Pertemuan Prabowo dan Jokowi : Sebuah Oase Segar Ditengah Isu Demonstrasi 4 November Mendatang

"Kita negara majemuk. Banyak suku, agama, ras. Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan sejuk dan damai. Sebagai anak bangsa, saya ingin suasana yang baik."

Pertemuan Prabowo dan Jokowi : Sebuah Oase Segar Ditengah Isu Demonstrasi 4 November Mendatang

Telegraf, Bogor – Kuliner dan kuda ternyata adalah sebuah sarana untuk melakukan sebuah diplomasi. Hal itulah yang terjadi saat Presiden Joko Widodo menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10).

Adanya suasana yang agak tegang di Jakarta jelang adanya rencana demonstrasi besar-besaran pada 4 November Jumat pekan ini, ternyata tak terasa efeknya saat Jokowi tiba di Hambalang.

Dengan disambut oleh tuan rumah sekitar pukul 12.37 WIB, senyum sumringah terpancar dari wajah Jokowi selama datang dan saat berada di sana.

Setelah beramah-tamah, Presiden yang didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, masuk ke hall dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama Prabowo.

Diluar banyak pihak yang menduga bahwa pertemuan Jokowi-Prabowo terkait soal aksi unjuk rasa besar yang akan diadakan di Jakarta pada 4 November mendatang. Namun, hal itu dibantah oleh kedua tokoh tersebut. Secara diplomatis, Prabowo mengatakan bahwa waktu pertemuan lebih banyak dimanfaatkan untuk menikmati kuliner dan santap makan siang.

Usai pertemuan, Prabowo mengajak Jokowi berkuda. Ia lantas memberikan topi dan sepatu berkuda kepada Jokowi yang pernah menjadi rivalnya pada Pilpres 2014.

Salero adalah nama kuda yang dinaiki Jokowi. Seekor kuda putih yang terlihat sangat anggun. Sementara Prabowo menaiki kuda cokelat tua yang bernama Principe.

Senyum terus terlihat di muka Jokowi selama berkuda. Sungguh kontras dengan suasana ‘panas’ di ibu kota.

Prabowo dan Jokowi juga tak ragu menunjukan kedekatan. Prabowo menunggu dan memastikan Jokowi naik kuda terlebih dahulu sebelum ia mulai berkuda.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat yang sebelumnya berada di sebelah kanan Jokowi itu, berpindah ke sisi kiri. “Presiden di sebelah kanan ya,” ujar Prabowo.

Suasana santai yang diperlihatkan Prabowo dan Jokowi seolah ingin menghapus kesan tegang yang belakangan melekat pada Jakarta.

Prabowo juga mengimbau kepada para peserta demo nanti untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya unjuk rasa memprotes statement yang pernah diucapkan oleh Ahok.

Baca Juga :   Jokowi Lakukan Ibadah Salat Ied di Istana Bogor

“Saya selalu berharap suasana baik, sejuk. Bapak Presiden sepintas mengatakan demo hak konstitusional. Beliau juga ingin yang baik, kondusif. Itu yang kami inginkan. Jangan sampai ada unsur yang mau memecah belah bangsa,” ujar Prabowo.

“Kita negara majemuk. Banyak suku, agama, ras. Kalau ada masalah, kita selesaikan dengan sejuk dan damai. Sebagai anak bangsa, saya ingin suasana yang baik.”

Prabowo dan Jokowi pernah bersaing ketat pada Pemilu Presiden 2014 lalu. Persaingan itu hingga saat ini masih terasa, terutama di kalangan pendukung kedua tokoh.

Namun, pertemuan akrab di Hambalang yang diselingi acara makan siang dan berkuda diharapkan dapat mengikis sisa-sisa rivalitas antara kedua tokoh tersebut. Keduanya berkuda kurang dari 10 menit. Usai berkuda, Prabowo memuji Jokowi, menyebutnya berbakat berkuda.

“Beliau punya bakat naik kuda. Badannya ringan. Kuda suka yang ringan-ringan,” tutur Prabowo. Ucapan Prabowo itu semakin membuat senyum Jokowi merekah. “Kudanya besar, saya ringan. Kudanya senyum-senyum,” ucap Presiden.

Setelah berkuda, Prabowo dan Jokowi kembali ke lobi utama dan berjabat tangan. Prabowo sempat memberikan hormat kepada Jokowi sebelum rombongan Istana meninggalkan kediamannya.

Entah apa yang mereka negosiasikan dalam pertemuan siang ini, momen santap nasi goreng dan berkuda setidaknya membuat hubungan kedua tokoh semakin hangat. (Red)

Foto : Disambut oleh tuan rumah Prabowo Subianto,  senyum sumringah terpancar dari wajah Jokowi selama berada di Hambalang. | Christie Stefanie

 

KBI Telegraf

close