Saham Meta Dijual Zuckerberg Usai Melonjak Naik 172 Persen

Oleh : Edo W.

Telegraf – CEO Meta Mark Zuckerberg menjual saham Meta Platform Inc. untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, setelah nilainya melonjak naik signifikan hingga 172 persen pada akhir November 2023.

Zuckerberg menjual 682 ribu saham senilai 185 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,8 triliun pada bulan November melalui rencana perdagangan dari yayasan amal miliknya, dikutip dari Bloomberg melalui yahoo finance (04/12). Aksi itu merupakan kali pertama Zuckerberg menjual saham Meta dalam dua tahun terakhir, tepatnya sejak November 2021 lalu.

Sementara itu, harga saham Meta telah melonjak naik hingga 172 persen tahun ini, mengungguli semua perusahaan teknologi besar AS, selain Nvidia Corp. Hal ini juga membantu Zuckerberg untuk menunjang aktivitasnya di luar bisnis Meta (modal ventura, penelitian ilmiah, dan investasi lainnya).

Secara teratur, blok saham Meta telah turun selama 10 tahun terakhir. Namun, Zuckerberg tidak menjual satu pun saham Meta miliknya pada tahun 2022 dan menyebabkan Meta berada di posisi terburuk sejak tahun 2012.

Kini, harga saham Meta telah mendekati rekor tertingginya sejak tahun 2021, ketika Zuckerberg dan yayasan amalnya Chan Zuckerberg Initiative menjual lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp15,4 triliun saham perusahaan yang berbasis di Menlo Park, Amerika Serikat. Zuckerberg juga masih memegang 13 persen kepemilikan saham di Meta hingga saat ini.

Sebelumnya, Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan telah berjanji untuk mengalokasikan 99 persen kekayaan mereka untuk tujuan filantropis atau amal, seperti mempromosikan kesetaraan dan penyembuhan penyakit. Lebih dari setengah penjualan saham Meta baru-baru ini berasal dari saham yang dikelola oleh yayasan amal mereka.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close