Peringati Hari Lahir Pancasila Lintas Agama Berikan Santunan Anak Yatim

"Harmonisasi hubungan antar lembaga bencana lintas agama akan terus dilakukan, bukan hanya terkait isu penanggulangan bencana namun juga isu yang lebih luas yaitu kemanusiaan, karena tugas agama sejatinya adalah memanusiakan manusia."

Peringati Hari Lahir Pancasila Lintas Agama Berikan Santunan Anak Yatim

Telegraf, Jakarta – Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, peringatan hari lahir Pancasila 2018 sangat istimewa, karena bertepatan hari Jum’at dan malam ke 17 Ramadhan yaitu hari kemerdekaan Indonesia (hijtiyah). Sebagai bentuk mensyukuri lahirnya Pancasila dibulan Ramadhan yang penuh berkah lembaga kemanusiaan melaksanakan kegiatan sosial dan do’a lintas agama untuk bangsa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta adalah, berbuka bersama, santunan anak yatim, dongeng anak NUsantara oleh Kak Toni dari LPBI NU DKI Jakarta, serta do’a bersama yang dilaksanakan oleh para tokoh agama, diantaranya KH. Mastur Anwar (Islam), Romo Julius Sigit (Katolik) Pendera Victor Rembert (Kristen) Rudi Efendi (Budha), Risma Lumalessil (ARK Care) dan Aryo Sanjaya (Tokoh Pemuda)

Dalam Sambutannya KH Mastur Anwar atas nama PWNU DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bentuk kepedulian kita sebagai bangsa untuk selalu menciptakan harmoni antar ummat beragama khususnya di Jakarta

Sementara itu pendeta Victor Rembert juga menyampaikan bahwa lahirnya Pancasila harus disyukuri karena sebagai pondasi atau asas dalam kehidupan baik sosial maupun dalam bernegara, dan cocok dilaksanakan di NU, karena NU lah yang punya andil dan peran dalam penyusunan Pancasila serta aktif dalam merawatnya.

Sementara Romo Sigit menilai pelaksanaan kegiatan untuk memperingati hari lahir Pancasila dengan berbuka puasa dan santunan anak yatim merupakan bentuk membumikan Pancasila, karena kegiatan ini bagian dari cara mengamalkan Pancasila, terlebih dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah dan kebahagiaan.

M.Wahib Emha selaku ketua LPBI NU DKI Jakarta yang juga inisiator kegiatan, menyatakan bahwa harmonisasi hubungan antar lembaga bencana lintas agama akan terus dilakukan, bukan hanya terkait isu penanggulangan bencana namun juga isu yang lebih luas yaitu kemanusiaan, karena tugas agama sejatinya adalah memanusiakan manusia.

Baca Juga  Kulonprogo Berhasil Terapkan Kebijakan Open Government

Adapun kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan dari PWNU DKI Jakarta, Lembaga Daya Darma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) Forum Komunikasi dan Kebersamaan Tempat Ibadah (FKKTI) Agama Budha, Himpunan Pengusaha Muda Infonesia (HIPMI) Peduli, dan ARK Care serta para donatur lembaga maupun perorangan.

Dalam kegiatan tersebut paket santunan diserahkan pada 100 anak yatim dan piatu dari berbagai daerah di sekitar DKI Jakarta, adapun isi paket meliputi; perlengkapan sholat, peralatan sekolah, snack dan uang tunai. (Red)


Photo Credit : Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila lintas agama berikan santunan pada anak yatim. FILE/Dok/Telegraf

 

Share