Sampah Sayang Lagu Teranyar Dari Titiek Puspa Untuk Negeri

"Prosesnya agak lama karena terbentur dengan kondisi saya yang sakit, dan menentukan waktu dengan Diaan AGP sebagai komposer lagunya, selama 6 kali revisi akhirnya terwujudlah lagu ini"

Sampah Sayang Lagu Teranyar Dari Titiek Puspa Untuk Negeri

Telegraf, Jakarta – Satu pesan Sang Maha Suci, Buat manusia di Bumi ini, Cintai alam dan segala isinya, tetapi ada satu yang belum di cinta. Adalah cuplikan lirik dalam lagu terbaru karya Titiek Puspa, penyanyi legendaris yang masih terus berkarya.

Bersama ratusan musisi lintas generasi dalam mewujudkan sebuah lagu yang berisikan pesan moral untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya dalam mengelola sampah, dari diri sendiri maupun untuk lingkungan.

“Prosesnya agak lama karena terbentur dengan kondisi saya yang sakit, dan menentukan waktu dengan Dian HP sebagai komposer lagunya, selama 6 kali revisi akhirnya terwujudlah lagu ini,” ungkap Titiek Puspa usai konfrensi pers di lokasi shooting, di Cijantung, Jakarta.

Eyang Titiek nama yang biasa disebutkan membuat lagu itu adalah apa yang ada dalam hati, yang dituangkan dalam lirik sehingga menjadi sebuat untaian lagu.

Lagu “Sampah Sayang” ini lahir karena prihatin melihat banyaknya sampah yang sudah dihasilkan oleh kita tetapi tidak bisa berbuat banyak dengan sampah tersebut.

Eyang Titiek mengungkapkan sampah juga yang berada dialam, karena pesan tuhan adalah “kan tuhan bilang cintailah alam dengan segala isinya. Sampah itu segala isinya juga yang buat manusia lagi, tapi tidak disayang,” tuturnya.

Karena gak disayang maka sampah berbuat semaunya, seperti bau, membuat banjir dan bahkan dapat merusak ekosisitem di dalam laut, yang sudah banyak contoh terlihat, banjir misalkan, sebagian besar banjir yang ada di alam Indonesia adalah diakibatkan oleh sampah.

“Karena sampah tidak disayang nah itu adalah menjadi sesuatu, apa yang dikatakan suatu dosa karena dia menyianyiakan, sehingga dia (sampah) berbuat semaunya dia, dia bikin bau dia bikin penyakit dia bikin menyumbat sungai dan sebagaianya,” tutur Eyang Titiek.

Baca Juga  Band Baru Dari Garut Dengan "Seisi Hati"

 

Lagu ini dibuat untuk menyadarkan manusia akan kebersihan, karena kebersihan itu sebagian daripada iman, dan kecerobohan akan membuat malang, dan lagu ini adalah sebagai pengingat untuk para generasi muda.

“Saya sebagai ibu yang mempunyai anak, dan cucuku serta cicit, bangsaku itu nanti kalau saya sudah mati, akan lebih banyak lagi yang akan menempati tanah yang tadinya diberi sama Tuhan yang indah, alam yang indah semerbak bersinar matahari, sungai yang jernih tanah yang subur ini menjadi rusak karena siapa? anda anda ini,” kata Eyang Titiek.

Untuk diketahui 120 penyanyi  bergabung mengkampanyekan kebersihan melalui lagu ciptaan Eyang Titiek, penyanyi tersebut antara lain, Yura Yunita, Audrey dan Cantika GAC, Yuni Sara, Titi DJ, Syahrini, Ita Purnama Sari, Titi Sandora, Dewi Gita, Inul Daratista, Renny Djajoesman, Iis Sugianto serta masih banyak lagi, yang membanggakan seluruh penyanyinya adalah perempuan untuk itu disebutnya “Pengabdian Perempuan Indonesia”. (Red)


Credit Photo : Eyang Titiek Puspa dalam Konfrensi pers “Sampah Sayang” di Lapangan Tembak Ksatria Cijantung, Jakarta/telegraf


Share



Komentar Anda