Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Proyeksi Suku Bunga Acuan Hari Ini, Tetap di Kisaran 3,5 Persen
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Proyeksi Suku Bunga Acuan Hari Ini, Tetap di Kisaran 3,5 Persen

Hanna Iffah Selasa, 20 April 2021 | 06:53 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengusap mukanya saat menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/02). ANTARA/Sigid Kurniawan
Photo Credit: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengusap mukanya saat menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/02). ANTARA/Sigid Kurniawan
Bagikan

Telegraf – Hari ini, Selasa (20/4/2021), rupiah diperkirakan akan kembali lesu seiring dengan pasar yang menanti hasil RDG BI serta peningkatan tensi geopolitik China dan AS. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.547 per dolar AS Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,274 poin atau 0,3 persen ke level 91,282.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19 dan 20 April 2021 diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen guna menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Sejumlah ekonom bahkan memperkirakan suku bunga acuan terendah dalam sejarah ini akan bertahan hingga pengujung tahun. Konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bank sentral akan menjaga tingkat suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen pada bulan ini. BI dijadwalkan untuk memaparkan hasil RDG April pada siang ini, pukul 14.00 WIB (20/4/2021).

BI Kalangan ekonom menilai, tingkat suku bunga acuan yang relatif rendah masih bertahan hingga akhir tahun ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional yang tertekan oleh pandemi Covid-19 sejak tahun lalu. Ekonom Morgan Stanley Deyi Tan mengatakan kecemasan pelaku pasar pada baru-baru ini mengenai prospek kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan volatilitas pasar modal di dalam negeri dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Atas dasar itulah dia menilai bahwa penurunan suku bunga acuan lebih lanjut tidak akan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun ini, terutama dengan mempertimbangkan ekonomi yang perlahan mulai pulih.

“Kami melihat BI akan mempertahankan kebijakan suku bunga acuan pada level saat ini, 3,5 persen hingga akhir tahun,” katanya dalam laporan.

Di sisi lain, Deyi menambahkan, biasanya kenaikan suku bunga acuan di AS memaksa pembuat kebijakan di Asia menghadapi tantangan stabilitas makro di dalam negeri. Misalnya, defisit neraca berjalan yang membengkak sehingga membuat mata uang terkena tekanan pendanaan eksternal.

Baca Juga :  PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Kondisi ini pada gilirannya dapat menyebabkan harga impor yang lebih tinggi dan inflasi yang juga lebih tinggi. Hal ini pun pernah terjadi di Indonesia pada 2013 silam. Namun, kondisi saat ini berbeda di mana inflasi lebih rendah, defisit transaksi berjalan berkurang, dan cadangan devisa tercatat jauh lebih baik. Selain itu, perbedaan suku bunga riil antara Indonesia dan AS jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Kondisi ini menurutnya mampu memberikan perlindungan terhadap risiko volatilitas yang mengancam pasar keuangan domestik. Dengan kata lain, kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve System atau The Fed tidak akan terlalu berpengaruh terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

“Secara keseluruhan, kami yakin skenario Indonesia tahun ini bahwa pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) akan naik, inflasi juga naik akan tetapi terkendali,” ujarnya.

Namun, tantangan lain muncul dari pergerakan rupiah. Rupiah melemah ke kisaran Rp14.635 terhadap dolar AS minggu lalu, level terendah sejak November tahun lalu. Adapun, mata uang Garuda ini telah melemah sebesar 3,4 persen tahun ini. BI mengakui bahwa posisi rupiah ini masih undervalued. Bank sentral pun menegaskan pihaknya akan tetap menjaga rupiah dengan melakukan intervensi yang cukup di pasar valas dan SBN.

“Bank Indonesia kemungkinan akan berhati-hati untuk tidak memperburuk tekanan depresiasi rupiah melalui penurunan suku bunga lebih lanjut,” tulis ahli strategi TD Securities termasuk Mitul Kotecha dalam catatan penelitian yang dikutip dari Bloomberg.


Photo Credit: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengusap mukanya saat menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/02). ANTARA/Sigid Kurniawan

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Kacang Dua Kelinci Luncurkan Desain Kemasan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BSN Perkuat Posisi sebagai “Banknya Para Developer”, Targetkan 73.700 KPR Subsidi pada 2026

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global

Waktu Baca 3 Menit
Foto : PROPAMI Surabaya Raya resmi dilantik, membuka jalan lahirnya profesional pasar modal baru melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi investasi nasional. (doc.PROPAMI)
Ekonomika

PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya

Waktu Baca 5 Menit
Ekonomika

Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?