Pertumbuhan Asuransi Masih Menjanjikan

“Nilai investasi industri asuransi pada posisi 30 September 2017 telah mencapai Rp505,57 triliun meningkat sebesar 22,42% dibandingkan Desember 2016 sebesar Rp412,98 Triliun”

Pertumbuhan Asuransi Masih Menjanjikan


Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  mencatat Industri asuransi baik Asuransi Jiwa maupun Asuransi umum merupakan industry non bank terbesar, pertumbuhannya masih cukup mengairahkan, posisi pertumbuhan September menunjukan Aset sebesarRp628,68 Triliun meningkat sebesar 17,6% dibandingkan Desember 2016 yang hanya sebesar Rp534,57 Triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi mengatakan dalam Seminar Tahunan Media Asuransi  dengan tema “OJK dan Kegiatan Bisnis Asuransi di Tahun 2018” di Jakarta, Kamis. “Nilai investasi industri asuransi pada posisi 30 September 2017 telah mencapai Rp505,57 triliun meningkat sebesar 22,42% dibandingkan Desember 2016 sebesar Rp412,98 Triliun,” ungkapnya

Riswinandi menjelaskan  sapai September tahun ini kesehatan keuangan asuransi secara umum  dalam kondisi aman, hal itu terlihat dari beberapa resiko keuangan seperti rasio rasio likuiditas asuransi jiwa mencapai 143,4% posisi 30 September 2017, dimana kondisi yang sama juga terjadi di asuransi umum dan reasuransi yang memiliki rasio likuiditas sebesar 179,1%. Selain itu, cadangan teknis asuransi jiwa sebesar Rp372,25 Triliun yang jauh lebih kecil dibanding nilai investasi pada posisi 30 September 2017.

“Kondisi sejenis juga terjadi pada asuransi umum dan reasuransi yang memiliki nilai cadangan teknis sebesar Rp59,28 Triliun yang jauh lebih kecil dibanding nilai investasi pada posisi 30 September 2017,” kata Riswinandi

Sementara, jumlah pendapatan premi asuransi dan reasuransi sampai dengan 30 September 2017 telah mencapai Rp183,45 triliun, atau mencapai 71,1% dari proyeksi yang telah ditetapkan OJK untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017.

Baca Juga :   Pasca Kebakaran Kilang Cilacap, Nicke: Tinggal Masalah Waktu

“Kami optimis bahwa pendapatan premi asuransi dan reasuransi akan mampu mencapai Rp258 triliun sampai dengan 31 Desember 2017 sesuai dengan proyeksi OJK,” kata Riswinandi.

Untuk menyambut tahun depan Riswinandi menyampaikan  OJK telah telah menetapkan Arah Strategis Pengawasan IKNB 2018 antara lain mengintegrasikan proses bisnis pengawasan, menumbuhkembangkan ekonomi dan keuangan Syariah, pendalaman pasar keuangan dalam rangka perluasan akses dan penguatan resilience sektor jasa keuangan.

Tidak hanya itu Riswinandi menambahkan penguatan konglomerasi sektor jasa keuangan, penguatan koordinasi fiskal dan moneter termasuk koordinasi KSSK,  dan kebijakan dan pengembangan Fintech dalam sektor jasa keuangan. (Red)

Credit Photo: Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Atti K.

close