Siapa Yang Kembali Memimpin IAI 2018-2022? Berikut Sosoknya

‘’Saat ini pembangunan ksehatan difokuskan pada 3 masalah kesehatan prioritas. Pertama percepatan pengobatan tuberculosisi melalui penjangkauan kasus yang belum terdeteksi, meningkatkan kepatuhan pengobatan tbc dan penanganan resistensi terhadao obat tbc, kedua menangani masalah stunting (tubuh pendek) melalui penanganan gizi yang cukup, ketiga cakupan imunisasi dan penguatan surveilans atas penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi"

Siapa Yang Kembali Memimpin IAI 2018-2022? Berikut Sosoknya


Telegraf, Jakarta – Setelah merebut 19 suara dari 34 suara yang masuk dalam konggres XX dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT), Nurul Falah Eddy Pariang, akhirnya menjabat kembali memimpin Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Ia mengalahkan Jamaludin Al J Efendi, Ketua PD Jawa Tengah yang memperoleh 15 suara. hadir dalam agenda tersebut Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Maura Linda Sitanggang.

Kongres yang di gelar 4 tahun sekali ini dilakukan untuk pemilihan kepengurusan yang baru, dimana pada konggres sebelumnya yaitu konggres ke XIX pemimpin terpilih juga sebagai ketua umum dengan masa kepengurusan berakhir pad 20 April 2018 dan kini kembali terpilih untuk kedua kalinya.

Selain pemilihan Ketua Umum dalam koggres juga diadakan kegiatan seperti workshop dan simposium158 topik presentasi oral dan 64 poster ilmiah, serta p ameran kesehatan yang diikuti oleh sejumlah industri kesehatan, Kementerian Kesehatan dan BPOM.

Related image

Menteri Kesehatan (Menkes) berhalangan hadir yang di wakuli oleh pengiriman video dalam menyampaikan sambutannya, dimana dalam video tersebut Menteri Kesehatan menyampaikan harapannya agar apoteker memiliki peran yang lebih besar lagi dalam pembangunan kesehatan, yaitu melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pendekatan keluarga melalui Permenkes no 36 tahun 2016 yaitu mendorong akses pelayanan kesehatan komprehensif kepada setiap warga negara Indonesia.

‘’Saat ini pembangunan ksehatan difokuskan pada 3 masalah kesehatan prioritas. Pertama percepatan pengobatan tuberculosisi melalui penjangkauan kasus yang belum terdeteksi, meningkatkan kepatuhan pengobatan tbc dan penanganan resistensi terhadao obat tbc, kedua menangani masalah stunting (tubuh pendek) melalui penanganan gizi yang cukup, ketiga cakupan imunisasi dan penguatan surveilans atas penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi,” ungkap Menkes.

Menkes minta agar apoteker dapat mengoptimalikan peranan dalam mengatasi tiga masalah kesehatan prioritas tersebut. Keterlibatan melalui informasi dan edukasi pengobatan tbc dan pemantauant erapi obat guna mencegah resistensi obat, menjamin ketersediaan abat, vaksin dan menjamin kemanan vaksin, juga melakukan praktek kefarmasian yang profesional dan bertanggungjawab. (Red)

Baca Juga :   Anies: Kondisi Covid-19 Jakarta Mengkhawatirkan

Photo Credit : Nurul Falah EP Kembali Memimpin IAI 2018-2022. File/Dok/Ist. Photo

Atti K.

close