Petani Itu Butuh Lumbung Padi

Petani Itu Butuh Lumbung Padi

"Saya masuk ke pemerintahan 20 tahu yang lalu itu sudah mulai yang dicanangkan namanya resi gudang, sampai sekarang resi gudang gak maju maju juga, kenapa? karena tidak pas dengan kebutuhan, yang di butuhkan petani buakan resi gudang tetapi lumbung padi,"

Petani Itu Butuh Lumbung Padi


Telegraf, Jakarta – Menteri Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutanya mengatakan rakyat kita dalam hal ini petani tidak perlu resi gudang, yang diperlukan itu lumbung padi, karena apa untuk penyimpanan paska panen yang lebih dari 2,5 hingga 5 ton.

Hal itu disampaikan saat menghadiri rapat kerja Kementrian Perdagangan dengan tema tata perdagangan untuk gerakan ekonomi domestik dan tingkat ekspor, Selasa (21/2/17), di Hotel Borobudur Jakarta.
“Saya  masuk ke pemerintahan 20 tahu yang lalu itu sudah mulai yang dicanangkan namanya resi gudang, sampai sekarang resi gudang gak maju maju juga, kenapa? karena tidak pas dengan kebutuhan, yang di butuhkan petani buPetani #Gudangkan resi gudang tetapi lumbung padi,” Darmin menuturkan.
Darmin juga mengatakan perlunya dibangun lumbung lumbung padi di setiap desa, supaya para petani tidak khawatir dalam hal penyimpanan khususnya para petani yang lahan garapannya luas.
“Coba dibicarakan dengan menteri desa karena mereka yang punya dananya dibangun, bangunan katkanlah 12×20 meter atau  perdesa atau kemudian di sekat sekat gitu berapa tingkat di dalm karena  petani  butuh itu terutama padi,” ujarnya.
Seperti para petani yang  panennya menghasilkan lebih dari 2,5 ton ini sangat memperlukan gudang penyimpanan beras, karena kalo untuk menyimpan sendiri tidak memungkinkan.
Hal tersebut diungkapkan Darmin untuk menekan harga beras ditingkat para petani, kalau panen dulu baru cari pembeli yah pasti pembeli akan menekan harga semurah mungkin, imbuhnya.
Selain lumbung padi  Darmin menegaskan para petani juga butuh adanya plat form yang berisi informasi mengenai harga tingkat pengepul dan tingkat petani dan juga alamat, nomor telefon pedagang dan pengepul yang bisa di hubungi sebelum panen tiba. (Red)
Photo credit : Antara/Asep Fathulrahman

close