Santri Diminta Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Kebhinekaan NKRI

Santri Diminta Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Kebhinekaan NKRI

"Para santrilah yang bahu membahu ikut mendorong kemerdekaan, dan ikut mempertahankannya, misalnya melalui Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang diserukan oleh KH Hasyim Asya'ri,"

Santri Diminta Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Kebhinekaan NKRI

Telegraf, Jakarta – Jaringan Alumni Pesantren untuk Indonesia Raya (Japri) menggelar silaturahmi dan tabligh ke Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya, Jakarta, Minggu (7/11). Silaturahmi itu dalam rangka menciptakan suasana Jakarta yang damai menjelang Pilkada DKI Jakarta

Koordinator Japri, Yayan Sopyani Abdul Hadi, mengatakan, peran santri dalam membentuk, memperjuangkan, serta mempertahankan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat besar.

“Para santrilah yang bahu membahu ikut mendorong kemerdekaan, dan ikut mempertahankannya, misalnya melalui Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang diserukan oleh KH Hasyim Asya’ri,” kata Yayan di Jakarta, Minggu (6/11).

“Kelompok santri juga ikut terlibat dalam sidang perumusan Pancasila dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),” tambahnya.

Dikatakan, Bung Karno juga seorang pemikir Islam Nusantara yang berkemajuan dan sangat progressif. Bung Karno, lanjutnya, yang sempat belajar agama kepada HOS Tjokcoaminoto dan berkorespondensi dengan A. Hasan, menggelorakan Api Islam yaitu ajaran Islam yang substansial.

“Tokoh santri lain Mochammad Natsir, ikut mempertahankan NKRI melalui mosi integralnya,” ujar Yayan.

Para santri juga bertugas menjaga NKRI dan merawat Keindonesian. Pancasila harus dijaga bersama sebagai warisan dan hasil diskusi panjang, yang melibatkan para santri dan ulama di dalamnya.

“Menghadapi Pilkada Jakarta ini, kita harus juga ikut menjaga suasana damai. Jakarta damai yang Pancasialis, serta tidak melakukan diskiriminasi apapun. Jakarta itu, sebagaimana Indonesia, satu untuk semua dan semua untuk satu,” tuntasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Uchwah, KH Marsudi Syuhud mengatakan, bahwa pemilik saham Indonesia adalah para santri dan ulama, serta organisasi-organisasi Islam yang sudah ada sejak zaman Kemerdekaan.

Ditambahkan, organisasi Islam inilah yang ikut mengeluarkan darah dan keringat untuk memperebutkan dan mempertahankan NKRI. “Kita harus waspadai kelompok ormas pendatang baru, yang tak tahu sejarah perjuangan ini,” pungkasnya. (Red)

Foto : Perayaan hari Santri Nasional di lapangan Monumen Nasional. | Telegraf Photo/Koeshondo.W.W.

KBI Telegraf

close