Sertifikasi Halal MUI diharapkan Dapat Dongkrak Perekonomian Indonesia

"LPPOMUI kedepan dapat mengawal sertifikasi halal bagaimana mengawal kedepan sertifikasi halal menjadi baik. dan sertifikasi indonesia bisa memiliki kekuatan yang bisa mendongkrak perekonomian ina, karena sh ini jangan sipakai atau bisa berdampak sebagai dalam tanda petik seolah olah nanti mempersulit perusahan terutamaa umkm"

Sertifikasi Halal MUI diharapkan Dapat Dongkrak Perekonomian Indonesia

Telegraf, Jakarta – Dalm rangka lPercepatan Proses Industrialisasi Produk Halal di Indonesia Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) berikan penghargaan perusahan yang sudah bersertifikasi halal MUI.

“LPPOMUI kedepan dapat mengawal sertifikasi halal bagaimana mengawal kedepan sertifikasi halal menjadi baik. dan sertifikasi indonesia bisa memiliki kekuatan yang bisa mendongkrak perekonomian ina, karena sh ini jangan sipakai atau bisa berdampak sebagai dalam tanda petik seolah olah nanti mempersulit perusahan terutamaa umkm,” hal itu diungkapkan oleh Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, pada agenda media gathering yang dilakukan melalui webinar Senin, (29/6).

Lukmanul hakim juga mengatakan tugas LPPOM MUI mendorong bagaimana halal itu menjadi materi keunggulan bersaing produk produk halal Indonesia, selain juga menjadi materi perlindungan konsumen muslim.

Lukmanul hakim juga menekankan bahwa sertifikasi halal bukan hanya sebagai customer requirement, melainkan juga sebagai competitive advantage. Hal ini diharapkan dapat mendorong produk halal di industri pasar halal global dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. mengatakan bahwa mutu sudah menjadi hal yang tidak asing dalam dunia global. Dengan label halal, mutu produk sudah terjamin aman dan ramah lingkungan. Sementara bagi pelaku usaha, label halal menjadi keunggulan produk.

“Produk yang telah memperoleh sertifikat halal bisa dibilang berada lebih atas dari produk lainnya. Dengan mengantongi sertifikat halal, artinya suatu produk sudah sesuai dengan kriteria sistem jaminan halal yang dipersyaratkan oleh LPPOM MUI. Bahkan lebih jauh lagi, telah memenuhi standar Uni Emirate Arab (UEA). Sehingga selama berlakunya sertifikat halal, produk tersebut terbebas dari kontaminasi bahan non halal dan najis,” kata Zainut.

Baca Juga :   Perketat Ruang Pinjaman Online Tanpa Ijin OJK Gandeng Polri Untuk Penangananya

Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengapresiasi kepada sejumlah pelaku usaha yang konsisten dalam implementasi SJH dengan sangat baik, antara lain:

1. Kategori Pangan Olahan: Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

2. Kategori Kosmetik: Martina Berto Tbk.

3. Kategori Obat dan Suplemen: PT Inertia Utama

4. Kategori Restoran: PT Rekso Nasional Food

5. Kategori Catering: Rumah Sakit Premier Jatinegara

6. Kategori Jasa: PT HAVI Indonesia

7. Kategori Flavor/Fragrance: PT Firmenich Indonesia

8. Kategori Rumah Potong Hewan (RPH) / Rumah Potong Ayam (RPA): PT Charoen Pokphand Indonesia

9. Kategori UMKM: CV Malika Khatulistiwa Dayana Abadi

10. Kategori Lain-Lain: PT Capsugel Indonesia. (AK)


Credit Photo : Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si, dalam agenda media gathering yang dilakukan melalui webinar Senin, (29/6)/telegraf


Tanggapi Artikel