PKC Meminta Batas Masa Jabatan Presiden China Dihapuskan

PKC Meminta Batas Masa Jabatan Presiden China Dihapuskan

"Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok mengusulkan dihapuskannya pasal yang menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden Tiongkok tidak boleh menjabat selama lebih dari dua periode berturut-turut."

PKC Meminta Batas Masa Jabatan Presiden China Dihapuskan


Telegraf, Beijing – Partai Komunis China (PKC) mengusulkan agar pasal yang membatasi masa jabatan presiden yang hanya selama dua periode berturut-turut dihapuskan.

Sesuai konstitusi setempat, masa jabatan Presiden Xi Jinping akan berakhir pada 2023 mendatang. Sebelumnya diyakini bahwa Xi akan berusaha memperpanjang masa kekuasaannya.

Kantor berita pemerintah Xinhua pada Minggu (25/02/2018) memberitakan: “Komite Sentral Partai Komunis China mengusulkan dihapuskannya pasal yang menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden Tiongkok tidak boleh menjabat selama lebih dari dua periode berturut-turut.”

Presiden Xi Jinping disebut-sebut sebagai pemimpin Tiongkok paling berkuasa sejak era Mao Zedong.

Para anggota Komite Sentral itu dijadwalkan akan menggelar pertemuan di Beijing, Senin (26/02/2018). Usulan tersebut akan diajukan ke sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional yang akan dimulai pada 5 Maret mendatang.

Xi menjabat sejak 2013 dan berdasarkan sistem yang berlaku sekarang dia harus pensiun pada 2023.

Batasan masa jabatan presiden dilakukan pada tahun 1990 an, ketika pada saat kepemimpinan Deng Xiaoping yang berusaha mencegah berulangnya kekacauan yang terjadi seperti pada masa pemerintah Mao Zedong. (Red)


Photo Credit : Xi Jinping disebut-sebut sebagai pemimpin Tiongkok paling berkuasa sejak era Mao Zedong. | Reuters/Lionel Bonaventure

KBI Telegraf

close