PNM Fokuskan Perluasan Layanan ke Seluruh Pelosok Indonesia

“PNM melalui layanan Mekaar memberikan pembiayaan kepada kelompok perempuan prasejahtera, yang merupakan pelaku usaha ultra mikro. Hal ini yang menjadi keunikan PNM karena memberikan kesempatan kepada segment yang kerap kali sulit mendapatkan akses keuangan”.

PNM Fokuskan Perluasan Layanan ke Seluruh Pelosok Indonesia


Telegraf, Jakarta – Lembaga keuangan non bank milik pemerintah, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang disingkat PNM mengadakan kegiatan buka puasa bersama media di Jakarta, Jumat (o9/06/2017). Kegiatan yang dihadiri oleh beragam media cetak, online dan TV berlangsung meriah dengan diawali dengan diskusi bertemakan “Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program PNM”.

Diskusi menghadirkan Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM; Rofikoh Rokhim, Dosen Tetap Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia; dan Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF).

“PNM memiliki dua layanan yang bertujuan untuk memajukan ekonomi kerakyatan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Kerluarga Sejahtera (Mekaar). Kedua layanan tersebut memberikan pembiayaan serta pembimbingan usaha kepada pelaku Usaha, Mikro dan Kecil (UMK) dan perempuan prasejahtera,” papar Parman Nataatmadja dalam acara tersebut.

PNM berkomitmen untuk memperluas jaringan layanan hingga dapat hadir di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini PNM telah hadir di 3.500 kecamatan di 32 provinsi Indonesia.

Sejalan dengan paparan dari Parman Nataatmadja, Rofikoh Rokhim menyatakan, “PNM melalui layanan Mekaar memberikan pembiayaan kepada kelompok perempuan prasejahtera, yang merupakan pelaku usaha ultra mikro. Hal ini yang menjadi keunikan PNM karena memberikan kesempatan kepada segment yang kerap kali sulit mendapatkan akses keuangan”.

Saat ini layanan PNM Mekaar yang diluncurkan pada November 2015, telah memiliki 639 cabang PNM Mekaar dan melayani 834.711 nasabah di seluruh Indonesia.

Layanan kepada Nasabah PNM ULaMM akan terus ditingkatkan dengan menerapkan sistem Otomasi yang merupakan teknologi informasi yang akan mempercepat proses pendataan nasabah hingga pada proses pencairan dana pembiayaan nasabah.

”Mengedepankan fungsi teknologi untuk pemutakhiran proses dan tujuan usaha atau bisnis. Sektor Keuangan kini sudah menyadari potensi-potensi tekhnologi untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan seluruh proses bisnis,” ujar Ardi Sutedja.

Sebelumnya petugas ULaMM masih melalukan pendataan secara manual melalui komputer yang ada di kantor, kini petugas ULaMM dapat langsung melakukan pendataan langsung di lokasi nasabah berada. Hal tersebut menyederhanakan seluruh proses bisnis, demikian ungkap Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF). (SP)

Photo Credit : Telefoto


KBI Telegraf

close