Polri, Kejagung dan KPK Sepakati MOU Pemberantasan Korupsi

Polri, Kejagung dan KPK Sepakati MOU Pemberantasan Korupsi

"Kerjasama ini penting untuk membuat langkah-langkah pemberantasan korupsi semakin baik lagi. Dan mesin pemberantasan korupsi akan lebih besar jangkauannya dalam menindak korupsi,"

Polri, Kejagung dan KPK Sepakati MOU Pemberantasan Korupsi


Telegraf, Jakarta – Program pemerintah dalam memberantasan tindak pidana korupsi di Negara ini tampaknya tidak main-main, Tiga lembaga penegak hukum yang terdiri dari Polri, Kejaksaan Agung dan KPK, sepakat dan menandatangani kerjasama dalam bidang pemberantasan korupsi, yang digelar di Ruang Pusdalsis Mabes Polri, pada hari Rabu,(29/3/2017).

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, MA, PHD, Jaksa Agung HM. Prasetyo, dan Ketua KPK Agus Raharjo.

Dalam sambutanya, Kapolri Jenderal Pol Drs Tito Karnavian, MA, PHD mengatakan, dengan adanya kesepakatan kerjasama dalam bidang pemberantasan tindak pidana korupsi tersebut, kita akan bersinergi sehingga jangkauannya dalam menindak perkara korupsi akan lebih besar.

“Kerjasama ini penting untuk membuat langkah-langkah pemberantasan korupsi semakin baik lagi. Dan mesin pemberantasan korupsi akan lebih besar jangkauannya dalam menindak korupsi,” ujar Tito.

Sementara itu, Jaksa Agung HM. Prasetyo, menyampaikan hal yang senada, bahwa sinergi tersebut sangat penting, karena dalam memberantas korupsi Kejaksaan sering dihadapkan dengan para pelaku tindak pidana korupsi adalah orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

“Penggunaan jalur hukum seperti praperadilan hanya salah satu saja, tetapi penggunaan jalur atau pengaruh di luar hukum ini yang perlu diperhatikan,” terang Prasetyo.

Jaksa Agung juga menyoroti penggunaan pengaruh oleh pelaku korupsi yang bahkan menggunakan lembaga politik. Selain itu penggunaan media dan media sosial yang mempengaruhi persepsi publik perlu menjadi perhatian bersama.

Sedangkan Ketua KPK Agus Raharjo menyampaikan, bahwa tindak pidana korupsi adalah suatu permasalahan besar dan sangat mempengaruhi kesejahteraan bangsa. Dan ia berharap dengan dibuatnya kesepatan ini akan membawa semangat baru dalam hal pemberantasan korupsi.

“Kesepakatan baru ini akan membawa semangat baru pemberantasan korupsi yang lebih sinergis dan menyeluruh.” ungkap Agus. (Red)

Photo Credit : Rengga Sancaya


KBI Telegraf

close