Setelah Mengalami Penurunan Laba Yang Sangat Signifikan Bank BTN Targetkan Laba Rp3 Triliun Di Tahun 2020

"Dengan adanya dua hal yaitu penyesuaian kuantibilitas, persiapan implementasi (PSAk) 71 dan juga meningkatnya cosh of fun kita di tahun 2019 memang mengalami penurunan"

Setelah Mengalami Penurunan Laba Yang Sangat Signifikan Bank BTN Targetkan Laba Rp3 Triliun Di Tahun 2020

Telegraf, Jakarta – Laba bersih PT Bank Tabungan Negara pada Desember 2019 sebesar Rp209 milyar, jika dibandingkan dengan waktu yang sama tahun 2018 yang tercatat Rp 2,81 triliun, ini berarti bank BTN mengalami penurinan yang cukup signifikan sebesar yaitu sebesar 92,55 persen.

“Dengan adanya dua hal yaitu penyesuaian kuantibilitas, persiapan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 dan juga meningkatnya cosh of fun kita di tahun 2019 memang mengalami penurunan,” ungkap Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury, dalam Media Briefing & Lunch di Kantor Cabang Bank BTN Cawang di Jakarta, Senin (17/2).

Pahala mengungkapkan tahun 2019 memang merupakan tahun yang tidak mudah bagi Bank BTN, ada beberapa hal di tahun 2019 adalah tahun yg menantang, terutama terkait dengan liquiditas dan persaingan di perbankan di Indonesia serta di dukung dengan perkembangan ekonomi global yang tidak pasti.

“Dengan mereflesikan hal tersebut kita berharap kita sudah menyusun rencana kerja, untuk di tahun 2020 Bank BTN justru akan bisa memiliki kinerja kita akan lebih baik dibanding tahun tahun sebelumnya,” tutur Pahala.

Untuk melaju di 2020, ujar Pahala, Bank BTN juga telah mencanangkan berbagai varian strategi. Apalagi, peluang bisnis bagi perseroan masih terbuka lebar. “Kami optimistis target laba Rp3 triliun pada tahun ini akan tercapai karena didukung pondasi bisnis yang kuat dan lebih hati-hati serta potensi bisnis yang masih besar,” ujar Pahala

Lanjut Pahala pondasi bisnis perseroan masih kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 17,32% pada Desember 2019 atau berada di atas ambang batas sebesar 14%. Pahala melanjutkan, rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) Bank BTN juga masih kuat. LCR perseroan tercatat sebesar 136,31% di Desember 2019.

Baca Juga :   Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Pada Akhir Tahun 2020 pada Posissi Rp15.000 Per Dolar AS

Selain itu juga Bank BTN masih terus fokus di sektor perumahan, “Dengan fokus di sektor perumahan, market share untuk KPR itu masih terbesar untuk kredit KPR dengan total pasar kita 40 persen di segmen yang subsidi di angka 91% dan kita punya kontribusi dari sektor perumahan,” beber Pahala. (AK)


Photo Credit : Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury (mengunakan kemeja putih) sebelum melakulan media brefing di kantornya di Jakarta, Senin (17/2)/TELEGRAF


Tanggapi Artikel