Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Pandemi, JNE Gandeng Wahyoo

Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Pandemi, JNE Gandeng Wahyoo

“Dari data yang kami terima, akibat Covid-19 ini menjadikan hampir 50 persen mitra kami mengalami penurunan pendapatan. Salah satu alasannya karena mereka memiliki warung disekitaran perkantoran, sehingga saat orang kerja dari rumah (WFH),"

Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Pandemi, JNE Gandeng Wahyoo


Masa Pandemi membuat manusia terus berputar otak mengasah kreatifitas dengan sarana dan prasarana yang sedang berkembang selama ini, Pandemin Covid-19 tidak hanya menyerang Indonesia negara di berbagai belahan dunia pun terjangkit, yang mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi tersendat.

JNE perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian tergerak hati untuk membantu sesama yang paling terdampak Pandemi Covid-19. Hal ini juga mendukung pemerintah dalam turut serta membantu usaha mikro kecil menengan agar tidak gulung tikar.

“Bukan sebuah waktu yang mudah, dari awal Januari kita di hadapi dengan banjir dan awal maret tiba tiba kita harus mengalami pandemi corono semua lini industri harus mengencangkan ikat pingang yang berefek pada PHK dimana mana dan yang paling vital yang berdampak pada kebutuhan pokok,” ungkap M. Feriadi, Presiden Direktur JNE dalam konfrensi pera melalui Webinar di Jakarta, Jumat (10/7).

Feriadi menerangkan dimasa pandemi ini kebutuhan pangan itu menjadi krusial baik makanan yang belum jadi, hinga pengirimannya, hingga makanan JNE menemukan aplikasi yang sangat kreatif dalam optimalisasi di titik warteg dengan nama wahyoo.

Melalui program #RantangHatiJNE nekerjasama dengan wahyoo sekaligus dalam rangka HUT DKI Jakarta ke-493. Makan Gratis untuk Semua, yang dibagikan ke masyarakat yang tersebar di Jakarta dengan memberdayaka 100 mitra wahyoo.

“Upaya memerangi dampak Covid-19 harus dilakukan dengan kerjasama dan gotong royong. Sebelumnya JNE mendukung pihak pemerintah di DKI Jakarta dan Jawa Barat, serta pihak-pihak lainnya. Kali ini JNE berkolaborasi bersama Wahyoo, bukan hanya sebatas membantu memberi bantuan pangan untuk masyarakat yang terdampak pandemi, tapi juga diharapkan bermanfaat bagi mitra-mitra Wahyoo sebagai penyedia bantuan pangan yang dibagikan,” kata Feriadi.

Hal serupa dikatakan Peter Shearer, Founder dan CEO Wahyoo Group mengatakan hampir selama masa pandemi masyarakat yang bekerja dikantoran bekerja di rumah sehingga toko makan yang berada dekat di pusat pusat perkantoran nyaria tidak ada pembeli dan kami mencari solusi dengan mengisisiasi #RantangHati.

“Dari data yang kami terima, akibat Covid-19 ini menjadikan hampir 50 persen mitra kami mengalami penurunan pendapatan. Salah satu alasannya karena mereka memiliki warung disekitaran perkantoran, sehingga saat orang kerja dari rumah (WFH), Kantor pada tutup dan tidak ada yang membeli makanan di warung makan mereka. Hal ini membuat kami memiliki inisiasi membuat program #RantangHati yang bekerjasama dengan berbagai pihak, yang salah satunya ialah JNE, untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19 ini. Sekaligus membantu para mitra kami supaya dapurnya tetap ngebul dan berjualan Kembali.”

Ia menutup melalui program #RantangHatiJNE ini, pihak Wahyoo maupun JNE mengharapkan dapat memicu inisiasi-inisiasi lain untuk program serupa. Sehingga akan semakin banyak bantuan yang dirasakan masyarakat terutama dimasa transisi PSBB ini. Oleh sebab itu Wahyoo dan JNE dengan sangat terbuka, siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program kebaikan untuk masyarakat. (AK)


Photo Credit: Feriadi, Presiden Direktur JNE memberikan kenang kenangan berupa plakat kepada Peter Shearer, Founder dan CEO Wahyoo (ki-ka) Group usai melakukan konfrensi Pers melalui webinar, di Jakarta Jumat (10/7). TELEGRAF

Atti K.

close