Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Polisi Sebut Editor Metro TV Bunuh Diri, Berikut Ini Penyebabnya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Polisi Sebut Editor Metro TV Bunuh Diri, Berikut Ini Penyebabnya

Aris Maulana Minggu, 26 Juli 2020 | 01:22 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Polisi beberkan Dari sejumlah fakta yang ditemukan, polisi menyimpulkan editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri.
Bagikan

Polisi akhirnya mengungkapkan penyebab kematian editor Metro TV Yodi Prabowo. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Yodi diduga kuat bunuh diri.

“Dari beberapa faktor penjelasan dari TKP, keterangan ahli, keterangan saksi, olah TKP, keterangan lain dan bukti petunjuk lain, penyidik sementara ini berkesimpulan bahwa yang bersangkutan diduga kuat melakukan bunuh diri,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/07/20).

Kesimpulan tersebut, hasil dari pemeriksaan saksi-saksi dan ahli, bukti-bukti yang ada dan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan juga petunjuk-petunjuk yang ada.

“Fakta kedua tidak ditemukan ada ceceran darah di tempat lain,” katanya

Sampel darah yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) juga merupakan darah korban. Polisi pun mendapati rambut di sekitar lokasi jenazah, yang ternyata milik almarhum.

“Satu bilah pisau ditemukan saat di TKP, nanti ada kaitannya dengan penjelasan berikut. Di TKP ditemukan rambut, rambut ini sudah dicek dan ini milik korban,” ungkapnya.

Namun, menurut polisi ada sejumlah hal yang diduga melatari terjadinya aksi nekat tersebut.

Salah satunya kemungkinannya ialah bahwa korban mengalami depresi.

Menderita Penyakit Kelamin

Yodi disinyalir terjangkit penyakit kelamin mematikan. Karena itu ia sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, Jakarta Pusat.

“Tim menemukan adanya catatan transaksi keuangan di RSCM Kencana. Di sana yang bersangkutan melakukan tes dan konsul di RSCM,” imbuh Tubagus.

Hasil konsultasi, dokter menyarankan Yodi melakukan tes HIV. Meski begitu hingga akhirnya ditemukan tewas, almarhum tak mengambil hasil tes tersebut.

“Melakukan konsultasi ke dokter, disarankan melakukan pengecekan, ada dilakukan atas dirinya sendiri, apakah positif HIV, tapi sampai korban meninggal dunia belum diambil,” terangnya.

Polisi pun menyebut ada keterkaitan antara kondisi kesehatan Yodi, dengan depresi yang ia alami sehingga nekat melakukan aksi bunuh diri.

“Sangat terkait, munculnya depresi (akibat kondisi kesehatan), ini dijelaskan ahli psikologi forensik. Keterkaitan faktor-faktor tersebut dengan fakta penyelidikan,” tandasnya.

Memakai Sabu

Yodi Prabowo juga diduga mengkonsumsi sabu-sabu. Hal ini terungkap setelah tes dilakukan terhadap darah dan rambut almarhum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter Polri, urine pemuda 26 tahun itu positif amfetamin atau zat yang terkandung dalam sabu-sabu, Yodi pun diperkirakan sudah lama memakai narkoba.

“Almarhum sudah lama menggunakan (sabu),” ujar Dokter Spesialis Forensik Instalasi RS Bhayangkara Kramat Jati, Arif Wahyono, Sabtu (25/07/20).

Polisi tak mengungkapkan berapa lama Yodi memakai barang haram tersebut. Yang pasti, terakhir sabu dikonsumsi Yodi jelang bunuh diri.

“Tiga hari sebelum meninggal dunia ia (Yodi) memakai (sabu),” katanya.

Polisi pun mengaitkan penggunaan sabu dengan aksi bunuh diri Yodi. Menurut petugas, pemakaian narkoba diyakini membuat almarhum kian nekat melakukan aksinya.

“Setelah diperiksa urine-nya positif amfetamin. Jadi apa pengaruhnya dengan kejiwaan? Yaitu meingkatnya keberanian yang luar biasa, jangan pernah membandingkan pikiran orang normal dengan orang tidak normal (orang pemakai narkoba) tidak sepadan,” imbuh Tubagus Ade.

Yodi diketahui menghabisi nyawanya sendiri dengan menusuk dadanya menggunakan pisau. Penusukan dilakukan sebanyak empat kali.

Selain itu Yodi juga menggorok lehernya. Luka sayatan pada leher inilah yang menjadi penyebab tewasnya kekasih Suci Fitri Rohmah tersebut. Adapun depresi karena kesehatannya, yang diduga menjadi alasan Yodi memilih mengakhiri hidup.


Photo Credit: Polisi beberkan sejumlah fakta yang ditemukan, polisi menyimpulkan editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri. Johan Tallo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?