Revolusi Industri 4.0 Siapkah Indonesia Hadapi Digital Industri?

“Kami tengah memprioritaskan pengembangan di lima sektor industri nasional sebagai contoh dari implementasi sistem industri 4.0, meliputi industri Food and Beverages (F&B), fesyen (tekstil dan pakaian jadi), otomotif, dan kimia. Kami harapkan kelima sektor ini dapat menjadi light house dan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Tentunya diimbangi dengan penyusunan roadmap industri 4.0,”

Revolusi Industri 4.0 Siapkah Indonesia Hadapi Digital Industri?

Telegraf, Jakarta – Peluang pengembangan industri digital di dunia kian besar. Perusahaan IT  bakal memperoleh market capital yang besar. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Sudah siapkah Indonesia melaju ke industri digital?

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto  meyakini Indonesia sudah siap melaju di industri digital. Optimisme ini bukan tanpa alasan.

“Di ASEAN saat ini sudah ada sekitar tujuh Unicorn (startup besar), dan empat di antaranya ada di Indonesia,” ungkap Airlangga di Jakarta, Jumat (23/02/2018) lalu.

Data dari Kemenperin menunjukkan, Indonesia pada 2030 diproyeksi memperoleh bonus demografi penduduk dengan penduduk usia produktif di atas 60%. Dari angka itu,  27% di antaranya merupakan generasi muda yang berpotensi menjadi wirausaha industri baru.

Hal ini akan diikuti dengan peningkatan jumlah kelas menengah. Sebanyak 135 juta penduduk Indonesia diproyeksi  akan memiliki penghasilan bersih di atas US$3.600 pada 2030, dan menjadi konsumen dominan e-commerce.

Untuk mendorong kesiapan ini, Indonesia telah mempersiapkan diri melalui pembangunan infrastruktur satelit Palapa. Namun, persoalan yang harus disiapkan tak terbatas pada hal itu saja. Pemerintah pun harus memastikan persoalan pendanaa, perlindungan konsumen, perpajakan, pendidikan dan sumber daya manusia, sistem logistik, keamanan siber, dan pembentukan manajamen pelaksanaan.

“Kami tengah memprioritaskan pengembangan di lima sektor industri nasional sebagai contoh dari implementasi sistem industri 4.0, meliputi industri Food and Beverages (F&B), fesyen (tekstil dan pakaian jadi), otomotif, dan kimia. Kami harapkan kelima sektor ini dapat menjadi light house dan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Tentunya diimbangi dengan penyusunan roadmap industri 4.0,” tutur Airlangga. (Red)


Photo Credit : Peluang pengembangan industri digital di dunia kian besar. Perusahaan IT  bakal memperoleh market capital yang besar. Siapkah Indonesia. | rolandberger.com

KBI Telegraf