Connect with us

Regional

Jogo Tonggo Sabet Penghargaan Program Penanganan Covid-19

Published

on



Telegraf – Kebijakan Jogo Tonggo yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai TOP 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Jogo Tonggo sebenarnya konsep yang didorong Pemprov Jateng untuk menggerakkan kekuatan masyarakat dan komunitas agar bangkit di masa Pandemi Covid-19. Selain itu, konsep ini mengajak masyarakat agar tidak bergantung pada pemerintah semata.

“Alhamdulillah kita mendapatkan apresiasi, meskipun kami sadar itu belum sempurna. Maka hari ini, kita sedang mencoba menyempurnakan dengan juga beradaptasi pada kondisi lokal yang ada di sana,” kata Ganjar, Jumat (27/11/2020).

Ganjar mengatakan, penerapan Jogo Tonggo memiliki banyak harapan di dalamnya. Salah satunya adalah masyarakat berinisiatif untuk mendata, jika ada tetangga yang sakit maupun tetangga yang melakukan perjalanan hingga edukasi dan sosialisasi di level paling bawah.

Selain itu, Jogo Tonggo juga berkaitan dengan geliat ekonomi. Dari Jogo Tonggo, akhirnya menelurkan kreativitas warga dalam berdagang. Misalnya, berdagang secara online, ada yang kemudian mengantar ke rumah-rumah dan sebagainya.

“Ketika mereka bicara soal bagaimana ketahanan pangannya bisa dijaga. Maka saya senang sekali banyak warga kemudian mengajarkan kepada tetangga kiri kanannya agar dia bisa menanam sendiri, merawat sendiri, memang sendiri, memakan sendiri dan itu artinya di rumah tangga mereka Insya Allah kecukupan gizinya akan bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Dari Jogo Tonggo pula, banyak warga Jawa Tengah yang senang menolong. Bahkan, kata Ganjar, kepedulian semakin terlihat dan nilai-nilai seperti itulah yang harus dikembangkan dalam semangat gotong-royong

“Mudah-mudahan nantinya kita bisa mengevaluasi lagi, memperbaiki lagi dan belajar dari pengalaman-pengalaman yang dikembangkan oleh masing-masing daerah,” ujarnya.

Ditanya soal program lain yang disiapkan dalam penanganan Covid-19, Ganjar mengaku sebenarnya ada banyak sekali kebijakan. Jika Jogo Tonggo adalah kebijakan yang sifatnya bottom-up, pihaknya sedang menyiapkan kebijakan bersifat top-down.

“Hari ini kita musti menyiapkan bagaimana vaksinasi harus berjalan, bagaimana mendata, bagaimana nanti urutan yang nanti bisa diberikan kepada siapa yang terlebih dahulu. Maka prioritas-prioris ini yang musti disiapkan dan mudah-mudahan gerakan Jogo Tonggo ini juga akan bisa membantu,” tandanya.

Selain Jogo Tonggo, Pemprov Jateng juga menerima penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik untuk program Mangan Mendoakan Rini. Sementara, ditingkat Pemerintah Kota dan Kabupaten, ada lima daerah di Jateng yang menerima penghargaan yakni Kota Magelang, Demak, Grobogan, Pekalongan dan Kebumen.


Photo Credit: Optimalisasi Program “Jogo Tonggo” didukung dengan operasi yustisi gabungan untuk meningkatkan edukasi dan penindakan terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. FILE/DOK/Photo Ist

 

Adarory

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Regional

Festival Duren Bagya di Bandung Barat Mendorong Buah Lokal Lebih Dicintai Masyarakat

Published

on

By

Bupati Hengky Kurniawan saat Foto bersama di Festival Durian Bagja Bandung Barat

Telegraf – Festival Duren Bagya di Bale Pare, Kota Baru Parahiyangan, Kabupaten Bandung Barat Mendorong Buah Lokal Lebih Dicintai Masyarakat. Ditemui dilokasi acara, Direktur BUMN Pupuk Pangan Indonesia (PIP), Ir Budiono,MM mengatakan bahwa Ia termasuk orang yang sangat bangga menyaksikan festival buah lokal ini.

Menurut Budiono, festival buah lokal ini sebagai ajang mempromosikan dan membiasakan masyarakat kita untuk mengkonsumsi buah lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan buah impor.

“Buah lokal ini harus bisa jadi tuan di negeri kita sendiri, dengan begitu maka kita bisa memastikan kesinambungan dan kesejahteraan semua pihak terkait, seperti petani dan budidaya yang berada dalam rangkai pasok buah lokal,” kata Budiono.

Selain itu Dikatakan, bahwa dengan berhasilnya memasarkan buah lokal secara luas, makan secara otomatis telah membantu pemerintah dalam mengelola devisa negara agar perputaran uang bisa dipegang oleh negeri ini seperti apa yang disampaikan presiden Jokowi.

Kedepan harapan Budiono, semoga buah lokal bisa dipasarkan dalam festival skala internasional. Misalnya dengan memilih tempat – tempat strategis, seprti di Bali. Kenapa Bali? karena disana banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Sehingga wisatawan dari mancanegara yang datang ke Bali bisa disuguhkan dengan buah-buah lokal khas Indonesia yang kualitasnya pun bisa bersaing dengan buah impor,” ungkapnya.

Sementara itu, Erick Rahman Saleh, Pelaku Usaha Buah Segar dan Sayur Segar Nusantara menyampaikan, bahwa Produk-produk buah lokal selama ini terpinggirkan oleh produk buah impor, oleh karena itu dengan festival buah lokal karena buah lokal tidak kalah kualitasnya dengan impor.

Dukungan juga datang dari Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Dikatakan Hengki, bahwa event festival seperti ini menciptakan suasana bahagia bagi masyarakat sehingga perlu terus didukung.

“Terutama dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pasca dilanda Covid 19 selama 2 tahun lebih, maka event ini konkret mendorong buah lokal dari petani dan umkm Indonesia untuk bangkit dan berkembang,” papar Hengki, Minggu 09 Oktober 2022.

Bahkan Dikatakan Hengki, di Kabupaten Bandung Barat yang Ia pimpin telah dikeluarkan instruksi bupati, untuk membantu para petani agar setiap ASN TPP nya 5 persen harus digunakan untuk belanja produk petani dan UMKM, sebagai upaya konkret membantu petani dan pelaku UMKM di Bandung Barat tumbuh subur.

Pada festival Duren Bagya yang digelar Minggu 09 Oktober di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten bandung Barat ini juga mempromosikan jeruk sunkis Indonesia dan Aneka macam Kopi dari seluruh daerah di Indonesia. (Beni Hendriana/TOPMEDIA)

Adarory

Bagikan Artikel
Continue Reading

Regional

Ganjar Ajak Pramuka Ikut Bergerak Menjaga Ketahanan Pangan

Published

on

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Habib Syech menghadiri acara Pramuka Jateng Berselawat di halaman Pendopo Kabupaten Tegal, Selasa (30/8/2022) malam. FILE/Humas Jateng/Telegraf
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Habib Syech menghadiri acara Pramuka Jateng Berselawat di halaman Pendopo Kabupaten Tegal, Selasa (30/8/2022) malam. FILE/Humas Jateng/Telegraf

Telegraf – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mendorong Pramuka Jateng untuk menjadi kekuatan dalam menginisiasi aktivitas di lingkungan sekitar. Di antaranya dalam hal ketahanan pangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta antinarkoba dan cegah pernikahan dini.

“Mereka musti membantu tetangga kiri-kanannya agar ketahanan pangan bisa dilakukan. Ayo tanami pekarangannya, siapkan tanaman-tanaman pendamping beras, ini kita dorong agar mereka menjadi kekuatan untuk bisa menginisiasi aktivitas di lingkungan sekitarnya. Jadi ngiras-ngirus, sambil selawat kita edukasi pramuka kita,” kata Ganjar usai menghadiri acara Pramuka Jateng Berselawat di halaman Pendopo Kabupaten Tegal, Selasa (30/08/2022) malam.

Selain ketahanan pangan, Ganjar juga berpesan agar Pramuka Jateng juga berpartisipasi pada banyak hal. Seperti gerakan antinarkoba, kampanye gerakan Jo Kawin Bocah (jangan menikah muda), dan menjaga persatuan.

“Jadi hari ini kita melihat kegembiraan bersama dan tentu saya memberikan pesan-pesan itu. Jadi ada nilai-nilai keagamaan yang diberikan oleh Habib Syech dan Majelis Ulama yang ada di Tegal, lalu ada Wagub (Taj Yasin Maimoen, Bupati Tegal, serta Kwarda Jateng. Awmua bicara nagaiman kita membangun ukhuwah Islamiyyah dan aktivitas Pramuka bisa bagus,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ganjar juga mengajak Pramuka Jateng menjaga lingkungan. Caranya dengan menjaga kebersihan serta aktif menanam pohon.

“Mari kita gerakkan untuk menanam. Kemarin Pramuka Jateng ikut menanam mangrove di pesisir Utara agar lingkungan terjaga dan sampah bisa dikendalikan.
Jadi bisa ijo royo-royo, sampah bersih, dan sumber air banyak,” imbuhnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen beserta istri Nawal Taj Yasin, Ketua Kwarda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Bupati Tegal Umi Azizah, dan perwakilan Forkopimda.

Menurut Habib Syech, Pramuka Jateng Berselawat merupakan janji yang terpenuhi dari dirinya dan juga Ganjar Pranowo. Sebelumnya Pramuka Jateng Berselawat dan Jateng Berselawat sempat terkendala karena pandemi sehingga digelar terbatas dan daring. Tapi Pramuka Jateng Berselawat di Kabupaten Tegal itu mengawali kembali Jateng Berselawat yang digelar secara terbuka.

“Apabila saya dulu janji kepada masyarakat untuk berselawat di Tegal, malam hari ini saya bayar bersama dengan Bapak Gubernur. Jateng Berselawat itu adalah janji Pak Ganjar dulu dan alhamdulilah sampai awkarang terus ditepati,” katanya di sela acara.

Habib Syech juga sepakat dengan dorongan Ganjar Pranowo agar Pramuka Jateng lebih aktif dan kreatif di lingkungannya. Misalnya terkait ketahanan pangan, Habii Syech bercerita kalau ia juga menanami pekarangan atau atap rumahnya dengan tanaman seperti cabai dan sayuran.

“Saya juga tanam cabai di rumah. Di atas itu saya buat kebun dengan polibag dan hidroponik. Itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat juga,” ungkapnya di hadapan ribuan Pramuka Jateng dan masyarakat yang hadir.

Ia juga menegaskan bagaimana bahaya narkoba yang menjadi salah satu faktor perusak generasi bangsa. Maka ia menyerukan agar Pramuka Jateng menjadi garda terdepan untuk gerakan antinarkoba.

“Jangan sekalipun mau atau tergiur narkoba. Itu perusak bangsa,” katanya.

Adarory

Bagikan Artikel
Continue Reading

Regional

Pekan Raya Karawang 2022 Hadir Untuk Pulihkan Perekonomian Masyarakat

Published

on

Pekan Raya Karawang 2022. TELEGRAF

Telegraf – Memiliki tujuan utama untuk meningkatkan eksistensi Kabupaten Karawang di Jawa Barat hingga nasional, Galuh Mas Karawang kembali menghadirkan Pekan Raya Karawang yang sukses pada perhelatan pertamanya di tahun 2019 silam. Galuh Mas sangat serius membantu pemulihan dan peningkatkan perekonomian bagi pelaku UMKM di Karawang dengan mengajak mereka jadi bagian di Pekan Raya Karawang sesuai dengan tema Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun yaitu Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Hal ini disampaikan Rizki Setiawan, Ketua Pelaksana Pekan Raya Karawang 2022, Kamis (25/08) malam. Pekan Raya Karawang (PRK) diselenggarakan di Street Carnival, Galuh Mas, selama 47 hari terhitung mulai 17 Agustus sampai dengan 2 Oktober 2022 mendatang. Street Carnival kembali dipilih sebagai venue karena mendukung konsep Pekan Raya Karawang yang mengusung tema wahana outdoor terbesar di Karawang.

PRK menjadi event terbesar Galuh Mas tahun 2022 pasca pandemic Covid-19 mulai mereda. Event ini menyuguhkan beragam hiburan rakyat yang meriah di antaranya wahana permainan dari Fun World untuk anak dan dewasa, zona kuliner, Jakcloth, rumah hantu, rumah salju, hingga artis performance dari musisi nasional Indonesia.

Pesta Durian dengan berbagai promo menarik turut melengkapi area festival kuliner di Pekan Raya Karawang. Beragam booth dari UMKM, brand lokal hingga brand nasional juga tidak absen untuk bergabung di PRK. Di sini, pengunjung akan dimanjakan dengan keberadaan taman lampion dan sejumlah spot instagramable yang dapat dimanfaatkan untuk berfoto ria bersama pasangan, teman, sahabat, dan keluarga.

“PRK menyuguhkan banyak kemeriahan yang kami yakini dapat menjadi destinasi liburan dan wisata bagi seluruh masyarakat di Karawang dan sekitarnya. Terbukti, sejumlah pengunjung PRK diketahui tidak hanya datang dari Karawang, tapi juga datang dari Cikarang, Purwakarta, Subang, Bandung, dan Bekasi,” ujarnya.

Bekerjasama dengan tenant penyedia jasa layanan wahana permainan yang ada di tiga Mal Galuh Mas yaitu Fun World, pengunjung PRK dapat menikmati lebih dari 10 wahana yang tersedia di Pekan Raya Karawang.

Demi memanjakan pengunjung PRK, imbuh Rizki, Galuh Mas turut menghadirkan event seru yang berbeda-beda setiap harinya selama PRK berlangsung. PRK juga mengundang sejumlah artis Ibukota di antaranya seperti Zidan, Naff, Sabyan Gambus, Okaay, For Revenge, Nabila Maharani, Lyla, Utopia, Geisha, Drive, Feby Putri, Juicy Luicy, The Rain, Evan Loss, Guyon Waton, dll yang akan tampil menghibur seluruh pengunjung di akhir pekan.

Tedjasuria, Manager Humas Perijinan dan Permasalahan Galuh Mas menyebutkan, perhelatan akbar Pekan Raya Karawang hadir kembali untuk memberikan ruang hiburan yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Karawang dan sekitarnya pasca meredanya Covid-19. PRK dianggap sangat cocok untuk didatangi semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga dapat menjadi alternatif lain untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang.

“Pekan Raya Karawang merupakan hiburan yang sangat merakyat. Jadi kami yakin pengunjung tidak akan menyesal berkunjung ke PRK. Event ini sekaligus untuk mengembalikan perekonomian bagi pelaku UMKM di Karawang,” tegasnya.

Pekan Raya Karawang buka setiap Senin – Jumat pukul 16.00 – 22.00 WIB dan Sabtu & Minggu pkl 15.00 – 22.00 WIB. Harga tiket masuk PRK hanya Rp 20.000/orang untuk Senin sampai Jumat, dan Rp 30.000/orang untuk Sabtu, Minggu dan tanggal merah. Untuk bermain wahana permainan, pengunjung dikenakan biaya Rp 20.000/orang/wahana. Snowlandia (Rumah Salju) Rp 55.000 untuk weekday dan Rp 65.000 untuk weekend, wahana balon loncat dan kereta kencana Rp 25.000.

Bagi pengunjung yang sudah datang ke PRK dan sempat melakukan sesi foto baik selfie maupun wefie, Galuh Mas menyediakan hadiah menarik yang akan di undi setiap Minggu-nya masing-masing untuk 3 orang beruntung. Caranya mudah, cukup mempublish foto keseruan selama berkunjung di PRK ke sosial media Instagram pribadinya, dengan memberikan tag ke official instagram @pekanrayakarawang menyematkan tagar #PekanRayaKarawang #PhotoContestPRK lengkap dengan caption semenarik mungkin. (rls)

Adarory

Bagikan Artikel
Continue Reading

Regional

Ganjar Resmikan Mall Pelayanan Publik ke 13 di Jateng

Published

on

Photo Credit: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sevaka Bhakti Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Kamis (25/8/2022). FILE/Dok Humas Jateng/Telegraf
Photo Credit: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sevaka Bhakti Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Kamis (25/8/2022). FILE/Dok Humas Jateng/Telegraf

Telegraf – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Sevaka Bhakti Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Kamis (25/8/2022). Saat ini, sudah ada sebanyak 13 mal pelayanan publik di Jawa Tengah.

Persemian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan gong itu juga dihadiri oleh Deputi Pelayanan Publik Kementrian PAN-RB Diah Natalisa, serta Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

“Iya, ini bagian dari komitmen pemerintah bagaimana pelayanan masyarakat bisa mudah, murah, cepat. Terus kemudian disatukan biar masyarakat tidak lari ke sana dan kemari,” kata Ganjar.

Ia berharap kemudahan layanan tersebut dapat dilakukan secara optimal. Selain itu, ke depan juga terus dikembangkan secara online.

“Harapan saya ini bagian dari mempermudah layanan. Yang kedua mungkin tidak cukup di sini, kita bisa extand yang online. Maka saya minta yang masuk ke sini dilayani dengan baik, dengan senyum, dengan sapa,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga memuji Gedung MPP Sevaka Bhakti Wijaya, yang bagus dengan berbagai fasilitas yang ada.

“Karena gedungnya bagus banget ini. Ini kayaknya gedung paling bagus sementara yang ada di Jateng,” paparnya.

“Sejauh ini, sudah ada 13 Mal Pelayanan Publik yang ada di Jawa Tengah. Tahun ini, rencananya akan ditambah 5 lagi, ini layanan secara fisiknya saja, digitalnya sudah berjalan, disatukan di sini biar masyarakat mendapat pelayanan satu atap,” imbuhnya.

Ganjar berharap, dengan adanya MPP akan mampu mengubah perilaku pelayanan pemerintah bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan kalau semua bisa transparan, terbiasa melayani masyarakat akan bisa mengubah perilakunya untuk melayani yang baik, yang prima dan tidak korupsi, tidak pungli. Sehingga masyarakat terpuaskan,” tandasnya.

Sementara, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam sambutannya menyampaikan bahwa MPP Sevaka Bhakti Wijaya berdiri di atas lahan seluas 3.600 meter persegi dengan luas bangunan 2.620 meter persegi.

“Dibangun dengan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukoharjo tahun 2021 senilai Rp21,4 miliar,” katanya.

Menurutnya, MPP hadir untuk memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan dan kenyamaman kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik.

“Saat telah bergabung 32 instansi dan 138 jenis layanan yang ada di MPP ini,” bebernya.

Sebelumnya, Mall Pelayanan Publik telah diresmikan Ganjar di antaranya di Kabupaten Banyumas, Kendal, Batang, Jepara, Kebumen, Tegal, Karanganyar, Pati, Kudus, Kota Surakarta, Kota Salatiga dan Kota Magelang. Selain itu beberapa daerah juga tengah menyiapkan MPP tersebut. Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Demak serta beberapa daerah lainnya.

Adarory

Bagikan Artikel
Continue Reading

Regional

Buka UKW PWI Jateng, Ganjar: Rumah Indonesia Ada di Tangan Wartawan 

Published

on

Gubernur Ganjar Pranowo berbicara di acara pembukaan Uji Kompetensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah di Hotel Khas Semarang, Rabu (24/08). FILE/PWI
Gubernur Ganjar Pranowo berbicara di acara pembukaan Uji Kompetensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah di Hotel Khas Semarang, Rabu (24/08). FILE/PWI

Telegraf – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan wartawan memiliki peran penting dalam pemberi warna rumah Indonesia. Keakuratan dan kredibilitas wartawan dalam memberikan informasi menjadi ujung tombak perwujudan spirit nasionalisme dan patriotisme.

“Sebenarnya warna cat rumah Indonesia itu yang ngecat ya wartawan. Hari ini ada pesaingnya yaitu medsos di mana semua orang bisa memberi informasi dan citizen journalism berkembang,” katanya saat membuka uji kompetensi wartawan (UKW) angkatan ke-35 PWI Jateng di Hotel Khas Semarang, Rabu (24/08/2022).

Banyaknya media yang ada itu membuat semua orang dapat menulis, memotret, dan semua bisa menjadi jurnalis bahkan membuat televisi sendiri tentunya bermodalkan kemauan. Meski demikian wartawan memiliki kelebihan karena memiliki kode etik jurnalistik sehingga masih mendapat kepercayaan dari masyarakat. Namun itu bisa berubah apabila kepercayaan dari masyarakat hilang.

“Artinya uji kompetensi wartawan menjadi penting karena di sana ada regulasi, etika, dan tata cara penulisan. Kredibilitas itu mahal dan kalau itu bisa dijaga maka rumah Indonesia dengan spirit nasionalisme dan patriotisme akan terbentuk,” jelasnya.

Ganjar mengaku pernah menemukan media yang kurang memiliki kredibilitas karena apa yang ditayangkan tidak sesuai dengan fakta. Terlebih informasi itu dibuat tanpa adanya konfirmasi dengan atau wawancara dari pihak media kepada Ganjar.

“Kalau diberitakan beda biasanya saya langsung komplain. Saya kalau komplain langsung telepon Pemrednya agar semua jelas. Makanya ini kawan-kawan yang uji kompetensi, saya yakin di ruangan ini nilai-nilai itu akan ada sehingga lebih prudent,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat, Hendro Basuki, saat memberikan sambutan. Menurutnya di tengah melubernya informasi di banyak media, mulai ada kecenderungan arus balik ke media mainstream karena masyarakat membutuhkan akurasi tinggi untuk setiap informasi.

“Ketika wartawan berpegang etika jurnalistik, taat hukum pers, dan menulis berita dengan tepat dalam konteks terpenuhi aspek jurnalistik maka profesi ini masih akan bertahan. Terima kasih juga kepada Pak Ganjar yang selalu support untuk kegiatan seperti ini dan perhatian dengan pendidikan wartawan,” ujarnya.

Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud, mengatakan UKW angkatan ke-35 itu diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai media di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah termasuk Papua. Kegiatan itu didukung juga oleh SKK Migas Jabanusa.

“Media sekarang berubah wujud sosok skizofrenia. Kadang kita berwujud sebagai malaikat karena berita yang baik tetapi juga menjadi iblis karena melanggar SARA dan kode etik karena mengejar ideologi viralitas. UKW ini menyatukan kompetensi teknis dan etis. Kecerdasan etika kita utamakan dengan pemahaman hukum pers dan kode etik. Martabat profesi kita (wartawan) ada pada sikap batin kita sendiri dan pada kecerdasan etika kita,” tandasnya.

Adarory

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close