Setelah Mangkrak Puluhan Tahun, Jokowi Akhirnya Resmikan Tol Becakayu

Setelah Mangkrak Puluhan Tahun, Jokowi Akhirnya Resmikan Tol Becakayu

"Bagaimana mangkrak lagi, wong ini mulai besok dipakai. Jalan Tol Becakayu ini merupakan jawaban atas kebutuhan yang mendesak untuk memperlancar arus lalu lintas Bekasi-Jakarta yang selama ini selalu identik dengan kemacetan,"

Setelah Mangkrak Puluhan Tahun, Jokowi Akhirnya Resmikan Tol Becakayu


Telegraf, Jakarta – Setelah mangkrak hampir sekitar 21 tahun, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1B dan 1C, Cipinang Melayu (Jakarta Timur)-Jakasampurna (Bekasi Barat) sepanjang kurang lebih 8 kilometer (km), Jumat (03/11/2017) pagi, akhirnya diresmikan pengoperasiannya oleh Jokowi

Prosesi peresmian ditandai dengan dibunyikannya sirine dan penandatanganan prasasti. Kemudian Presiden Jokowi dengan didampingi oleh sejumlah pejabat terkait antara lain, Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimujono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubuernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Dengan diresmikannya jalan tol tersebut, Jokowi meyakini akan mengurai kemacetan yang telah bertahun-tahun ada. “Nantinya pembangunan jalan tol ini akan diteruskan ke Tambun (Bekasi)”. Ucap Jokowi.

“Nanti akan diteruskan sehingga akses dari Jakarta menuju ke Bekasi itu akan semakin lancar,” kata Jokowi kepada media usai peresmian Jalan Tol Becakayu Seksi 1B dan 1C.

Jokowi meresmikan pengoperasian sebagian jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), yang diharapkan akan mempermudah akses warga Bekasi dan sekitarnya menuju Jakarta dan sebaliknya.

“Ini akan dilanjutkan ke Bekasi dan Tambun sehingga akses dari Bekasi ke Jakarta akan semakin mudah,” katanya

“Proyek Jalan Tol Becakayu ini sudah berhenti selama 21 tahun karena Surat Perintah Kerja ini sudah diberikan sejak tahun 1996,” katanya.

Ketika ditanya bagaimana agar proyek seksi lain agar tidak mangkrak, Jokowi mengatakan, “Bagaimana mangkrak lagi, wong ini mulai besok dipakai”.

“Ini langsung dipakai supaya perusahaan juga segera mendapatkan pemasukan sehingga tol yang lain juga bisa dikerjakan pembangunannya,” katanya.

Tol Becakayu dibangun dan dioperasikan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) yang sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road (98,97 persen) dan PT Jasa Marga Tbk (1,03 persen).

Sejak PT Waskita Toll Road mengakuisisi KKDM pada 2014, pengerjaan ruas Tol Becakayu mengalami perkembangan signifikan.

Jalan layang yang membentang dari Tambun dan Bekasi hingga Kampung Melayu sepanjang 23,76 kilometer itu bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Direktur Utama KKDM Herwidiakto mengatakan tol Becakayu dibangun dan dikerjakan secara bertahap yaitu Seksi I sepanjang 11,9 kilometer, Seksi II sepanjang 4,1 kilometer dan seksi III sepanjang 7,8 kilometer.

“Jalan Tol Becakayu ini merupakan jawaban atas kebutuhan yang mendesak untuk memperlancar arus lalu lintas Bekasi-Jakarta yang selama ini selalu identik dengan kemacetan,” katanya.

Kehadiran Tol Becakayu diyakini akan menambah kapasitas dan pilihan para pengguna jalan, serta membuat jarak tempuh perjalanan menjadi jauh lebih cepat. Apabila selama ini waktu tempuh dari Kota Bekasi menuju Jakarta sekitar 2 jam perjalanan, dengan dioperasikannya Tol Becakayu diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.

Sementara jarak tempuh dari Bekasi ke Kampung Melayu diperkirakan bisa dilalui dalam waktu 30 menit. Tol Becakayu juga akan meningkatkan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik menuju Karawang, Cibitung, dan Bandung, karena kendaraan tidak perlu lagi melewati tengah kota. Tapi bisa langsung melalui Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Untuk sementara, pengguna jalan tol Becakayu tidak dipungut biaya alias gratis karena besaran tarif masih dalam pembahasan pihak terkait. (Red)

Photo Credit : AGG


KBI Telegraf

close