RUPSLB Menyetujui Indra Falatehan sebagai Direktur Utama Mengantikan Achmad K. Permana

Oleh : Atti K.
Gedung Bank Muamalat

Telegraf – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui Indra Falatehan sebagai direktur utama yang baru menggantikan Achmad K. Permana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada dewan komisaris dan direksi periode sebelumnya atas kontribusinya kepada Bank Muamalat selama ini dan kami mendoakan kesuksesan untuk bapak sekalian. Kami juga mengucapkan selamat bergabung kepada dewan komisaris dan direksi yang baru. Mari bersama-sama membangun Bank Muamalat agar terus menjadi kontributor utama industri keuangan syariah di Tanah Air,” ungkap Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah.

Lanjutnya Bank Muamalat juga berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan syariah yang lengkap dan mudah dijangkau oleh masyarakat melalui produk dan layanan yang dimiliki. Strategi ini didukung oleh penambahan fitur digital banking serta mengoptimalkan platform yang telah tersedia untuk meningkatkan penghimpunan dana dan transaksi nasabah, termasuk didalamnya mengoptimalkan digitalisasi penyelenggaraan haji dan umrah yang sejalan dengan BPKH selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Berikut susunan pengurus perseroan setelah RUPSLB adalah sebagai berikut:
Dewan Pengawas Syariah
Ketua : Sholahudin Al Aiyub
Anggota : Siti Haniatunnissa
Anggota : Agung Danarto

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen : Mardiasmo
Komisaris Independen : Suwarta
Komisaris Independen : Sartono
Komisaris Independen : Amin Said Husni
Komisaris : Andre Mirza Hartawan

Direksi
Direktur Utama : Indra Falatehan
Direktur Kepatuhan : Karno
Direktur : Hery Syafril
Direktur : Suhendar
Direktur : Wahyu Avianto

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close