Potensi Menggarap Bisnis Marketplace Workshop

Potensi Menggarap Bisnis Marketplace Workshop

“Kesulitan mencari tempat yang cocok untuk mengiklankan penawaran tersebut,.”

Potensi Menggarap Bisnis Marketplace Workshop


Telegraf, Jakarta – Di Singapura, ada banyak situs direktori, untuk para guru yang ingin memberikan les atau kelas mengajar. Bahkan, ada banyak kelas digelar dengan biaya tak kurang dari ribuan dollar hanya untuk melatih keterampilan menjual produk baik produk jasa maupun produk lainnya.

Kondisi inilah yang menjadi inspirasi bagi Jourdan Kamal untuk mengembangkan hal serupa di Indonesia. Kebetulan, lulusan National University of Singapore ini pada tahun 2012 harus harus pulang ke Indonesia untuk menemani sang ibu karena ayahnya meninggal.

Awalnya ia bercerita, ide untuk membuat sebuah start-up dibidang pendidikan itu, tak sengaja lantaran sang adik yang berprofesi sebagai guru kesulitan untuk menawarkan jasa mengajar bahasa Inggris dan Mandarin. “Kesulitan mencari tempat yang cocok untuk mengiklankan penawaran tersebut,.” ungkapnya.

Ia mengemukan iklan-iklan semacam itu hanya bisa ditemui di situs iklan baris OLX.com. Dari sana lah muncul ide untuk membuat sebuah situs yang segmented yang mengkhususkan diri berisi direktori guru dan juga informasi workshop bernama maubelajarapa.com.

Berbekal pendidikan teknologi informasi atawa information technology (IT) ia pun mulai mengembangkan maubelajarapa.com dengan modal sendiri. Saat ini ia berujar, per bulan situs tersebut bisa membuka ratusan kelas. Kelas-kelas tersebut bukanlah murni 100 persen kelas yang diinisiasi oleh tim maubelajar.com. Mayoritas kelas juga diinisiasi oleh parner dengan sistem pembagian hasil alias ada biaya yang dipungut dari setiap tiket yang terjual di maubelajarapa.com. “Sebanyak 80% kami berpartner” ungkapnya.

Baca Juga :   Perkuat Literasi Digital, Kominfo Ajak Bijak Gunakan Medsos di Era Digital

Berbagai kelas pernah diadakan mulai dari kelas masak, kelas kaligrafi, fotografi dan sebagainya. Tiap orang bisa mendaftar sebagai pengajar atau peserta. Jourdan tidak membatasi tema dalam kelas-kelas yang helat. Masing-masing partner atau pengajar bisa menentukan sendiri berapa harga yang setiap kelas yang diadakan. “Ke depan harapan satu bulan bisa 1.000 kelas,” ungkapnya.

Sampai sejauh ini ia belum berpikir untuk melakukan fundrising untuk maubelajarapa.com. Musababnya dengan sistem yang ada sekarang pun maubelajarapa.com sudah mencatatkan untung. “Tapi belum tahu ke depan akan bagaimana, mungkin bisa saja dipertimbangkan,” ungkapnya.

Jika dilihat secara umum, star-up dibidang pendidikan memang mulai banyak, sebut saja Ruang Guru.com dan Quiper.com, RuangSoal.com, Tutor.co.id dan lain-lain. Meski begitu Jourdan mengatakan tak gentar menghadapi persaingan. Ia menuturkan, pasar di bidang pendidikan amatlah luas lantaran jumlah penduduk muda dan produktif di Indonesia terus bertambah. (Red)

Foto : Ilustrasi marketplace online. | Isotock


KBI Telegraf

close