Siapa Saja Anggota DPR Yang Terima Aliran Dana E-KTP? Ini Sebut Nazaruddin

Siapa Saja Anggota DPR Yang Terima Aliran Dana E-KTP? Ini Sebut Nazaruddin

"Kemudian saudara mengetahui Andi Agustinus memberikan uang ke anggota DPR terkait anggaran. Saudara menyebutkan ada nama Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar, Arief Wibowo, kemudian Khatibul Umam Winaru, Mustokoweni, Ignatius Mulyono, Taufik Effendi, Teguh Juwarno, Melchias Marcus Mekeng. Saudara ini jangan sampai ada fitnah, benar enggak?"

Siapa Saja Anggota DPR Yang Terima Aliran Dana E-KTP? Ini Sebut Nazaruddin


Telegraf, Jakarta – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), M Nazaruddin bersikukuh dengan kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan nama sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 menerima aliran dana dari proyek e-KTP. Sikap Nazaruddin ini ditunjukkan saat bersaksi di sidang perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/02/2018).

Hakim Emilia Djajasubagia mulanya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nazaruddin yang menyebut nama sejumlah anggota DPR penerima uang dari proyek e-KTP. Dalam BAP itu, Nazaruddin mengaku mengetahui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong telah memberikan uang kepada sejumlah anggota DPR. Beberapa nama itu diantaranya mantan pimpinan Komisi II DPR, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar, dan lainnya. Usai membacakan BAP ini, Hakim Emilia pun mengonfirmasinya kepada Nazaruddin.

“Kemudian saudara mengetahui Andi Agustinus memberikan uang ke anggota DPR terkait anggaran. Saudara menyebutkan ada nama Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar, Arief Wibowo, kemudian Khatibul Umam Winaru, Mustokoweni, Ignatius Mulyono, Taufik Effendi, Teguh Juwarno, Melchias Marcus Mekeng. Saudara ini jangan sampai ada fitnah, benar enggak?” kata hakim Emilia.

Menjawab pertanyaan ini, Nazaruddin menyatakan, nama-nama tersebut terdapat dalam catatannya.

“Catatannya seperti itu yang mulia,” jawab Nazaruddin.

“Kok bisa rinci, ada jumlahnya semua?” cecar hakim Emilia.

“Iya, yang memberikan si Andi Narogong sama bu Mustokoweni,” timpal Nazaruddin.

Nazaruddin mengaku tak seluruh pembagian uang kepada anggota DPR ini dilihatnya secara langsung. Nazar mengklaim hanya menerima laporan dari Andi Narogong dan mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, (alm) Mustokoweni. Nazaruddin mengklaim hanya menerima langsung aliran dana proyek e-KTP untuk Fraksi Demokrat.

“Yang porsinya Fraksi Demokrat diterima (langsung),” tutur Nazaruddin.

“Saudara tetap dengan keterangan seperti itu?” tegas hakim Emilia.

“Tetap yang mulia,” jawab Nazaruddin.

Hakim lainnya, Anwar pun mengonfirmasi BAP Nazaruddin lainnya. Dalam BAP yang dibacakan Anwar, Nazaruddin menyebut mantan Ketua Banggar dari Fraksi Golkar, Melchias Mekeng menerima US$ 1,4 juta.

“Ini baru satu, belum yang lain seperti ini, nomor 3, Melchias Marcus Mekeng, selaku ketua badan anggaran menerima uang sekitar US$ 1,4 juta, dengan rincian sebesar US$ 400.000 diterima oleh Mekeng, sebesar US$ 600.000 diserahkan kepada Ade Komarudin selaku Sekretaris Fraksi Golkar, ada pun penyerahan dilakukan di lantai 12 ruangan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto. Saya mengetahui dari Andi Agustinus alias Andi Narogong. Bagaimana?” tanya hakim Anwar.

Menjawab hal ini, Nazaruddin menegaskan mengetahui mengenai aliran dana ini berdasarkan penjelasan Andi Narogong.
“Andi yang cerita yang mulia. Di BAP kan jelas,” jawab Nazaruddin.

Dalam sidang sebelumnya Andi mengaku tak mengurus pembagian uang kepada anggota DPR. Anwar pun menantang Nazaruddin untuk dikonfrontasi mengenai aliran dana e-KTP ini dengan Andi Narogong yang telah menjadi terpidana kasus e-KTP.

“Bagaimana kalau Anda dikonfrontir dengan Andi nanti?” tanya Anwar.

“Iya siap,” jawab Nazaruddin.

Dalam surat dakwaan dan tuntutan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto terdapat sejumlah pihak baik dari unsur DPR maupun pejabat Kemdagri yang turut kecipratan aliran dana dari korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Beberapa penerima itu di antaranya, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi; Diah Anggraini; Drajat Wisnu Setyawan; mantan pimpinan Komisi II DPR seperti Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar, dan beberapa anggota Komisi II lainnya, seperti Yasonna H Laoly, Markus Nari, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, hingga Miryam S Haryani.

Tak hanya itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR saat proyek e-KTP bergulir seperti Tamsil Linrung hingga Mirwan Amir juga disebut menikmati uang dari proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut. Bahkan Ade Komarudin yang saat itu menjabat Sekretaris Fraksi Golkar dan Ketua DPR saat proyek e-KTP bergulir, Marzuki Alie juga disebut kecipratan uang dari proyek itu. (Red)


Photo Credit : Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), M Nazaruddin bersikukuh dengan kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan nama sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 menerima aliran dana dari proyek e-KTP. Antara

KBI Telegraf

close