Connect with us

Politika

MPR Dukung Kebijakan Panglima TNI Terkait Diskriminasi Keturunan PKI

Published

on

Photo Credit : Wakil ketua MPR yang juga politisi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. FILE/Dok/Ist. Photo

Telegraf – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai sikap Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa yang menolak diskriminasi keturunan PKI untuk menjadi prajurit TNI sesuai dengan TAP I/MPR/2003 tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan MPR Tahun 1960—2000.

“Kebijakan Panglima TNI menolak larangan anak keturunan anggota PKI sebagai calon prajurit TNI pada dasarnya selain karena tidak ada larangan dalam TAP XXV/MPRS/1966, juga dalam perkembangannya telah ada Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003 tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan MPR Tahun 1960—2000,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (01/04/2022).

Hal itu dikatakannya terkait keputusan Jenderal TNI Andika dalam sebuah rapat rekrutmen calon prajurit TNI 2022 yang mengoreksi salah satu poin persyaratan dalam rekrutmen prajurit TNI, yaitu larangan keturunan mantan anggota PKI sebagai calon prajurit TNI.

Panglima TNI menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada dalam ketentuan hukum TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 yang melarang keturunan PKI untuk memperoleh hak-hak kewarganegaraannya.

Basarah menilai TAP XXV/MPRS/1966 adalah TAP tentang pembubaran PKI, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi PKI. Selain itu, larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis/marxisme-leninisme.

“Dalam TAP XXV/MPRS/1966 dimuat ketentuan pembubaran PKI, termasuk semua bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai ke daerah beserta semua organisasi yang seazas/berlindung/bernaung di bawahnya dan pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah kekuasaan NKRI bagi PKI,” terangnya.

Dalam TAP MPRS itu, kata dia, memuat pernyataan larangan setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta media bagi penyebaran atau pengembangan paham atau ajaran tersebut.

Basarah juga menegaskan bahwa dalam Pasal 2 TAP I/MPR/2003 dinyatakan TAP XXV/MPRS/1966 tetap berlaku dengan ketentuan yaitu diberlakukan dengan berkeadilan dan menghormati hukum, prinsip demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Keberadaan Pasal 2 TAP I/MPR/2003 masih berlaku hingga saat ini sebagaimana dinyatakan Pasal 7 ayat (1) dan penjelasannya di UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” imbuhnya.

Selain TAP XXV/MPRS/1966 dan TAP I/MPR/2003, kata dia, juga terdapat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 011-017/PUU-I/2003 tanggal 24 Februari 2004 yang bersifat final dan mengikat yang menyatakan setiap pelarangan yang mempunyai kaitan langsung dengan hak dan kebebasan warga negara harus didasarkan atas putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Selain itu, menurut dia, dalam putusan tersebut juga dinyatakan suatu tanggung jawab pidana hanya dapat dimintakan pertanggungjawabannya kepada pelaku (dader) atau yang turut serta (mededader) atau yang membantu (medeplichtige).

“Maka, menjadi suatu tindakan yang bertentangan dengan hukum, rasa keadilan, kepastian hukum, serta prinsip-prinsip negara hukum apabila tanggung jawab tersebut dibebankan kepada seseorang yang tidak terlibat secara langsung,” ujarnya.

Berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut dan untuk menjunjung tinggi prinsip supremasi hukum, dia menilai sudah tepat Panglima TNI menyampaikan pernyataan yang menolak diskriminasi latar belakang keluarga calon prajurit TNI.

Menurutnya, Jenderal Andika sebagai Panglima TNI sangat menyadari jika TNI tidak berpedoman pada hukum, akan menimbulkan kekacauan kehidupan bernegara.

Photo Credit : Wakil ketua MPR yang juga politisi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. FILE/Ist. Photo

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Politika

Jadi Partai Paling Populer Bagi Anak Muda, Ini Rahasia Golkar

Published

on

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. JP/Wendra Ajistyatama
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. JP/Wendra Ajistyatama

Telegraf – Survei CSIS menyebutkan Partai Golkar populer di kalangan pemilih muda. Golkar meraih popularitas sebesar 94 persen di kalangan pemilih muda atau paling tinggi di antara partai-partai lainnya.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai tingginya popularitas partai Golkar di kalangan pemilih muda merupakan hal yang wajar. Hal ini karena Partai Golkar telah membangun kedekatan dengan pemilih muda sejak lama.

Apalagi, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dekat dengan kaum muda. Apalagi, partai berlambang beringin itu mempunyai anggota dewan dari kalangan milenial.

“Mereka (Golkar) ada program terencana untuk bisa mendekati kalangan milenial dan generasi Z. Sudah lama dan program sudah jalan. Sudah ada anggota DPR yang milenial. Itu menjadi amunisi untuk menjadi contoh teladan dan mendekati anak milenial,“ kata Ujang, Selasa (27/09/2022).

“Hasil survei CSIS tidak berdiri sendiri. Hasil survei yang menempatkan Partai Golkar populer di kalangan pemilih muda karena usaha dan kerja keras Airlangga Hartarto bersama para kader dan pengurus Golkar mendekati kalangan muda,” jelasnya.

“Itu atas usaha dan kerja keras semua pengurus dan anggota Golkar untuk mendekati kalangan muda, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ketua umumnya, mengurus kartu prakerja, kan itu banyak dibutuhkan milenial. Mungkin itu juga dampaknya ada, dan kesukaan di kalangan anak anak milenial,” imbuhnya.

Dengan adanya wakil rakyat dari kalangan muda juga ketua umum yang dekat dengan kaum muda, Ujang menilai Golkar tinggal mewujudkan aspirasi pemilih muda.

“Saya melihat bahwa karakter pemilih muda, butuh pemimpin yang muda, cerdas, dan bisa memberikan harapan kepada mereka, termasuk memberi harapan seperti biaya pendidikan yang murah, beasiswa, pekerjaan, itu isu-isu yang penting bagi mereka,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DPP Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengungkapkan hasil survei CSIS menggambarkan kepekaan Golkar terhadap generasi muda.

“Ini menunjukan bahwa Golkar sangat peka terhadap kebutuhan dan pandangan pikiran generasi muda Indonesia,” katanya.

Menurutnya, popularitas dan kesukaan generasi muda terhadap Golkar harus disertai dengan kebijakan partai yang mampu menjawab kebutuhan dan menepis kekhawatiran generasi muda.

Dave mengungkapkan semangat itu diusung Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian. Lahirnya program kartu prakerja juga merupakan buah dari semangat tersebut.

“Pak Airlangga ini selaku Menko Perekonomian sudah selalu menjawab tentang kebutuhan generasi muda, baik itu kartu prakerja, UU Cipta Kerja itu merupakan (jawaban) dari kekhawatiran generasi muda tentang masa depan,” ungkapnya.

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Politika

Survei CSIS: PDIP Kalah Populer Dari Golkar di Segmen Pemilih Muda

Published

on

Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

Telegraf – Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan Golkar menjadi partai terpopuler bagi kalangan pemilih muda pada Pemilu 2024. Golkar meraih dukungan 94 persen mengalahkan PDIP, Gerindra dan Demokrat. Tak terkecuali NasDem dan Perindo.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes menyebutkan, PDIP mendapatkan dukungan sebesar 93,5 persen bagi pemilih muda. Sedangkan Gerindra sebesar 92,7 persen dan Demokrat sebesar 91,6 persen.

“Relatif pengenalan terhadap partai kita sudah cukup tinggi dengan jarak antar 4 partai berjaraknya tipis-tipis aja nih. Golkar, PDIP, Gerindra, kemudian Demokrat tipis-tipis tapi sudah lewat di atas angka 90 persen. Baru kemudian NasDem, Perindo,” kata Arya saat rilis survei CSIS, Senin (26/09/2022).

Menurut Arya, tingkat pengenalan responden terhadap partai sudah cukup tinggi. Golkar yang dipimpin ketum Airlangga Hartarto mampu merebut hati pemilih muda. Namun dalam hal kesukaan, Golkar hanya mendapatkan dukungan 75,9 persen atau di bawah Demokrat (82,0 persen), dan Gerindra (79,0 persen). Sementara, tingkat kesukaan pemilih muda terhadap PDIP hanya sekitar 68,2 persen.

Survei digelar pada 8-13 Agustus 2022 dengan menyasar responden berusia 17-39 tahun. Total 1.200 responden dalam survei diasumsikan sebagai pemilih muda karena sudah memiliki hak pilih.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kominfo Nurul Arifin mengaku mengapresiasi hasil survei CSIS yang menunjukkan partai beringin masih populer di kalangan pemilih muda. Padahal, Golkar merupakan partai tertua di Tanah Air.

“Saya pribadi mengepreasi hasil survei ini. Ternyata Golkar sebagai partai tertua di Tanah Air, hingga kini masih relate dengan anak muda atau pemilih muda,” kata Nurul Arifin.

Nurul menegaskan, hasil survei CSIS ini menunjukkan apa yang diperjuangkan Golkar selama ini bisa diterima kalangan pemilih muda. Kondisi ini sesuai dengan hasil perolehan Golkar di Pilkada 2020 lalu. Yakni, Golkar menjadi penyumbang kader muda terbanyak dengan 60 kader muda yang didorong di Pilkada 2020.

“Bahkan, 25 diantaranya berhasil lolos atau menang di Pilkada, baik menjadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Golkar juga berhasil menjadi penyumbang tiga kader muda yang duduk di parlemen Senayan, dari 10 wakil rakyat termuda. Mereka, yakni, Puteri Komarudin, Dyah Roro Esti, dan Adrian Jopie Paruntu, yang saat terpilih masih berusia di bawah 27 tahun.

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Politika

CSIS Sebut Elektabilitas Ganjar Kalah Dari Anies, Ini Alasannya

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/M Agung Rajasa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/M Agung Rajasa

Telegraf – Center of Strategic and International Centre (CSIS) merilis hasil survei terbaru terkait tingkat keterpilihan (elektabilitas) bakal calon presiden (capres) yang digadang-gadang bakal berkontestasi pada Pilpres 2024 mendatang. Hasilnya, Gubernur DKI Anies Baswedan tidak terkalahkan (47%) mengalahkan Ganjar Pranowo (43,9%). Apabila kedua figur diadu secara head to head, Ganjar bisa kalah lantaran tidak mendapatkan limpahan suara dari pendukung capres lain.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes mengakui Ganjar unggul dalam beberapa simulasi, namun tak mampu membenamkan potensi Anies. Dalam survei yang dilaksanakan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden berusia 17-39 tahun di 34 provinsi selama 8-13 Agustus 2022, elektabilitas Anies mengalahkan Ganjar yang hanya mendapat 43,9% dukungan.

“Perubahan lain yang akan memengaruhi peta politik dalam Pemilu 2024 nanti adalah meningkatnya akses pemilih muda terhadap media sosial dan tingginya perhatian mereka pada isu-isu kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan, demokrasi, dan pemberantasan korupsi,” kata Arya, dalam rilis survei yang diterima di Jakarta, Senin (26/09/2022).

Berdasarkan survei tersebut, responden diminta untuk memilih tiga bakal calon presiden, hasilnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masuk tiga besar. Ganjar meraih suara sebanyak 33,3% diikuti oleh Anies dengan 27,5% dan Prabowo meraih 25,7%, namun jika diadu dalam simulasi Anies mampu mengalahkan Ganjar dan Prabowo.

Arya mengungkapkan, keoknya Ganjar jika diadu dengan Anies lantaran politisi PDIP tidak mendapat limpahan suara dari pendukung Prabowo Subianto. Ganjar unggul (47,2%) jika diadu dengan Prabowo (45%). Begitu pula Anies unggul (47,9%) jika diadu dengan Prabowo (45%). Namun Anies unggul jika diadu dengan Ganjar karena mendapatkan limpahan suara dari pendukung Prabowo.

“Karena ada perpindahan dukungan pemilih dari calon-calon sebelumnya, kalau dari ini dari pemilihnya Pak Prabowo,” tandasnya.

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Politika

Dekati Kiai NU, Upaya Prabowo Garap Suara Umat

Published

on

Prabowo Subianto di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. FILE/Twitter @prabowo
Prabowo Subianto di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. FILE/Twitter @prabowo

Telegraf  – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan kunjungan Prabowo Subianto ke para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bentuk strategi menjaga basis suara umat islam.

“Ini memperlihatkan arah baru untuk segmentasi atau basis politik yang dituju, kita tahu pada 2014 dan 2019 arahnya itu dengan tokoh-tokoh Islam di PA 212 dengan FPI, tetapi pada hari ini kecenderungannya kepada tokoh-tokoh NU, baik di Jawa Tengah dan nanti kiai-kiai NU di wilayah lain,” katanya dalam keterangan yang diterima, (26/09/2022).

Qodari menyatakan upaya yang dilakukan oleh Prabowo merupakan langkah tepat karena NU merupakan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia dengan jumlah pengikut sebanyak 30-40 persen penduduk Muslim di Tanah Air.

“Menurut saya, salah satu arah atau strategi baru yang penting dari Pak Prabowo bahwa beliau itu tetap dekat atau mempertahankan basis Islamnya tetapi arahnya lebih kepada Islam tradisional,” jelasnya.

Ia mengatakan pilihan yang diambil Prabowo sangat benar karena NU sebagai organisasi Islam dengan pengikutnya paling banyak.

“Kalau survei dari dulu sampai sekarang konsisten karena survei itu nggak pernah di bawah 33 persen atau sepertiga dari Islam itu adalah NU, bahkan bisa mencapai 40 persen. Jadi menurut saya ini bisa menjadi ‘game changer’ untuk Pak Prabowo pada 2024,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan silaturahim atau sowan dengan 9 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang didirikan KH Chudlori yang kini diasuh KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf pada Jumat (24/09/2022).

Adapun 9 kiai sepuh NU di Jawa Tengah tersebut di antaranya H. Muhammad Zaim Ahmad (Kabupaten Rembang), KH. Badawi Basyir (Kabupaten Kudus), KH. Zaenal Arifin (Kabupaten Demak), KH. Solahudin (Kabupaten Brebes), KH. Khaidar (Kabupaten Temanggung), KH. Nur Hidayat (Wonosobo), KH. Solikhun (Kabupaten Magelang), KH Much Attabiq Baqir (Kabupaten Purworejo), KH Nasrul Arif Abdurrahman (Tegalrejo).

Prabowo bertemu dengan 9 kiai sepuh berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) didampingi Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar berdiskusi mengenai koalisi antara Gerindra dan PKB pada pilpres 2024 sekaligus meminta dan mendengarkan masukan dari 9 kiai sepuh.

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Politika

Prabowo Dinilai Setia Pada Jokowi

Published

on

By

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo bersilaturahmi di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (02/05/2022). BPMI Setpres/Lukas
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo bersilaturahmi di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (02/05/2022). BPMI Setpres/Lukas

Telegraf – Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto telah membuktikan kinerja dan kesetiaan terhadap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Meski pernah menjadi rival presiden Jokowi pada dua pemilihan presiden, Prabowo telah membuktikan kinerja dan kesetiaan terhadap presiden selama menjadi menteri pertahanan di dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin,” kata Bawono melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, (24/09/2022).

Kesetiaan tersebut, menurut Bawono, membuahkan dukungan dari Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) yang menyatakan akan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 jika Ganjar tak dipilih PDI-P menjadi calon presiden (capres).

Bawono mengatakan pernyataan Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer tersebut merupakan pertanda jelas kecenderungan arah dari dukungan Presiden Joko Widodo kepada Prabowo.

“Sebagai salah satu relawan utama Joko Widodo dalam dua pemilihan presiden terdahulu tentu saja tidak mungkin apa disampaikan oleh GP Mania tersebut tanpa terlebih dahulu dikomunikasikan dengan Presiden Jokowi,” ujar Bawono.

Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel memandang Prabowo sebagai figur yang teruji untuk meneruskan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menurut Noel, ada beberapa alasan GP Mania akan pilih Prabowo. Pertama, Prabowo membuktikan komitmennya bekerja untuk pemerintahan Jokowi.

“Dulu ada kekhawatiran ketika Pak Prabowo masuk jadi Menteri Pertahanan, ada namanya kudeta, ternyata teori itu tidak ada,” ujar Noel.

Kedua, Prabowo dinilai menjaga integritas sebagai negarawan dan sosok yang bersih dari perilaku korupsi.

“Beliau tidak mencuri di kementerian itu sendiri,” katanya.

Alasan ketiga, Prabowo adalah sosok yang menghadapi masalah dengan kepala dingin.

“Beliau dalam menghadapi persoalan pelik, menghadapi pergerakan yang resisten dengan dia, tapi beliau tenang,” kata Noel.

Terakhir, Noel merasa Prabowo sebagai figur kandidat capres yang layak didukung karena punya elektabilitas tinggi.

“Pak Prabowo belum bekerja (kampanye) saja elektabilitasnya nomor dua (setelah Ganjar), apalagi beliau bekerja,” ucapnya.

Edo W.
Latest posts by Edo W. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close