Promo Besar-besaran dan Kemudahan Transaksi Dongkrak Pasar Property Dimasa Pandemi

"Kondisi pandemi Covid-19 sat ini membuat kita harus merubah cara cara baru dan BTN menyesuaikan strategi bisnisnya yaitu dalam rangka untuk memberikan layanan terbaik baik masyarakat maupun pengembang, kita lakukan review terus menerus untuk fleksibilitas masyyarakat dan pengembang. Seperti transaksi bisa menggunakan e-Banking"

Promo Besar-besaran dan Kemudahan Transaksi Dongkrak Pasar Property Dimasa Pandemi


Telegraf – Masa pandemi bukan menjadi halangan untuk terus mensuport masyarakat dalam memiliki hunian seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, bank spersialisasi Kredit Perumahan Rakyat, memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melihat dan proses pembelian hanya dengan melalui digitalisasi yaitu melalui website wwww.BTNProperti.co.id.

“Kondisi pandemi Covid-19 sat ini membuat kita harus merubah cara cara baru dan BTN menyesuaikan strategi bisnisnya yaitu dalam rangka untuk memberikan layanan terbaik baik masyarakat maupun pengembang, kita lakukan review terus menerus untuk fleksibilitas masyyarakat dan pengembang. Seperti transaksi bisa menggunakan e-Banking,” ungkap Hirwandi Gafar, Direktur Consumer & Commercial Landing PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam Webinar Urban Forum Outlook Property & Banking 2021 dengan tema, “Siasat Industri Menghalau Gempuran Corona”, Kamis (12/11).

Hirwandi mengungkapkan dari Maret hingga Mei memang mengalami penurunan ini dikarenakan adanya penerapan Pembatasa Bersekala Besar (PSBB) yang di keluarkan pemerintah daerah tetapi pada bulan Juni – September pasar properti kembali naik walaupun belum maksimal. Ini karena masa pandemi sekarang ini justru masyarakat membutuhkan hunian karena harus berada di rumah.

Ia baerharap di akhir tahun nanti bisa merangkak naik lagi walaupun di bulan desember nanti hanya ada 23 hari efektif. “selama masih ada cinta orang pasti butuh rumah dimana ada orang butuh rumah maka disitu ada BTN,” kata Hirwandi.

Penurunan market di properti juga di katakan oleh Junaidi Abdillah, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Seluruh indonesia (Apersi) bahwa pada masa pandemi dari maret hingga nanti desember akan ada penurunan sebanyak 60 persen,

“Pada masa covid tidak bisa lagi di prediksi dan pastikan berapa serapan. menurun antara 60 persen sampai akhir tahun dan kondisi saat ini tidak bisa tancap gas dan harapan kita masa sulit ini bisa di lalui,” tutur Junaidi.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Penurunan ini dikarenakan banyaknya perusahan perusahaan yang kurang produktif sehingga meminimalisir pengeluaran bahkan bisa memutuskan hubungak kerja karyawan. ia juga mengungkapkan bahwa potensi permintaan hunian turun mencapai 40 persen dikarenakan situasi yang memaksakan menurun bukan peminat.

Semengara itu Tuti Mugiastuti, Direktur Utama TMA Group mengungkapkan memang 3 bulan pertama pandemi mengalami penurunanmencapai 60 persen, tetapi di bulan Agustus- oktober permintaan KPR meningkat kembali pada kalangan menengah kebawah karena strategi pemasaran yang mengadakan promo besar besaran.

“Prospeknya apapun kondisinya rumah subsidi akan tetap diminati karena aadanya bantuan dri pemertintah . perumahan subsidi adalah jawaban yang tepat untuk masyarakat indonesia karena memang pendapatan rata rata 4 juta perbulan,” ungkapnya.

Tuti mengatakan TMA Group terus on the treck dengan dengan yang di targetkan yaitu penyerahan kunci pada awal tahun, dengan membangun 3 perumahan di bandung , di tambun dan cikarang. dengan lebih darai 500 hunian baru. (AK)


Credit Photo :Ilustrasi hunian perumahan sederhana. SHUTTERSTOCK


 

Atti K.

close