Reaksi Jokowi Ketika Kembali di PKI Kan!

"Jangan gampang dipengaruhi fitnah dan kabar bohong. Jangan sampai (masyarakat Indonesia) saling mencela dan menjelekkan karena kita semua saudara sebangsa setanah air. Jangan sampai kita diadu domba, dipecah belah gara-gara pesta demokrasi,"

Reaksi Jokowi Ketika Kembali di PKI Kan!


Telegraf, Jakarta – Sepertinya akan selalu ada saja isu-isu yang terus dihembuskan kepada Jokowi, isu Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah salah satunya. Hingga kini isu ini melekat kuat pada diri Jokowi. Jika kita mengikuti pemberitaan, maka akan kelihatan kalau isu ini mulai ramai saat Pilpres 2014, bahkan hingga menjelang Pilpres 2019 nanti.

Saking seringnya diterpa isu PKI, Jokowi pun merasa gerah bukan kepalang. Padahal Jokowi sendiri sudah menjelaskan, bahwa dirinya itu baru umur empat tahun saat PKI dibubarkan.

Masih ingatkah nama Bambang Tri pembuat buku “Jokowi Undercover”? Intinya buku itu berupaya untuk mempersepsikan kepada publik tentang sosok Jokowi sebagai seorang PKI.

Di dunia maya, isu-isu semacam ini jauh tidak terkendali. Sekali pemberitaan tersebut di publish di media sosial, dalam waktu singkat akan langsung dibagikan secara viral dan berlipat ganda sebagai hoax. Banyak netizen yang tidak percaya, tapi tidak sedikit pula yang mempercayainya.

Hal tersebut bagaikan Argentum ad Nausem sebuah konsep propaganda yang dilakukan oleh Adolf Hitler ketika itu yang dikenal dengan istilah Big Lie (Kebohongan Besar). Cara kerjanya cukup simple, hanya menyebarluaskan berita bohong (hoax) melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.

Jokowi pun kemudian mempertanyakan terkait begitu banyaknya fitnah yang dilayangkan kepadanya soal PKI. Padahal PKI dibubarkan pada 1965 dan ia lahir pada 1961 sehingga menurut dia tidak mungkin ada ‘PKI Balita’.

“Coba, saya saja di bawah banyak yang diisukan ‘Itu pak Jokowi PKI’. Banyak yang seperti itu coba. Padahal PKI itu dibubarkan pada tahun 1965. Saya lahir 1961. Berarti saya baru umur 3-4 tahun.

Masa ada PKI balita. Ya ndak? Lucu banget kan. Itu yang memfitnah ngawur,” kata Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Halaman Sirkuit Sentul, Babakan Madang, Bogor, pada Selasa (06/03/18).

“Saya kan masih balita kok difitnah seperti itu. Saya kadang juga mau marah ya gimana. Enggak marah ya gimana. Serba salah. Tapi saya juga mau blak-blakan. Jadi kalau tidak diingatkan seperti itu, ada loh orang yang percaya. Coba logikanya enggak masuk kan? Masih ada yang percaya juga,” jelasnya.

“Saya kadang mau marah bagaimana, mau enggak marah juga bagaimana. Serba salah. Tapi masalahnya masih ada saja orang yang percaya itu, meski logikanya saja enggak masuk,” ujar Jokowi.
Oleh sebab itu, Jokowi tidak akan pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap terus memerangi fitnah, berita bohong dan penyebaran kebencian. Salah satunya, tentu saja kabar bohong yang menyebut dirinya terlibat dengan PKI.

“Tugas saya sekarang ini adalah bekerja. Bekerja entah menyiapkan pembagian sertifikat, entah membangun infrastruktur, entah memberikan program-program bantuan sosial yang banyak sekali kita lakukan. Tidak ada yang lain,” tuturnya.

Jokowi menambahkan, antisipasi akan kabar hoaks semakin genting mengingat Indonesia telah memasuki tahun politik hingga tahun depan.

Menurutnya, kompetisi dalam Pilkada haruslah melahirkan pemimpin yang baik. Setelah itu, masyarakat harus kembali rukun dan tidak saling mencela satu sama lain setelah masa Pilkada sudah selesai.

“Jangan gampang dipengaruhi fitnah dan kabar bohong. Jangan sampai (masyarakat Indonesia) saling mencela dan menjelekkan karena kita semua saudara sebangsa setanah air. Jangan sampai kita diadu domba, dipecah belah gara-gara pesta demokrasi,” pintanya.

Untuk itu secara khusus kemudian Jokowi berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga ukhuwah atau kerukunan bangsa. Menurut dia, Indonesia adalah negara besar, negara beragam, negara majemuk dengan agama berbeda dengan adat berbeda, sekaligus dengan tradisi berbeda.

“Saya selalu sampaikan, jaga persaudaraan kita, sebangsa dan setanah air, jaga persatuan dan kesatuan, jaga kerukunan. Ini penting untuk Indonesia ke depan,” katanya. (Red)


Photo Credit : Saking seringnya diterpa isu PKI, Jokowi merasa gerah, Jokowi sendiri bahkan sudah menjelaskan, bahwa dirinya itu baru umur empat tahun saat PKI dibubarkan. | Reuters/Beawiharta

KBI Telegraf

close