Samsung di Gandeng Alfacart Jelang Shopping Festival Berikan Penawaran Khusus

Samsung di Gandeng Alfacart Jelang Shopping Festival Berikan Penawaran Khusus

"Kerjasama dengan Samsung merupakan salah satu komitmen kami dalam mewujudkan tujuan tersebut,”

Samsung di Gandeng Alfacart Jelang Shopping Festival Berikan Penawaran Khusus

Telegraf, Jakarta – Belanja online menjadi salah satu tren tersendiri bagi masyarakat. Selain tidak banyak membuang waktu, belanja online juga dianggap lebih praktis. Namun saat ini, perilaku belanja online masih banyak dilakukan untuk membeli kebutuhan sandang dan elektronik saja. Sedangkan kebutuhan sehari hari, masyarakat masih memilih untuk melakukan belanja secara offline.

Menyambut Shopping Festival, Alfacart menggandeng Samsung untuk memberikan pengalaman belanja yang baru. Mendorong perilaku belanja kebutuhan sehari hari melalui e-commerce, Alfacart melakukan penawaran khusus dengan menghadiahkan produk Samsung Elektronic untuk setiap pembelian kebutuhan sehari hari melalui Alfacart selama setahun.

Langkah ini sekaligus menjadi dukungan Alfacart terhadap target pemerintah untuk menjadikan ekonomi digital sebagai penopang ekonomi utama. Salah satunya dengan menargetkan transasi e commerce di tahun 2020 sebesar US$ 130 miliar.

“Kami sebagai salah satu aktor utama dalam industri e commerce mendukung terwujudnya target pemerintah dalam menjadikan e commerce sebagai sumber pendapatan nasional. Oleh sebab itu, kami terus menghadirkan layanan inovatif agar masyarakat Indonesia semakin berminat pada belanja Online. Kerjasama dengan Samsung merupakan salah satu komitmen kami dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart.com.

Kerja sama ini juga disambut oleh Direktur Marketing Samsung Elektronik Indonesia, Jo Semindang. Pasalnya penetrasi kepemilikan home appliance di Indonesia masih tergolong rendah. Dengan mengawinkan paket kebutuhan sehari hari dan kebutuhan elektronik akan memudahkan kepemilikan home appliance.

“Berdasarkan laporan dari Euromonitor, penetrasi home appliance di Indonesia masih rendah. Angkanya hanya 33%. dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 90%. Oleh karena itu, melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan akses lebih mudah pada konsumen. Terutama untuk kepemilikan alat alat rumah tangga,” ujar Jo. (Red)

KBI Telegraf

close