Sementara Ahok Jalani Sidang, Djarot Pun Pimpin Doa Bersama

Sementara Ahok Jalani Sidang, Djarot Pun Pimpin Doa Bersama

“Bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pak Basuki dan kita semua tapi lebih dari itu yakni dipertanggungjawabkan ke Allah yang maha esa,”

Sementara Ahok Jalani Sidang, Djarot Pun Pimpin Doa Bersama


Telegraf, Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) tengah menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Terkait hal itu, Djarot Saiful Hidayat mengumpulkan para pendukung Basuki-Djarot di Rumah Lembang untuk mendoakan agar proses persidangan kasus tersebut berjalan lancar.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-muDo’a yang sekaligus dirangkaikan dengan dzikir bersama ini dipimpin langsung oleh Ustad Taufik Damas. Djarot mengatakan, Do’a dan dzikir bersama ini diharapkan bisa mengetuk hati nurani hakim dan jaksa sehingga memutuskan kasus tersebut sesuai prosedur hukum.

“Kita berdoa, berdizikir memohon kepada Allah agar kita semua, para hakim, jaksa, diberikan cahaya yang terang, pikiran terang benderang untuk memproses kasus dugaan penistaan agama,” kata Djarot dikutip dari merdeka.com, Selasa (20/12).

Djarot juga berharap, para hakim dan jaksa tidak terpengaruh dengan intervensi dari berbagai pihak yang menghendaki Ahok dinyatakan bersalah.

“Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Jangan takut intimidasi oleh siapa pun. Kita punya hati nurani. Semoga hakim dan jaksa diberikan kekuatan nurani untuk menyampaikan yang hak adalah hak, yang bathil adalah bathil,” ujarnya.

Djarot menambahkan, pendukung Basuki-Djarot selalu menerima apa pun keputusan akhir dari kasus tersebut. Meskipun nantinya Ahok dinyatakan bersalah. Namun, Djarot mengingatkan kepada hakim dan jaksa agar tak memanipulasi keputusan akhir.

Menurut Djarot, keputusan yang akan diambil para hakim dan jaksa tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia namun juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada pak Basuki dan kita semua tapi lebih dari itu yakni dipertanggungjawabkan ke Allah yang maha esa,” tukas Djarot. (Red)

Photo credit : Antara


KBI Telegraf

close