Setnov Dari Kursi Ketua DPR Hingga Terbaring Lemas di Kasur RS Premier

"Saya ada juga fotonya, yah kan sakit kan masa orang sudah sakit begitu (berbohong). Kalian persepsikan sendiri. Saya terima foto itu dari salah satu pengurus Golkar Jabar,"

Setnov Dari Kursi Ketua DPR Hingga Terbaring Lemas di Kasur RS Premier


Telegraf, Jakarta – Sedang hangat saat ini, yaitu soal beredarnya foto ketua DPR RI Setya Novanto yang tengah berbaring di tempat tidur rumah sakit. Ia dipasangi alat bantu pernafasan dan tangannya dipasangi infus dan terbaring diranjang rumah sakit Premier Jatinegara.

Sementara itu ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku telah melihat foto Setnov panggilan akrab politikus asal Golkar tersebut yang dikabarkan sedang menjalani keteterasi jantung.

Setnov hingga kini masih dilaporkan menjalani perawatan di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, dalam foto yang beredar luas pada Rabu, (27/09/2017), Setnov terlihat sedang berbaring lemas dengan mengenakan kaos putih dan setengah tubuhnya tertutupi oleh selimut dan tubuhnya terpasangi oleh alat bantu kedokteran.

Sejumlah peralatan medis hingga elektrokardiograf atau alat ukur detak jantung nampak terlihat di sisi kiri ranjang Setnov. Dalam foto itu pun terlihat Setnov tengah ditemani sang istri, Deisti Astriani Tagor.

Pihak keluarga pernah mengungkap penyakit dialami Setnov. Menurut kakak Setnov, Setyo Lelono, perawatan demi perawatan dijalani adiknya, termasuk menggunakan Calsium score. Ini dikarenakan vertigo yang semakin sakit di kepalanya, yang disebabkan oleh sinusitis di bagian hidung.

Dikabarkan sebelumnya jika Setnov telah melapor ke KPK sedang dalam keadaan sakit dan tidak bisa menghadiri panggilan pada 11 September lalu.

KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka dalam pusaran kasus e-KTP. Ia diduga terlibat dan berperan dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran hingga pengadaan barang dan jasa melalui tersangka lain, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Saat itu Setnov pada saat proyek masih berjalan, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR. Megaproyek pengadaan e-KTP tersebut dinyatakan telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari total nilai proyek sekitar Rp 5,9 triliun.

Namun sebelumnya, Setnov sendiri pernah membantah bahwa dirinya tidak menerima aliran dana dari kasus korupsi e-KTP menyusul penetapannya sebagai tersangka, ia mengatakan sudah ada bantahan dari tersangka yang menyebut dia tidak menerima aliran dana tersebut.

Baca Juga :   Anies: Kondisi Covid-19 Jakarta Mengkhawatirkan

Sementara itu dikabarkan ketua harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid enggan menanggapi dan berkomentar banyak mengenai beredarnya foto Ketua Umum DPP Partai Golkar itu yang sedang menjalani perawatan. Dia hanya memastikan bahwa dalam foto itu benar Setnov sedang berada di rumah sakit Premier Jatinegara.

“Kalau ruangan itu, ruangan di situ di (RS) Premiere karena pernah saya juga ke situ. Saya baru sampai dari Sulawesi Selatan jadi belum komunikasi sama beliau (Setnov),” ungkap Nurdin, Rabu, (27/09/2017).

Namun ada yang janggal dari foto tersebut yang tampak dari alat pemantau detak jantung dari Novanto. Alat itu harusnya memantau gerakan detak jantung dengan digambarkan garis dan naik turun tetapi dalam foto itu garis yang seharusnya naik turun malah terlihat garis lurus yang biasanya tidak menunjukkan bahwa seseorang itu hidup.

Nurdin pun kembali tidak mau berkomentar banyak juga mengenai kejanggalan dalam foto tersebut. Dia menyerahkan pada masyarakat untuk menilainya sendiri soal kebenaran foto tersebut.

“Saya ada juga fotonya, yah kan sakit kan masa orang sudah sakit begitu (berbohong). Kalian persepsikan sendiri. Saya terima foto itu dari salah satu pengurus Golkar Jabar,” terangnya. (Red)

Photo Credit : Ist. Photo


 

KBI Telegraf

close