Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sarapan Nasi Jagung, Tiwul dan Bothok Bareng Warga Lereng Lawu, Ganjar: Ingatkan Masa Kecil
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Sarapan Nasi Jagung, Tiwul dan Bothok Bareng Warga Lereng Lawu, Ganjar: Ingatkan Masa Kecil

Didik Fitrianto Jumat, 19 Januari 2024 | 09:07 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Pagi buta ibu-ibu desa Kauman Kecamatan Plaosan Magetan sudah berkumpul di rumah Sardi, Jumat (19/01/2024) bareng Ganjar Pranowo. FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Pagi buta ibu-ibu desa Kauman Kecamatan Plaosan Magetan sudah berkumpul di rumah Sardi, Jumat (19/01/2024). Udara dingin Lereng Lawu tak menyurutkan semangat ibu-ibu itu untuk meracik bumbu dan memasak sarapan bagi tamu spesial yang menginap di desanya malam itu. Ganjar Pranowo.

Kehebohan terjadi saat ibu-ibu memasak nasi jagung, tiwul, bothok, gudangan, ikan asin, ayam goreng dan telur rebus. Mereka begitu cekatan agar saat Ganjar bangun, sarapan sudah dihidangkan.

Namun Ganjar yang bangun pagi untuk salat subuh memergoki ibu-ibu yang sedang masak itu. Ia menyempatkan menyapa dan melihat masakan yang sedang disiapkan.

“Masak nopo bu? wah kok heboh banget,” sapa Ganjar.

“Niki nyiapke sarapan kagem bapak, niki masakan ndeso pak,” ucap mereka kompak.

Cuaca mulai terang meski mentari tak memancarkan sinarnya karena tertutup kabut cukup tebal, rumah Sardi sudah dipenuhi warga. Ratusan warga ingin menyapa Ganjar sekaligus ingin sarapan bersama.

Mereka langsung masuk dan duduk lesehan di rumah Sardi. Di depan mereka, sudah tertata aneka makanan yang disajikan. Begitu Ganjar keluar kamar, mereka langsung menyambut dengan senyuman.

“Monggo sarapan pak, sareng-sareng warga (mari sarapan pak, bareng-bareng warga)” sapa Sardi.

Ganjar kemudian duduk bersila dan sarapan bareng warga. Ia mengambil nasi putih sedikit, nasi tiwul dan nasi jagung kemudian memakannya dengan lauk bothok, ikan asin serta gudangan.

“Wah ini enak tenan, saya jadi ingat saat kecil dulu makanannya ya seperti ini. Saya kan sama-sama putra Gunung Lawu, jadi makanannya sama. Bothok ini enak tenan,” ucap Ganjar.

Sampai sekarang Ganjar masih suka makan makanan dari desanya. Khususnya bothok, ia sering meminta saudaranya mengirimkan ke Jakarta.

“Kalau kangen bothok, saya minta saudara kirim. Soalnya bothok seperti ini hanya ada di Lawu,” ucapnya.

Ganjar dan warga kemudian sarapan bareng dengan penuh canda tawa. Beberapa ibu-ibu datang membawa anaknya dan langsung nglendot ke Ganjar. Ganjar juga sempat menggendong bayi yang baru berusia beberapa bulan sambil menimangnya.

“Pak Ganjar itu selalu bikin meleleh. Sudah dekat dengan rakyat, mau menginap di rumah warga, sarapan bareng dan dekat sama anak kecil. Itu lho bayinya saja nyaman sekali digendong pak Ganjar. Beliau emang tulus,” ucap Nuryanti (40), salah satu warga.

Usai sarapan dan ngobrol bersama, Ganjar kemudian berpamitan. Ia mengucapkan terimakasih pada Sardi dan keluarga serta warga Kauman yang sudah mengizinkan ia menginap di sana.

“Maturnuwun bapak ibu saya sudah diizinkan menginap di sini. Ngapunten mpun ngrepoti nggih (maaf sudah merepotkan). Kulo nderek pamit, ajeng nglanjutke keliling (saya pamit mau melanjutkan perjalanan keliling). Sehat-sehat nggih bapak ibu. Assalamualaikum,” ucap Ganjar berpamitan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Photo Credit: Penjual rokok asongan. REUTERS
Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal
Waktu Baca 2 Menit
Armada truk yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara Pertamina meninggalkan depo Plumpang di Jakarta Utara. (FILE/JP))
Mulai Maret 2026 Pertamina Siap Pasok Solar ke SPBU Swasta
Waktu Baca 5 Menit
Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Pemerintah dinilai perlu memprioritaskan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor UMKM bisa memberikan efek berganda atau multiplier effect kepada masyarakat, termasuk dalam menciptakan permintaan. VOI/Angga Nugraha
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan Untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Waktu Baca 3 Menit

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Humaniora

Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta

Waktu Baca 3 Menit
Peta fungsi lahan daerah Tamambaloh (data dari Sangga Bumi Lestari)
Humaniora

Masyarakat Tamambaloh Menolak Sawit: Ancaman di Hulu Sungai Embaloh Makin Nyata

Waktu Baca 6 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?