Perbaiki Kualitas Udara Jogja Ajak Warga Bersepeda

Perbaiki Kualitas Udara Jogja Ajak Warga Bersepeda

"Terdapat tiga opsi kebijakan untuk mengatasi permasalah ini, yaitu mengurangi jumlah atau jarak perjalanan, inovasi teknologi dan efisien, serta perpindahan ke moda transportasi yang ramah lingkungan. Jogja Lebih Bike tentunya merupakan inisiatif yang sangat baik karena mendorong masyarakat melakukan perubahan pilihan moda transportasi yang minim emisi”

Perbaiki Kualitas Udara Jogja Ajak Warga Bersepeda


Telegraf – Yogyakarta (Jogja), siapa yang tak kenal Jogja, kota pelajar serta merupakan kota tujuan wisata dari budaya hingga alamnya yang menyuguhkan eksotisme sebuah daerah. Sebagai tujuan wisata ternyata Jogja akhir akhir ini mengalami persoalan yaitu polusi udara dengan rata-rata kondisi sedang (moderate).

Dalam kondisi sepeti tersebut masyarakat sensitif disarankan menggunakan masker untuk menghindari paparan polusi. Dr. Ir. Arif Wismadi MSc dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) menyatakan transortasi darat di Jogja ternyata menyumbang 60% emisi dan data polusi udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukan selama enam bulan pada 2019, Jogja hanya memiliki 50 hari dengan kualitas udara baik, dan 92 sisanya kualitas udara jogja terpantau moderat hingga tidak sehat. Untuk mengatasi hal tersebut Arif mengatakan ada 3 opsi.

“Terdapat tiga opsi kebijakan untuk mengatasi permasalah ini, yaitu mengurangi jumlah atau jarak perjalanan, inovasi teknologi dan efisien, serta perpindahan ke moda transportasi yang ramah lingkungan. Jogja Lebih Bike tentunya merupakan inisiatif yang sangat baik karena mendorong masyarakat melakukan perubahan pilihan moda transportasi yang minim emisi,” ungkap Arif dalam diskusi yang di lakukan webinar, kamis (18/2).

Menurut data Kompas di tahun 2020 dalam mobilitas harian, 88% masyarakat Jogja masih sangat bergantung pada kendaraan bermotor, terutama sepeda motor sementara pada penguna sepeda ontel hanya 2,6%.

Untuk mendukung Jogja kembali memiliki kualitas udara yang aman berbagai kegiatan dilakukan antaralain kolaborasi dengan Jogja Lebih Bike, Pustral UGM melakukan Studi Kelayakan Bersepeda (Bikeability Study).

“Survei terhadap 500 responden di Jogja menunjukkan bahwa polusi udara ternyata termasuk dalam tiga isu terpenting bagi warga Jogja selain penanganan Covid-19 dan kriminalitas. Selain itu 62,5% masyarakat yang tinggal di kota Jogja menilai kualitas udara di lingkungannya tidak baik namun memiliki optimisme bahwa kondisi kualitas udara dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan”, ungkap Nurul Fatchiati, Peneliti Litbang Kompas.

Inisiatif Jogja Lebih Bike hadir sebagai gerakan bersama masyarakat dalam menghidupkan kembali sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian dan wujud kontribusi kolektif dalam menciptakan udara yang lebih bersih di Jogja.

Selain menghidupkan kembali sepeda juga mengedukasi masyarakat tentang polusi udara melalui instagram dan berbagai kegiatan lainnya, kampanye ini juga mengajak para pesepeda untuk membagikan cerita mereka melalui #jogjalebihbike agar dapat menginspirasi seluruh masyarakat Jogja untuk turut mendukung gerakan kolaboratif ini.


Photo Credit: Presiden Joko widodo (Jokowi) bersepeda. FILE/Setkab

 

Atti K.

close