Connect with us

Philantrophy

BPKH Dan NU Care – Lazisnu Resmikan Bantuan Asrama Mahasiswa PTIQ Jakarta

Published

on

Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A


Telegraf – Institut PTIQ Jakarta menggelar acara peresmian asrama mahasiswa baru di Aula Hj. Zaleha sutowo. Asrama baru tersebut merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH RI dan NU Care Lazisnu di bidang Pendidikan dan Dakwah (26/10/2021) .

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Wakil Rektor II, Dr. Syamsul Bahri Tanrere, M.Ed., Adapun pihak BPKH RI yang hadir Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., selaku anggota bidang kesekretariatan Badan & Kemaslahatan BPKH RI dan Abdur Rouf, M.Hum., selaku Sekretaris PP NU Care Lazisnu.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, Saiful Arif, M.A., menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mahasiswa Semester 1 Institut PTIQ Jakarta.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Abdur Rouf, M.Hum., Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kemitraan LAZISNU dengan PTIQ harus berlanjut tidak hanya yang terkait infrastruktur melainkan terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Bahwa Institut PTIQ Jakarta merupakan lembaga yang paling tepat karena terbukti para alumninya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal pengabdian dan pelayanan keummatan” Ujar sekretaris LAZISNU yang juga merupakan alumnus Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.. Dalam sambutannya beliau membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Abdur Rouf, bahwa untuk menemukan alumni Institut PTIQ Jakarta diseluruh indonesia cukuplah mudah. Misalnya jika ada masjid besar, dapat dipastikan Imamnya adalah alumni PTIQ. Artinya dana yang dikeluarkan oleh BPKH tersebut akan sangat bermanfaat dalam proses mengkader para ulama yang kehadirannya sangat dirasakan oleh umat secara langsung.

 

Penyampaian sambutan akhir oleh Rahmat Hidayat, dalam penjelasannya disampaikan terkait sumber dana yang dipergunakan dalam setiap program kemaslahatan BPKH RI, untuk hal pembangunan asrama mahasiswa PTIQ. Beliau memastikan bahwa dana tersebut tidak berasal dari uang setoran haji melainkan berasal Nilai Manfaat pengelolaan Investasi Dana Abadi Umat (DAU). Dana tersebut disalurkan secara langsung maupun melalui mitra-mitra kerja sama, salah satunya adalah NU Care LAZISNU.

Terakhir, kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata, pembacaan doa oleh Bapak KH. Ahmad Dahuri, S.Q., M.A. direktur Ma’had Al-Qur’an, dan pemotongan pita oleh Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T.


Poto Credit : Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. doc/NU Care – Lazisnu


 

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Philantrophy

Ahmad Basarah Dukung Program Kemaslahatan BPKH

Published

on

Ahmad Basarah

Telegraf – Menurut data satuan tim tugas penanganan Covid-19 pada senin 20 September 2021 masih ada sekitar 1.932 orang dinyatakan positif, dengan total akumulasi sekitar 4.192.225 orang terkonfirmasi.

Jumlah tersebut ada sekitar 3.996.125 pasien sembuh, sementara mereka yang meninggal dunia mencapai 140.634 orang. Kasus Covid-19 dunia saat ini mencapai 219 juta kasus, sementara mereka yang meninggal telah mencapai 4 juta lebih pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 .

Peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pondok Pesantren sebagai penerima manfaat program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH RI) yang dilaksanakan oleh NU Care Lazisnu dilakukan secara daring zoom (24/09/2021).

Adapun peresmian daring ini dihadiri oleh :

  1. Rahmat Hidayat, SE, MT (Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan)
  2. Emir Rio Krishna (Deputi bidang kemaslahatan)
  3. Agung Sri Hendarsa & Ibu Indriayu Afriana (Kadiv kemaslahatan)
  4. Wahib MH, M.Si (Ketua PP NU Care – Lazisnu)
  5. Ahmad Basarah, M.H. Wakil Ketua MPR RI
  6. Abdul Ghofar Rozin (Ketua RMI NU)
  7. M.I. Sofwan Yahya (Kepala PP Luhur Al Tsaqafah)
  8. A. Aam Umar A’lam (Pengasuh Pondok Pesantren Fauzan)
  9. Muhammad Bin Ja’far (Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek)
  10. Abdul Ghofarrozin (Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati)
  11. Imdadurrohman Al Ubudi (Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin)
  12. Ahmad Arif Yahya (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading)
  13. Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean)

Sedangkan pondok pesantren yang menerima manfaat program Kesehatan, khususnya ruang isolasi Covid-19, diantaranya adalah :

  1. Pondok pesantren Luhur Staqafah Jakarta Selatan
  2. Pondok pesantren Fauzan Garut Jawa Barat
  3. Pondok Pesantren khas Kempek Cirebon Jawa Barat
  4. Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin, Cilacap Jawa Tengah
  5. Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah
  6. Pondok pesantren Miftahul Huda Gading Malang
  7. Pondok pesantren Fathul Ulum kwagean Kediri Jawa Timur.

Dalam sambutannya Ahmad Basarah mengatakan pemerintah kita telah bekerja keras, sehingga dalam beberapa minggu terakhir ini kita telah berhasil membuat Covid-19 di Indonesia turun, bahkan menurut John Hopkins University angkat pada minggu 19 September 2021 kemarin menyebutkan bahwa negara kita termasuk one of the best di dalam menangani Covid-19 .

Namun keberhasilan itu tetap harus kita waspadai karena bisa saja terjadi pada gelombang – gelombang berikutnya.

“Bahkan demi epidemologi Universitas Griffith Australia, Iki Budiman mengatakan bahwa ancaman gelombang 3 Covid-19 di akhir Desember yang akan datang diprediksi juga akan kembali di berbagai dunia, termasuk kemungkinan itu terjadi di Indonesia,” ujar Basarah.

Menurut laporan badan amil zakat nasional hingga akhir Agustus 2021, sekitar 723 kyai Indonesia meninggal dunia terinfeksi virus Covid-19, padahal per 27 Desember 2020 data resmi Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama mencatat saat itu baru hanya 230 meninggal dunia akibat Covid-19, artinya peningkatannya di tahun 2021 ini hampir 200%.

Ketua PP NU Care Lazisnu, M. Wahib M.H menyampaikan bahwa peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pesantren, sebagai penerima manfaat program kemaslahatan BPKH dan NU Care – Lazisnu adalah bukti nyata dari implementasi misi BPKH dalam upaya menanggulangi Covid-19.

BPKH bersama mitra kemaslahatan NU Care-Lazisnu melakukan kerjasama penyediaan ruang isolasi Covid-19 di 7 pondok pesantren. Program ini didukung sekaligus dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan haji.

Ayat 1 dan ayat 2 undang-undang ini dinyatakan bahwa dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan efisiensi penyelenggaraan haji serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan kemaslahatan umat.

Dengan kata lain pembiayaan fasilitas ruang isolasi di 7 pesantren tersebut dibiayai oleh dana haji, pendanaan itu harus halalan toyiban yang dilakukan dengan cara yang benar, sebab undang-undang sudah menyatakan dan mengaturnya demikian, yakni untuk melaksanakan program kegiatan untuk kemaslahatan umat islam.

Memberi amanat kepada BPKH agar menggunakan keuangan haji untuk banyak sektor, antara lain kegiatan program kemaslahatan umat islam. 7 program ini adalah tersedianya fasilitas yang layak untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya penanggulangan Covid-19 bagi pesantren, dan juga santri di pondok pesantren yang tujuan keduanya adalah tersosialisasinya program Haji dalam membantu menyediakan fasilitas kesehatan dan penanggulangan Covid-19 di pondok pesantren.

“RMI memawakili pondok pesantren sebagai penerima manfaat sangat bersyukur dengan hadirnya BPKH bersama-sama dengan NU Care-Lazisnu yang telah memfasilitasi adanya ruang isolasi. Hal ini sangat membantu pondok pesantren dalam meningkatkan ruang isolasi menjadi semacam poskestren kedepannya dan kemudian menjadi klinik, sehingga ketersediaan akses Kesehatan bagi santri semakin nyata dan terjangkau,” ujar Ketua RMI NU KH. Abdul Ghofar Rozin.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care-Lazisnu merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan.

Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada NU Care-Lazisnu dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masayarat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH Kembali Berikan Bantuan Dua Unit Kendaraan Untuk Ummat

Published

on


TelegrafBadan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama NU Care-LAZISNU melalui Program Kemaslahatan, menyerahkan bantuan berupa 2 unit kendaraan roda empat, diantaranya satu unit mobil siaga bencana untuk LPBI NU Kota Madiun, dan satu unit kendaraan operasional untuk PP GP Ansor Bangil Pasuruan.

Penyerahan dilakukan secara langsung di halaman gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 September 2021.

“Alhamdulilah sore ini kami beserta jajaran PBNU menyerahkan 2 unit mobil sekaligus, yang mana satu unit mobil siaga bencana untuk LPBI NU Kota Madiun, dan satu unit kendaraan operasional untuk PP GP Ansor Bangil Pasuruan. Mudah-mudahan semua menjadi keberkahan dan juga bisa berpartisipasi untuk kemaslahatan umat,” ujar Ketua PP NU Care Lazisnu, M. Wahib MH.

Sementara Wasekjen PBNU, Ir. Suwadi D, dalam sambutannya, berharap bantuan mobil tersebut bermanfaat bagi jama’ah dan bisa digunakan sesuai harapan.

“Semoga nantinya bisa digunakan baik untuk kebutuhan bencana, dan meningkatkan masyarakat haji dan kegiatan-kegiatan lain makmur. Dengan begitu, maka mobil ini tidak hanya digunakan penanganan bencana tapi juga menggerakkan partisipasi masyarakat di kawasan Madiun dan sekitarnya,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua PCNU Kota Madiun KH. M. Zainul Abidin, yang berharap agar mobil dapat bermanfaat tidak hanya untuk NU tapi juga masyarakat secara umum.

“Semoga ini semua bermanfaat bagi kami bukan hanya untuk NU tapi masyarakat secara umum. Dan semoga ini menjadi amal baik dari semuanya yang berperan di dalam terlaksananya bantuan ini. Saya atas nama PCNU kota Madiun menyampaikan terimakasih. Mudah-mudahan semua menjadi keberkahan dan juga bisa berpartisipasi untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat dalam sambutannya yang sekaligus meresmikan bantuan, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat Islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care LAZISNU merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan. Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Nu Care – LAZISNU dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masyarakat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

The Westin Surabaya Donasikan Makanan Sehat untuk Pasien COVID-19

-The Westin Surabaya membagikan paket makanan bernutrisi kepada tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di salah satu pusat perawatan COVID19 terbesar di Surabaya, Asrama Haji Surabaya

Bagikan Artikel

Published

on

The Westin Surabaya Donasikan Makanan Sehat


Telegraf – Seluruh staf dan tim dari hotel bintang lima, The Westin Surabaya, bersama-sama menyumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di Asrama Haji Surabaya, salah satu pusat perawatan COVID-19 terbesar di kota itu. Pengiriman makanan dan minuman tersebut dilakukan pada 19 Juli, bekerja sama dengan asosiasi relawan COVID-19 pemerintah Surabaya.

Kegiatan donasi ini merupakan komitmen The Westin Surabaya dalam mendukung masyarakat dan komunitas tempat hotel tersebut beroperasi. Sejumlah 150 paket makanan dan minuman sehat yang dibagikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersumber langsung dari Botanical Garden dan Chef’s Garden yang dimiliki dan dikelola oleh The Westin Surabaya.

“Kami menyadari pentingnya memberi perhatian lebih kepada tenaga kesehatan di Surabaya, yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan sesamanya selama pandemi ini,” ujar Alamsyah Jo, Complex General Manager The Westin Surabaya & Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah.

“Misi kami ialah untuk terus menghadirkan makanan gratis yang kaya nutrisi bagi mereka yang berada di garda terdepan pusat perawatan. Seluruh makanan ini kami kemas dengan sangat baik, sesuai dengan standar The Westin Surabaya, dan dibuat langsung oleh para koki dari kebun yang tersedia di area hotel,” tambah Jo.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) The Westin Surabaya yang sedang berlangsung selama pandemi. Ke depannya, program donasi makanan sehat dari hasil kebun ini akan rutin dilakukan setiap bulan, khususnya diperuntukkan bagi masyarakat yang paling terdampak, termasuk pengemudi ojek online dan panti asuhan.

Program donasi ini juga akan terus diselenggarakan untuk mendukung tim medis dan tim terkait lainnya yang merawat pasien yang pulih dari COVID-19 di Surabaya, termasuk masyarakat lokal lainnya yang terkena dampak COVID-19.

Saat ini, The Westin Surabaya juga menyediakan layanan khusus untuk tamu dan umum selama PPKM: Drive-Thru “Eat Well To Go” dan Drive-In Dine, dimana setiap pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu sehat dengan promo “Beli 2 Gratis 3” dan diskon hingga 50% pada jam 6 sore.

Dengan program dining terbaru ini, pengunjung juga diajak untuk berkontribusi dalam berbagi bersama The Westin Surabaya. Buka mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam dan bertempat di area Welcome Lobby The Westin Surabaya, mereka dapat memesan berbagai pilihan makanan dari Drive-Thru dan Drive-In Dine, dimana 10% dari hasil penjualan akan didonasikan untuk membantu tenaga kesehatan, pasien COVID-19, dan masyarakat yang terdampak pandemi, melalui asosiasi sukarelawan COVID-19 di Surabaya.

Kebun Gizi dan Makanan Sehat di The Westin Surabaya

The Westin Surabaya memiliki dua kebun di area hotel dan sekitarnya. Pertama, Botanical Garden yang berlokasi di Pakuwon Golf and Family Club, dengan total area hijau seluas 375m2, dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berkebun untuk para tamu hotel. Kebun kedua, Chef’s Garden yang berlokasi di dalam area hotel, menghadirkan berbagai produk segar dan bernutrisi untuk seluruh tamu dan karyawan The Westin Surabaya.

Jenis-jenis tanaman yang dapat ditemukan di Botanical Garden dan Chef’s Garden ini antara lain terong, bok choy, selada, mentimun, tomat, labu kuning, kunyit, jahe, kemangi, ubi jalar, dan lain-lain.


Photo Credit : Karyawan Hotel The Westin Surabaya saat memanen hasil tanam di kebun Botanical Garden. / Ist.Hotel The Westin Surabaya


 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH dan NU Care – LAZISNU Resmikan Bantuan Pembangunan Masjid At-taqwa di Cisauk, Tangerang – Banten

Published

on

By

BPKH dan NU Care - LAZISNU Resmikan Bantuan Pembangunan Masjid


Telegraf – NU Care LAZISNU, sebagai mitra kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI meresmikan Masjid At-taqwa di Cisauk, Tangerang – Banten, Kamis (16/6). Pembangunan masjid At- taqwa merupakan realisasi program kemaslahatan BPKH RI.

Bantuan ini sesuai dengan komitmen BPKH dalam menyalurkan nilai manfaat dari hasil dana abadi ummat (DAU) sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 Tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan salah satunya dalam bidang pembangunan sarana ibadah.

Peresmian dihadiri langsung anggota BPKH bidang kemasalahatan, Rahmat Hidayat, H. Bukhori Yusuf Anggota Komisi VIII DPR RI sebagai mitra BPKH RI, Ketua NU Care LAZISNU M. Wahib Emha, tokoh masyarakat dan pemerintahan desa Suradita Cisauk Tangerang.

Peresmian dilakukan langsung oleh anggota badan bidang kemasalahatan BPKH RI, Rahmat Hidayat. Bantuan ini merupakan salah satu program kemaslahatan yang dilaksanakan oleh NU Care LAZISNU sebagai mitra kemaslahatan BPKH RI.

Dalam sambutannya Rahmat Hidayat menyampaiikan harapan dapat masjid ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sekitar, biaya pembangunan ini tidak menggunakan dana haji melainkan dana bagi hasil yang bermanfaat untuk kebaikan umat sesuai dengan asas prinsip syariah, kehati-hatian, nirlaba, transparan dan akuntabel.

“Kami bersyukur untuk kesekiankalinya karena menjadi jalan hadirnya masjid yang indah ini. Semoga bantuan pembangunan masjid ini bisa menjadi manfaat dan maslahat bagi umat. Semoga masjid ini bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat sekitar, yang pahalanya terus mengalir menjadi amal jariyah,” ucap Ketua PP NU Care LAZISNU M. Wahib Emha.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI Komisi VIII, H. Bukhori Yusuf mengucapkan terima kasih kepada BPKH RI dan NU Care LAZISNU yang menjadi washilah atau mitra terlaksananya pembangunan masjid At-taqwa, semoga ini bisa terus berjalan Bersama.

Kedua bahwa tidak betul kalau dana haji dipakai oleh pemerintah untuk pembangunan sehingga mengakibatkan pembatalan haji, pembatalan atau penundaan haji tahun ini murni karena pemerintah arab Saudi yang tidak memberikan izin kepada semua negara termasuk Indonesia, ujar H. Bukhori Yusuf dari fraksi PKS ini.


Photo Credit : Anggota BPKH bidang kemasalahatan, Rahmat Hidayat, H. Bukhori Yusuf Anggota Komisi VIII DPR RI, Ketua NU Care LAZISNU M. Wahib Emha, Kades desa Suradita Cisauk dan para tokoh masyarakat. naufal/doc.Telegraf


 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH RI – NU Care Lazisnu Berbagi Makanan Berbuka dan Sahur Bagi Korban Badai Siklon Seroja di NTT

Published

on

By

BPKH RI, NU Care, Lazisnu, Wahib Emha

Telegraf – Melalui program kemitraan BPKH RI – NU Care Lazisnu kembali menyalurkan bantuan dapur umum dan makanan cepat saji bagi masyarakat yang terdampak bencana badai siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dr. Rahmat Hidayat selaku Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan mengatakan bahwa, BPKH turut berduka akibat bencana yang melanda masyarakat di NTT. BPKH, lanjutnya, juga terus berupaya tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan bagi para korban.

“Kendati tak bisa langsung ke NTT, kami berharap bantuan yang diberikan melalui NU Care – Lazisnu dapat meringankan warga muslim yang menjalankan ibadah puasa usai diterpa bencana badai siklon seroja,” ujar Rahmat Hidayat dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (26/4).

Rahmat Hidayat melanjutkan dana senilai Rp 200 juta untuk 11.200 penerima manfaat untuk berbuka puasa dan sahur tersebut diharapkan dapat menyentuh para korban bencana yang belum mendapatkan bantuan.

“NU Care – Lazisnu memiliki basis data yang luas sehingga kami berharap para korban yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan,” kata Rahmat Hidayat menambahkan.

Adapun penyebaran bantuan cepat saji untuk sahur dan berbuka puasa difokuskan pada wilayah Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Ende, ujar Yayah Ruchyati selaku tim pelaksana program kemaslahatan BPKH RI – NU Care LAzisnu

Bantuan makanan cepat saji ini disambut gembira oleh para warga yang terdampak di Kota Kupang. Menurut Ajhar Jowe, mewakili penerima manfaat Kota Kupang, Selaku ketua LPBI NU Kota Kupang menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian BPKH RI terhadap warga muslim di kota kupang yang sedang menjalankan ibadah puasa yang terdampak bencana badai siklon Seroja.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Kemitraan BPKH RI – NU Care LAZISNU,  M.Wahib Emha mengatakan pihaknya berkomitmen tepat sasaran dalam penyaluran dana kemaslahatan umat. Dana tersebut akan disalurkan terutama ke wilayah – wilayah yang belum tersentuh bantuan.

“NU Care – Lazisnu menangani penyaluran bantuan makanan cepat saji ini diberikan saat sahur dan berbuka puasa selama 7 hari berturut turut dengan total 11.200 penerima manfaat. Kami juga telah memiliki jaringan relawan santri siaga bencana dalam penyaluran bantuan di NTT,” tutur M.Wahib.


Photo Credit : Ajhar Jowe, mewakili penerima manfaat Kota Kupang, Selaku ketua LPBI NU Kota Kupang memberikan bantuan Makanan Berbuka puasa. doc/Ist

 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close