Sambut Era Industri 4.0 LPPOM MUI Kenalkan Cerol v3.0

"Semua peningkatan tersebut merupakan kesiapan LPPOM MUI dalam menghadapi pemberlakuan Undang- undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) pada Oktober 2019 mendatang"

Sambut Era Industri 4.0 LPPOM MUI Kenalkan Cerol v3.0

Telegraf, Jakarta – Aplikasi sistem sertifikasi Halal online Cerol SS23000 v3.0 sudah mulai diperkenalkan awal tahun 2019 berbarengan dengan milad LPPOM MUI ke-30.

Pengembangan Cerol versi baru tersebut dilakukan untuk menyambut tantangan era industri 4.0 yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisien kerja. Cerol v3.0 banyak terdapat keunggulan seperti tampilan yang ramah terhadap pengguna dan tingkat keamanan lebih bagus.

“Semua peningkatan tersebut merupakan kesiapan LPPOM MUI dalam menghadapi pemberlakuan Undang- undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) pada Oktober 2019 mendatang,” ungkap Direktur LPPOM MUI Dr. Lukmanul Hakim, M.Si. saat berbincang bersama jurnalis di Jakarta.

Lukman pangilan akrab Direktur LPPOM MUI menjelaskan pembenahan dan peningkatan sistem sertifikasi halal ini dimaksudkan untuk meningkatkan layanan diberbagai bidang sesuai standar yang berlaku baik dalam negeri maupun dunia.

Dihadapan 16 perusahaan antaralain perusahaan pengelola restoran, pengolahan, kosmetik asosiasi hingga logistik yang telah menerapkan Cerol sebelumnya Cerol v3.0 diperkenalkan.

“Sejalan dengan meningkatkan sertifikasi halal online LPPOM MUI juga meningkatkan standarisasi laboratorium Halal. Kehadiran laboratorium Halal cabang Cikarang dan Cikande ini diharapkan dapat mengakomodasi para pelaku industri Halal yang membutuhkan layanan laboratorium yang cepat akurat dan efisien serta terakreditasi, sehingga hasil analisisnya bisa di pertanggungjawabkan bahkan ditangung gugatkan,” tutur Lukman, Senin (27/5).

Urgensi bagi LPPOM MUI dalam menjalankan lembaga sertifikasi sesuai standar dunia seperti akreditasi skema Uni Emirat Arab (UEA) agar produk nasional Indonesia bisa lebih mudah menembus pasar halal dunia khususnya UEA sebagai halal hub di kawasan Timur Tengah.

Untuk diketahui Berdasarkan tindak lanjut hasil rapat Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 24 April 2019, diputuskan bahwa LPPOM MUI berhak mendapatkan akreditasi penambahan ruang lingkup Rumah Potong Hewan (RPH) dan lingkup skema Uni Emirat Arab (UEA) S.2055-2.2016 dari lembaga akreditasi tersebut.

Baca Juga :   Terkait Laporan Rekayasa Penyiraman Dirinya, Novel Baswedan: Enggak Penting

Dengan diperolehnya akreditasi penambahan, maka LPPOM MUI berhak menggunakan simbol akreditasi atau pernyataan akreditasi oleh KAN di ruang lingkup RPH dan sesuai dengan skema standar UEA. (Red)


Credit Photo : Direktur LPPOM MUI Dr. Lukmanul Hakim, M.Si. saat berbinjang dwngan media di Jakarta (berbaju putih)/telegraf




Komentar Anda