Sebarkan Hoax PKI, Guru SMA Ditangkap Polisi

”Akun Facebook milik pelaku bermuatan diskriminasi ras dan etnis dan atau ujaran kebencian dan permusuhan terhadap individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA),”

Sebarkan Hoax PKI, Guru SMA Ditangkap Polisi


Telegraf, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap pelaku penyebaran berita bohong (hoax). Kali ini yang diciduk adalah pelaku yang mengunggah berita bohong soal 15 juta anggota PKI yang dipersenjatai untuk membantai para ulama.

Pelaku yang berinisial RPH itu ditangkap Selasa (20/02/2018) sekitar pukul 01.00 WIB di Rangkas Bitung, Lebak, Banten. Berita dan informasi bohong (hoax) tersebut ia sebarkan melalui akun media sosialnya yaitu lewat akun facebook si pelaku.

”Akun Facebook milik pelaku bermuatan diskriminasi ras dan etnis dan atau ujaran kebencian dan permusuhan terhadap individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA),” kata Polri Brigjen Fadil Imran, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim di Jakarta, Rabu (21/02/2018).

Dari tangan pelaku, barang bukti yang berhasil disita adalah satu handphone, sim card, dan akun Facebook dengan nama Ragil Hartajo.

Atas perbuatan tersebut pelaku ditahan. Dia dijerat dengan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (Red)


Photo Credit : Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap pelaku penyebaran berita bohong (hoax). Antara/Yudhi Mahatma

KBI Telegraf

close