PTSL Penuh Dengan Pungli, Warga Geruduk BPN Jakarta Timur

“Apa karena kami semua tidak memberikan uang, jadi mereka malas mengerjakan,”

PTSL Penuh Dengan Pungli, Warga Geruduk BPN Jakarta Timur

Telegraf, Jakarta – Ratusan warga yang datang dari tiga kecamatan menggelar aksi demo didepan kantor Badan Pertanahan (BPN) Jakarta Timur, di Jalan Sentra Timur, Pulogebang, Cakung, Rabu (17/07/19).

Aksi unjuk rasa ratusan warga di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut pun berlangsung ricuh. Para warga disekitar menolak agar pendemo tidak melakukan aksi lantaran dinilai mengganggu kenyamanan.

Baik warga maupun preman bayaran menyerukan agar 300 orang pendemo membubarkan diri. Namun setelah melalui proses negosiasi para pendemo bisa melanjutkan aksi dan orasinya dengan penjagaan dari pihak kepolisian.

Mereka mempertanyakan terkait soal penerbitan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang sudah dua tahun berlalu namun tidak juga menunjukan hasil yang jelas.

Dalam aksi tersebut, warga yang datang langsung dihadang warga sekitar yang mengaku terganggu karena berisik. Bahkan, beberapa calo yang ada di BPN sempat merusak mobil dan menggunting kabel sound sistem untuk menghentikan aksi demo. Akibatnya, terjadi baku hantam sehingga membuat beberapa orang terluka.

Sadianto (41) warga Pulogadung yang ikut demo mengatakan, aksi yang dilakukan adalah untuk mempertanyakan kelanjutan pembuatan PTSL. Pasalnya, sudah meski hampir dua tahun mengurus Sertifikat tanah namun belum diukur tanahnya. “Kami semua datang kesini hanya butuh penjelasan saja,” katanya, Rabu (17/07/19).

Diduga selama ini ketika para warga menanyakan masalah itu, petugas yang ada di BPN hanya menjawab sekedarnya. Bahkan tampak sekali petugas sangat malas untuk mengerjakan kepengurusan surat tersebut. “Apa karena kami semua tidak memberikan uang, jadi mereka malas mengerjakan,” imbuh Sadianto.

Sementara itu, Kordinator Aksi, Mulyandi mengatakan, aksi demo dilakukan buntut dari kekecewaan warga. Karena sudah lebih dari 2 tahun mengurus serrifikat melalui program PTSL belum juga rampung.

Baca Juga  Emil Salim Nilai Rencana Pemindahan Ibu Kota Adalah Hal Yang Keliru

“Kita menagih janji BPN katanya enam bulan kelar namun sampai sekarang sertifikat tak kunjung tuntas,” terangnya.

Dalam aksi demo ini, kata Mulyandi, diikuti sekitar 300 warga perwakilan dari tiga kecamatan, seperti Pulogadung, Cakung dan Matraman. Mereka mengancam akan terus menggelar aksi selama belum ada realisasi dan kejelasan.

“Namun untuk saat ini kami akan melaporkan aksi pemukulan dan pengerusakan ini ke polres Jakarta Timur,” terangnya. (Red)

Photo Credit : Aksi unjuk rasa ratusan warga di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menolak pungli. FILE/Dok/Telegraf



Komentar Anda