Perumnas Bersama PT KAI Sepakat Bangun Ribuan Hunian di Stasiun Kereta

Perumnas Bersama PT KAI Sepakat Bangun Ribuan Hunian di Stasiun Kereta

“Konsep TOD memudahkan mobilisasi masyarakat. Pemukiman ini akan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di sekitar stasiun kereta api,”

Perumnas Bersama PT KAI  Sepakat Bangun Ribuan Hunian di Stasiun Kereta


Telegraf, Jakarta – Dua perusahaan milik negara, Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah konsep pembangunan terintegrasi antara hunian dan fasilitas pendukungnya serta akses transportasi yang tersedia. Kedua perusahaan ini hendak memberikan alternatif hunian yang lebih efisien, terutama bagi masyarakat yang menggunakan KRL sebagai moda transportasi utama dalam aktivitas sehari-hari.

“Konsep TOD memudahkan mobilisasi masyarakat. Pemukiman ini akan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di sekitar stasiun kereta api,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo.

Kedua pihak sepakat untuk membangun ribuan unit hunian murah bagi masyarakat di tiga lokasi yang menyatu dengan stasiun kereta listrik yang sudah ada saat ini. Rencananya, pencanangan awal atau ground breaking  dilakukan pada Februari 2017 mendatang dan ditargetkan rampung dalam kurun dua sampai empat tahun kemudian.

Salah satu lokasi yang kebagian hunian murah ini adalah Stasiun Bogor. Di stasiun paling ujung arah selatan ini, kedua pihak akan membangun 6 menara. “Kami akan mulai dari yang besar di Bogor. Itu kan karena lokasinya ujung. Terus bertahap karena ada enam menara. Mulai 2,5 tahun selama itu berlangsung sampai 4 tahun itu nanti,” jelas Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto.

Rusunami dengan konsep TOD di Stasiun Bogor bakal dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektar dengan terdiri dari enam menara sebanyak 3.600 unit.

Menyoal lamanya proses pembangunan hunian ini, pihak Perumnas mengatakan, waktu yang dibutuhkan cukup lama karena membangun di atas tanah KA tidak semudah membangun di atas tanah kosong.

“Kami harus memperhatikan lalu lintas KA, keamanan, dan segala macam. Tapi kalau ini berhasil, ini akan merupakan hunian pertama di atas KA,” jelas Galih.

Nantinya, sebesar 30-40 persen unit-unit yang ada di rusunami berbasis TOD tersebut akan dimasukkan dalam program subsidi pemerintah atau FLPP dan sisanya untuk non-FLPP.

Rentang harga yang dibanderol Perumnas untuk rusunami berbasis TOD ini di kisaran Rp 6,5 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi.

“Masyarakat membeli tapi tanahnya ini tetap milik PT KAI, jadi long list, bisa pakai selama 20-30 tahun yang bisa diperpanjang lagi,” pungkas Galih. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close