Resmi Sebagai Tersangka, Zumi Zola Tolak Mundur Dari Jabatan

"Tadi saya sudah bicarakan dengan Pak Mendagri, baik itu soal kedinasan, kementerian maupun juga di Jambi,"

Resmi Sebagai Tersangka, Zumi Zola Tolak Mundur Dari Jabatan


Telegraf, Jakarta – Gubernur Jambi Zumi Zola yang telah menyandang status resmi sebagai tersangka dugaan kasus suap proyek dan pengesahan APBD Provinsi Jambi 2018, menolak untuk mundur dari jabatannya setelah ditersangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara korupsi pengesahan APBD Jambi. Bahkan Zumi malah menyatakan akanl terus memimpin Jambi sambil mengikuti proses hukumnya yang sedang berjalan.

Dalam kasus tersebut Zumi Zola diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 6 miliar dari sejumlah proyek di Jambi. Selain Zumi, KPK juga telah menetapkan status tersangka terhadap Arfan selaku pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi.

“Saya mengikuti, menghormati semua tahapan atau proses hukum, dan saya sebagai gubernur, saya akan menjalankan tugas,” kata Zumi usai mengikuti rapat kerja gubernur (Rakergub) seluruh Indonesia yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dengan tema “Optimalisasi Peran Pemda dalam Penanganan Radikalisme, Terorisme dan Bencana” di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (07/02/2018).

Zumi mengaku sudah berbicara dengan Mendagri Tjahjo Kumolo mengenai kedinasannya. Dia enggan membicarakan kasusnya lebih jauh mengenai perkara yang membelitnya.

“Tadi saya sudah bicarakan dengan Pak Mendagri, baik itu soal kedinasan, kementerian maupun juga di Jambi,” katanya.

KPK telah menetapkan Zumi Zola dalam perkara suap Rp 6 miliar terkait pengurusan APBD Jambi. Dalam perkara hasil pengembangan operasi tangkap tangan (OTT).

Baca Juga :   Mendagri Instruksikan Pengenaan PPKM di Jawa- Bali

Namun sampai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan penahanan terhadap tersangka Zumi Zola atas kasus dugaan penerimaan hadiah (gratifikasi) serta janji terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi.

KPK menduga uang gratifikasi sebesar Rp 6 miliar diterima Zumi Zola untuk uang ketok palu alias uang suap bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jambi. Tujuannya untuk memuluskan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2018. (Red)


Photo Credit : Gubernur Jambi Zumi Zola menolak mundur dari jabatannya setelah ditersangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara korupsi pengesahan APBD Jambi. Faizal Fanani

KBI Telegraf

close