Situasi Banyak Melahirkan Sosok Pemimpin

Situasi Banyak Melahirkan Sosok Pemimpin

"Siapa sangka dalam pergulatan tahun 1945, orang banyak mengatakan Tan Malaka. Tapi kenapa Sukarno yang jadi pemimpin bersama Hatta?"

Situasi Banyak Melahirkan Sosok Pemimpin


Telegraf, Jakarta – Seorang pemimpin memang sebetulnya tidak pernah dilahirkan. Selama ini, justru situasi yang terkadang melahirkan pemimpin. Hal itu disampaikan Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo.

“Siapa sangka dalam pergulatan tahun 1945, orang banyak mengatakan Tan Malaka. Tapi kenapa Sukarno yang jadi pemimpin bersama Hatta?” kata Eko dalam Seminar Nasional bertajuk “Mencari Pemimpin yang Bersih dan Bijaksana” di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Sabtu (02/02/19).

Menurut Eko, Sutan Sjahrir pernah meminta Tan Malaka mengecek langsung ke rakyat kala itu. Tan Malaka akhirnya berkeliling Pulau Jawa dan mencoba membandingkan dirinya dengan Sukarno. Mungkin, lanjut Eko, ini pertama kali survei popularitas dilakukan di Tanah Air.

“Ternyata, penerimaan masyarakat rendah (terhadap Tan Malaka). Tan Malaka kemudian mengatakan, Sukarno dan Hatta yang akan menjadi pemimpin. Kemudian pada 1965, siapa yang mengira Pak Harto (Soeharto) akan menjadi pemimpin,” ujar Eko.

Seusai peristiwa pemberontakan G30S/PKI, Eko menuturkan, publik menggadang-gadang Jenderal AH Nasution sebagai pemimpin bangsa. “Namun, kemudian yang menjadi pemimpin Soeharto. Semua ini dalam konteks sejarah, saya lihat ada struktur situasi yang menyebabkan orang menjadi pemimpin,” tutur Eko.

Eko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga kategori pemimpin yang diciptakan oleh situasi. Eko mengungkapkan, Jokowi berasal dari Solo, Jawa Tengah (Jateng). Majalah The Economist, menurut Eko, menyebut Jokowi orang biasa, bahkan pedagang kecil yang lahir di pinggir kali.

“Jokowi bukan siapa-siapa. Tidak memimpin parpol. Orang yang ada di sektor wali kota, kemudian gubernur, kemudian maju sebagai capres (calon presiden), dan kemudian dipilih oleh masyarakat,” ucap Eko. (Red)


Photo Credit : Presiden Joko Widodo. Etienne Oliveau/Getty Images

KBI Telegraf

close