Resmi RUU Perlindungan Data Pribadi Sudah Masuk Prolegnas 2020

Resmi RUU Perlindungan Data Pribadi Sudah Masuk Prolegnas 2020

"Untuk statusnya sendiri RUU PDP masih tetap jadi usulan pemerintah, inisiatif pemerintah,"

Resmi RUU Perlindungan Data Pribadi Sudah Masuk Prolegnas 2020


Telegraf, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengonfirmasi bahwa Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) resmi masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas 2020.

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat Badan Legislasi pada Selasa (03/12/19), di mana terdapat empat regulasi dari Kominfo yang masuk Prolegnas, di antaranya adalah RUU PDP, Revisi UU Penyiaran, RUU Pos, dan RUU tentang Perubahan atas UU No. 36 Tahun 2009 tentang Telekomunikasi.

“Untuk statusnya sendiri RUU PDP masih tetap jadi usulan pemerintah, inisiatif pemerintah,” katanya, Rabu (4/12/2019), di Jakarta.

Ferdinandus mengaku pembahasan RUU PDP di pemeritahan telah selesai, termasuk beberapa hal yang sebelumnya tidak disepakati oleh beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L).

Namun, proses pengesahan RUU PDP masih harus melewati proses panjang, khususnya dalam pembahasan bersama-sama antara Kominfo bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kemarin pak menteri langsung memimpin rapat terbatas bersama Kementerian Lembaga lain, diselesaikan disitu semua. Sudah disepakati, tidak ada lagi keberatan,” ungkapnya.

Saat ini, draft tersebut tengah melewati proses perbaikan redaksional sebelum diserahkan ke Presiden dan kirimkan ke DPR melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Ferdinandus berharap pembahasan RUU PDP bersama Komisi I DPR bisa mulai dilakukan pada Januari mendatang. Dia memprediksi regulasi tersebut dapat disahkan dan diperundangkan pada akhir 2020.

“Bulan ini diserahkannya, semoga Januari sudah bisa dibahas bersama-sama dengan DPR. Kemungkinan Oktober 2020 sudah sah, sudah bisa diperundangankan sebagai UU yang berlaku,” pungkasnya. []

Baca Juga :   Perkuat Literasi Digital, Kominfo Ajak Bijak Gunakan Medsos di Era Digital

Photo Credit : Ilustrasi Big Data. SHUTTERSTOCK

A. Chandra S.

close