Soni Angkat Bicara Soal DPT dan Adanya Indikasi Kejahatan Penyebab Banjir

"Secara prinsip, DPT tambahan plus mereka yang gak masuk di DPT tambahan gak bisa nyoblos tapi punya Suket silahkan daftar ulang. Saya sebagia Plt tidak mengingingkan ada satu warga yang kehilangan hak politiknya untuk memilih,"

Soni Angkat Bicara Soal DPT dan Adanya Indikasi Kejahatan Penyebab Banjir


Telegraf, Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki temuan sampah kabel di gorong-gorong sepanjang Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Jakarta Selatan.

Sampah kabel tersebut saat ini ada di Jalan Gatot Subroto, namun jika nantinya ditemukan di lokasi lain, Sumarsono menilai bahwa terkait hal tersebut ada indikasi kejahatan serius, terlebih pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang menangani masalah banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini.

“Itu soal serius, apapun juga mentalitas untuk masukan sampah ke gorong-gorong, saya kritik mereka tidak peduli dengan Jakarta dan itu ada niat jahat dibelakangnya,” kata Sumarsono di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/3/2017).

“Waktu kita berusaha keras menaggulangi banjir kok orang pada menyumbat gorong-gorong supaya banjir,” ungkap Soni, panggilan akrab Sumarsono.

Soni pun menduga subkontraktor PLN sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sampah kabel tersebut. Ia pun meminta Pemprov agar segera berkoordinasi dengan PLN untuk mengklarifikasi temuan sampah kabel yang berada di seputar gorong-gorong di Gatsu tersebut.

“Tapi kemungkinan besar kerjaan ini, mungkin ya, jaringan mungkin bukan PLN langsung, kadang sub kontraktor. Saya harap hari ini bisa koordinasi dengan PLN untuk minta klarifikasi,” tegasnya.

Diketahui di Jalan Gatot Subroto sempat tergenang setelah hujan deras pada Kamis (02/03/2017) petang. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Kuningan Barat dan petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menyusuri gorong-gorong di depan Wisma Mulia.

Mereka juga menyusuri gorong-gorong depan Gedung Jamsostek. Hasilnya, mereka kembali menemukan kelupasan kulit kabel yang menyebabkan jalan protokol tersebut terendam oleh genangan air.

Setelah melakukan rutinitas pagi di Balaikota seperti biasa, Soni pun siang ini berencana melakukan rapat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta untuk memastikan, bahwa tidak akan ada warga DKI yang kehilangan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 putaran kedua mendatang.

Soni ini akan mengupayakan DPT tambahan termasuk warga yang tidak ada dalam DPT tambahan bisa menggunakan hak pilihnya. Warga yang tidak terdaftar dalam DPT nantinya saat hari pencoblosan menyerahkan e-KTP atau Surat keterangan (Suket) kepada petugas TPS.

“Namun mereka harus menggunakan hak suaranya sesuai dengan alamat tinggal masing-masing. Setelah itu, petugas TPS akan mengecek kebenaran e-KTP atau Suket tersebut.” kata Soni.

“Secara prinsip, DPT tambahan plus mereka yang gak masuk di DPT tambahan gak bisa nyoblos tapi punya Suket silahkan daftar ulang. Saya sebagia Plt tidak mengingingkan ada satu warga yang kehilangan hak politiknya untuk memilih,” ucap Soni.

Langkah konkretnya, Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan membantu KPUD dengan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah warga (door to door) untuk melakukan perekaman data.  Termasuk membenahi 56 ribu rekaman KTP di DKI yang masuk, namun mereka belum bisa diverifikasi.

“Kami akan door to door untuk lakukan perekaman angka. Kita tekan dari 56 ribu sampai sekecil-kecilnya. Karena itulah kami rapat dukcapil se DKI. Saya serius dari apartemen ke apartemen. Kalaupun belum ada e-KTP kita terbitkan surat keterangan untuk memilih,” tandasnya.

Salah satu alasannya, karena ada warga yang tinggal di apartemen yang tidak ada saat ditemui. Selain itu penduduk yang tergusur dari bantaran-bantaran sungai. (Red)

Photo credit : Telegraf/Koeshondo W. Widjojo


KBI Telegraf

close