Saham BCA Diborong Oleh Asing Seharga Rp409,9 Miliar

“Pergerakan tahunannya lebih lambat dari tahun lalu Februari 2020. Ini mengindikasikan bahwa dampak pandemi masih membayangi perekonomian, tidak hanya di Indonesia tetapi juga diberbagai negara,”

Saham BCA Diborong Oleh Asing Seharga Rp409,9 Miliar


Telegraf – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada sesi I di lantai bursa perdagangan Senin (01/03/2021) seiring dengan rilis data inflasi dan masuknya investor asing.

Pada pukul 11.30 tercatat IHSG naik 1,09 persen atau 68,04 poin menjadi 6.309,83. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.261,56-6.314,84. Terpantau 292 saham menguat, 154 saham koreksi, dan 174 saham stagnan. Total transaksi 7,71 triliun, dengan net buy asing Rp119,66 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi paling banyak diborong asing dengan net buy Rp409,9 miliar. Saham BBCA pun naik 4,02 persen menuju Rp34.900. Di posisi kedua saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) diborong asing dengan net buy Rp17,1 miliar. Saham BBNI pun naik 3,78 persen menuju Rp6.175.

Sementara itu, saham Astra Internasional Tbk. (ASII) dijual asing dengan net sell Rp104,5 miliar. Namun saham ASII masih naik 2,78 persen di angka Rp5.550.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara tahunan, inflasi pada Januari 2021 tercatat sebesar 1,38 persen (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi tahun kalender sebesar 0,36 persen.

“Pergerakan tahunannya lebih lambat dari tahun lalu Februari 2020. Ini mengindikasikan bahwa dampak pandemi masih membayangi perekonomian, tidak hanya di Indonesia tetapi juga diberbagai negara,” katanya dalam konferensi pers virtual, (01/03/2021).

Baca Juga :   BSI Rambah Pembiayaan Otomotif

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan pergerakan IHSG pada awal Maret terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar jelang rilis data inflasi.

“Inflasi yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG,” tulis William dalam risetnya hari ini.

“Potensi tekanan terhadap IHSG dalam jangka pendek masih cukup besar. Momentum koreksi wajar pun masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian. Pada hari ini Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.202-6.318,” terangnya.

Pada akhir perdagangan pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dengan 0,76 persen atau 47,85 poin ke level 6.241,80.


Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta

 

Shan Santi

close