Philips Hadirkan Pencahayaan Berbasis Digital Melalui LAC

“Dengan membuka Lighting Application Center, kami memperlihatkan kepada pelanggan potensial, konsultan profesional, media dan para pelajar, bagaimana pencahayaan dapat berkontribusi dalam mengatasi beberapa tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia dan Indonesia”

Philips Hadirkan Pencahayaan Berbasis Digital Melalui LAC

Telegraf, Jakarta–Pertumbuhan ekonomi semakin membaik ini terlihat meningkatnya kelas menengah keatas, kalangan menengah keatas yang berusia muda pada tahun 2020 akan meningkat dua kali lipat, untuk itu Philips Lighting Indonesia mengambil peluang bisnis dimana di tahun 2020 teknologi informasi semakin pesat, kelas menangah ini membutuhkan hal yang praktis praktis dan Philips menyajikan pencahayaan yang tekoneksi (digital).

Menunjukan komitmennya di perekonomian Indonesia Philips terus berinovasi dan untuk menunjukan inovasi inovasi besutan dari Philips, Philips membuka Lighting Application Center (LAC), yang berlokasi di kantornya Jl.Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

“Dengan membuka Lighting Application Center, kami memperlihatkan kepada pelanggan potensial, konsultan profesional, media dan para pelajar, bagaimana pencahayaan dapat berkontribusi dalam mengatasi beberapa tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia dan Indonesia,” ungkap Eric Rondolat, Chief Executive Officer dan Chairman dari Board of Management Philips Lighting.

Eric juga mengatakan, Kebutuhan akan cahaya semakin banyak dimana populasi akan terus bertambah di perkotaan, banyaknya kebutuhan cahaya, dibutuhkan juga pencahayaan yang hemat akan energi, dan majunya teknologi, Philips menyajikan pencahayaan yang berbasis digital (terkoneksi dengan perkembangan teknologi seperti internet).

Eric menjelaskan LAC berfungsi sebagai ruang demonstrasi untuk aplikasi inovatif Philips Lighting yang dilengkapi pencahayaan Light Emitting Diode (LED) berteknologi canggih yang diprogram dengan fitur interaktif dan terkoneksi untuk pencahayaan yang berkelanjutan.

“Pergeseran menuju pencahayaan terkoneksi membantu kami mengatasi tantangan global dan mewujudkan apa yang paling penting bagi kami. yakni membuka potensi cahaya yang luar biasa untuk Brighter Lives (Kehidupan yang Lebih Terang) dan Better World (Dunia yang Lebih Balk) dengan menghubungkan cahaya dan manusia,” kata Eric.

Eric mencontohkan Tugu Monas yang sudah menyajikan kombinasi warna dinamis dan spektakuler dimalam hari, hampi 90.000 lampu jalanan di Jakarta yang di pasang LED terkoneksi yang lebih hemat energi, yang mana lampu bisa diredupkan sehingga bisa menghemat 50 Persen, Stadion Bantakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang juga di lengkapi dengan pencahayaan dengan pengelolaan lampu lebih mudah serta daya pandang saat di lapangan lebih baik. (Red)

Credit Photo: Atti Kurnia/Telegraf.co.id


 

Tanggapi Artikel