Shinzo Abe dan Barak Obama Napak Tilas Bersama ke Pearl Harbour

"Saya mengucapkan bela sungkawa yang tulus dan sedalam-dalamnya bagi jiwa orang-orang yang meninggal di sini, juga pada arwah orang-orang yang nyawanya direnggut di tempat ini,"

Shinzo Abe dan Barak Obama Napak Tilas Bersama ke Pearl Harbour

Telegraf, Amerika Serikat – Dalam kunjungan simbolisnya ke Pearl Harbor, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji tidak akan memulai peperangan lagi.

Abe mengunjungi pangkalan angkatan laut Amerika Serikat yang pernah dibombardir negaranya itu bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam rangka menghormati korban Perang Dunia II.

“Kita tidak boleh mengulangi kengerian perang lagi. Ini adalah janji tulus yang telah kami, warga Jepang, teguhkan,” kata Abe sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (28/12).

Pasukan Jepang menyerang Pearl Harbor dengan pesawat-pesawat tempur, memporak-porandakan armada perang yang bersandang di sana, 1941 silam. Saat itu, negeri matahari terbit ingin menghancurkan kekuatan AS di Pasifik.

“Saya mengucapkan bela sungkawa yang tulus dan sedalam-dalamnya bagi jiwa orang-orang yang meninggal di sini, juga pada arwah orang-orang yang nyawanya direnggut di tempat ini,” ujar Abe.

Namun, dia tidak meminta maaf atas serangan itu. Permintaan maaf adalah langkah yang sudah pasti ditentang para pendukung konservatifnya.

“Kunjungan ke Pearl Harbor ini dilakukan untuk menghormati jiwa yang melayang karena perang, bukan untuk meminta maaf,” kata Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga dalam konferensi pers di Tokyo.

Walau demikian, Obama menyebut langkah yang dilakukan Abe sebagai tindakan “historis” yang merupakan “pengingat bahwa luka paling dalam akibat perang sekalipun bisa berbuah pertemanan dan kedamaian.”

Abe menjadi perdana menteri Jepang pertama yang mengunjungi Memorial USS Arizona, di atas puing-puing kapal yang tenggelam di sana.

Dua pemimpin negara itu, Abe dan Obama, berdiri dengan khidmat di depan dinding di mana nama-nama korban meninggal dunia dalam serangan itu dituliskan. Mereka juga menyimpan rangkaian bunga dan mengheningkan cipta.

“Mengenang, Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang,” tertulis di salah satu ujung rangkaian bunga itu, sementara pada ujung lainnya tertulis “Mengenang, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat.” (Red)

Photo credit : Getty Images/Chung Sung-Jun


Tanggapi Artikel