Satgas Covid-19 Tidak Akan Memberikan Toleransi Pada Keramaian Pilkada

"Satgas Penanganan Covid-19 tak bisa mentolerir aktivitas politik di masa pandemi yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadinya penularan,"

Satgas Covid-19 Tidak Akan Memberikan Toleransi Pada Keramaian Pilkada

Telegraf – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito menegaskan, tidak akan memberikan toleransi untuk kegiatan aktivitas politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 yang menimbulkan keramaian karena dapat berpotensi menjadi klaster baru bagi penyebaran Covid-19.

Wiku mengungkapkan, penjaminan protokol kesehatan saat penyelenggaraan pilkada, sudah tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non alam Covid-19 dan PKPU 10/2020.

Berdasarkan aturan tersebut, lanjut Wiku, protokol kesehatan saat pelaksanaan pilkada akan dilakukan dengan ketat dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Penjaminan pelaksanaan protokol kesehatan selama Pilkada ini telah ditetapkan melalui peraturan KPU nomor 6 dan 10 tahun 2020, dimana keterlibatan baik pelaksana langsung seperti KPU dan badan pengawasnya seperti Bawaslu serta perizinan Satgas dan dinas Kesehatan setempat serta pengawasan dari bantuan tenaga ketahanan dan keamanan ini dilakukan dengan ketat,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/09/2020).

“Satgas Penanganan Covid-19 tak bisa mentolerir aktivitas politik di masa pandemi yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadinya penularan,” tegasnya.

“Kami tidak bisa mentoleransi terjadinya aktivitas politik yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi peningkatan penularan,” jelasnya.

Aktivitas politik di masa pandemi, tambah Wiku, dipersilakan selama tak menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadi penularan. Imbauan ini dilakukan karena sudah menjadi tugas Satgas menjaga keselamatan bangsa Indonesia dari Covid-19.

“Kami harus betul-betul menjaga keselamatan bangsa ini dari Covid. Aktivitas politik dalam pilkada silakan dilakukan selama tidak menimbulkan kerumunan dan potensi penularan,” terangnya.

Ia mengharapkan setiap kegiatan yang menimbulkan potensi penularan Covid-19 harus dihindari. “Setiap kematian, setiap korban adalah hal yang harus kita hindari apapun kegiatannya,” ujarnya.


Photo Credit: Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. FILE/BNPB

 

Edo W.