlanco; Rusun Marunda 300 unit dibangun oleh PT Ganiko Adiperkasa; dan Rusun Rawa Bebek 400 unit oleh PT Permata Dwi Lestari.

Ahok menghentikan proyek rusun itu karena kontraktor tidak kompeten mengerjakan tugasnya. Ahok menilai, mereka bekerja tidak mengikuti Standar Operasi Prosedur (SOP) sehingga terpaksa dicoret yang berdampak pada keterlambatan pembangunan. (Ist)

Foto : Soni Sumarsono beserta staff pada saat melakukan kunjungan sidak rusun yang mangkrak. | Telegraf Photo/Atur Sulityanto

KBI Telegraf

close