Setelah 9 Tahun Perundinga IA-CEPA  Ditandatangani

"Hal ini merupakan hasil positif, karena berarti seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia tidak dikenakan bea masuk"

Setelah 9 Tahun Perundinga IA-CEPA  Ditandatangani

Telegraf, Jakarta – Indonesia-Australia Comprehensive Economic Patnership Agreement (IA-CEPA) yang di wakili Kementrian Perdagangan Engartiasto Lukita  dan  Menteri Perdagangan Australia Hon Simon  lakukan MOU setelah 9 tahun berunding dalam rangka kerjasama perdagangan dan investasi yang sudah 9 tahun berjalan.

Perjanjian ini bertujuan untuk keimitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang (termasuk langkah-langkah non-tarif, aturan asal, prosedur bea cukai, fasilitasi perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi, hambatan teknis untuk perdagangan), perdagangan jasa (termasuk layanan profesional, layanan keuangan, layanan telekomunikasi, dan perpindahan orang perorangan), perdagangan elektronik, investasi, kerja sama ekonomi, persaingan, dan ketentuan hukum, ungkap Enggar dalam sambutannya.

Hal ini merupakan hasil positif, karena berarti seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia tidak dikenakan bea masuk,”  kata Enggar.

Kemendag menjelaskan produk-produk Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya adalah produk otomotif, khususnya mobil listrik dan hibrid. IA-CEPA memberikan persyaratan kualifikasi  konten lokal (QVC) yang lebih mudah untuk kendaraan listrik dan hibrid asal Indonesia dibandingkan negara lainnya.

Enggar berharap  dengan perjanjian IA-CEPA  industri otomotif Indonesia lebih berdaya saing dalam mengekspor  kendaraan listrik dan hibrid ke Australia. Selain itu, produk Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya yaitu kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik.

Selain itu Enggar mengatakan di sektor perdagangan jasa, Indonesia akan mendapatkan akses pasar perdagangan jasa di Australia, antara lain kenaikan kuota visa kerja dan liburan, yaitu dari 1000 visa menjadi 4100 visa di tahun pertama implementasi IA-CEPA dan akan meningkat sebesar 5 persen di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, Jamsyar dan 13 LK Kerjasama Dengan Dukcapil Dalam Pemanfaatan NIK

Untuk diketahui  total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat US $ 8,6 miliar pada tahun 2018. Ekspor utama Indonesia ke Australia termasuk minyak bumi, furnitur, ban, panel diSplay, dan alas kaki, sedangkan impor utama Indonesia dari Australia termasuk gandum, minyak bumi, ternak hidup, batubara, dan gula mentah. Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia melaporkan bahwa total investasi dari Australia ke Indonesia pada tahun 2018 mencapai US$ 597 juta. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat begitu Perjanjian mulai berlaku. (Red)


Photo Credit :  Setelah 9 Tahun Perundinga IA-CEPA  Ditandatangani


Share



Komentar Anda