Persiapan Posko Naisonal Terkait ESDM Idul Fitri 1440 Hijriah

Untuk di pulau jawa kita sudah tersedia sarana jalan tol tapi juga ada  sarana alternatif ada jalur selatan dan jalur utara  kita siapkan SPBU-nya  di Sumatra juga demikian dan lainnya"

Persiapan Posko Naisonal Terkait ESDM Idul Fitri 1440 Hijriah

Telegraf, Jakarta – Dalam rangka Idul fitri 1440 H/2019 M yang jatuh pada 5-6 juni mendatang Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan gas Bumi (BPH Migas) membuat Posko Nasional Sektor ESDM, untuk kelancaran para pemudik, menjamin ketersediaanya Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik dan elpigi.

Posko mudik dibuat diseluruh Indonesia untuk memastikan mengamankan, penyediaan dan pendistribusian BBM, Gas, Listrik dan antisipasi kebencanaan. Hal itu diungkapkan Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan dalam konfrensi pers Posko nasional ESDM di kantornya Jl. Kapten Tendean, Mampang , Jakarta Selatan.

“Untuk di pulau jawa kita sudah tersedia sarana jalan tol tapi juga ada  sarana alternatif ada jalur selatan dan jalur utara  kita siapkan SPBU-nya  di Sumatra juga demikian dan lainnya,” ungkapnya.

Lanjut Sumihar untuk daerah daerah wisata juga sangat diperhatikan sehingga tidak akan terjadi kelangkaan BBM ketika masyarakat berwisata.

Untuk jalur tol akan ada antisipasi lalulintas yaitu akan dibuka satu arah pada tanggal 30 Mei mendatang dan tanggal 2, dari Jakarta menuju Brebes sementara untuk arus balik akan dibuka jalur satu arah yaitu tanggal 8, 9, dan 10 Juni dari pintu Brebes menuju Jakarta.

Ketersediaan BBM dan Listrik 

Sementara itu untuk ketersediaan BBM Agus Taufik, Manager PSO Fuel Retail PT. Pertamina mengatakan rata rata ketahanan stock masa posko Idul Fitri 1440H/2019, untuk premium stock mencapai 21 hari, Pertalite juga memiliki stock 21 hari, pertamak & Akra stok 21 hari, Pertamak Turbo cukup banyak yaitu 58 hari, Solar 26 hari sementara untuk Avtur 48 hari.

“Rata rata stok yang ada adalah untuk premium sebanyak 1.118.277 Kilo liter (KL), pertalite 1.103.505 KL, Pertamak dan Akra 92.909.992 KL, pertamak turbo 34.585 KL, Solar & Akrasol 2.104.331 KL serta Avtur sebanyak 615.512 KL,” jelas Agus.

Agus menjelaskan prediksi konsumsi BBM nasional yang akan terjadi dalam Idul Fitri 1440 H mendatang untuk BBM mengalami kenaikan sebanyak 15,8 persen perhari, sementara untuk LPG kenaikannya mencapai 15.0 persen per hari dan untuk avtur mengalami kenaikan sebesar 8,3 persen per harinya.

Untuk ketersediaan arus listrik Munir Ahmad, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan menjelaskan belajar dari pengalaman tahun tahun lalu untuk kelistrikan di perkirakan akan tutun sekitar 3-47 persen secara nasional, ini disebabkan bahwa banyaknya industri menghentikan produksinya.

Lain halnya untuk Jawa dan Bali penurunannya akan lebih banyak karena industri banyak yang berada di Jawa dan Bali, yaitu sebesar 33-35 persen dibandingkan pada hari hari biasa.

“Upaya yang dilakukan saat ini bahwa kita memastikan kesiapan kehandalan sistem kelistrikan meliputi kesiapan availability unit pembangkit,  penguatan jaringan tranamisi dan distribusi,” kata Munir.

Munir menambahkan untuk setiap megadapi lebaran kami fokus resreve margin dan daya tampung sebesar 34.937 mb daya paskonya 12.934 mb, perkiraan beban puncaknya 17.179 mb, untuk jawa dan bali reserve margi siaga 63 persen. (Red)


Credit Photo : Kasbani, Kepala PVMBG Badan Geologi, Munir Ahmad, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan, Sumihar Panjaitan,Komite BPH Migas, Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas, Agus Taufik, Manager PSO Fuel Retail PT. Pertamina, Firman, Marketing Support PT. Pertamina (Kiri ke Kanan) dalam konfrensi pers./telegraf


Share



Komentar Anda