Perangi Tuyul Online Grab Gunakan Program Grab Lawan Opik

“Grab mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberhasilan Polda Metro Jaya, dan sebelumnya Polda Sulawesi Selatan. Para sindikat dan mitra pengemudi yang menjalankan operasi opik telah mengakibatkan kerugian finansial kepada perusahaan dan para mitra pengemudi kami. Setiap satu pemesanan fiktif berarti berkurangnya satu perjalanan bagi mitra pengemudi yang jujur dan berkurangnya pendapatan untuk mereka,”

Perangi Tuyul Online Grab Gunakan Program Grab Lawan Opik


Telegraf, Jakarta – Grab mengumumkan peluncuran ‘Grab Lawan Opik!’, sebuah program yang mendukung dan melindungi mitra pengemudi Grab dari kecurangan dan memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil. Di sini, Grab ingin sikap tegas terhadap pemesanan fiktif (order fiktif atau lebih dikenal di kalangan mitra pengemudi dengan opik) dan penggunaan fake GPS (atau dikenal tuyul). Program ini adalah bagian dari komitmen Grab untuk menyediakan platform transportasi teraman bagi para mitra pengemudi dan penumpangnya.

Grab mengaku, sebagian besar mitra pengemudi Grab mengikuti sistem Grab yang adil dengan sistem pemesanan perjalanan dialokasikan ke mitra pengemudi Grab terdekat di daerah tersebut dan mendapatkan insentif atau penghasilan tambahan berdasarkan pekerjaan yang mereka ambil. Program ‘Grab Lawan Opik!’ bertujuan untuk menangkap sindikat dan mitra pengemudi yang mencoba memainkan sistem ini.

Para pelaku kejahatan telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena secara tidak sah mengakses aplikasi Grab dan menjalankan operasi opik, menggunakan Fake GPS (dikenal sebagai tuyul). Sebagai bagian dari ‘Grab Lawan Opik!’, aktivitas ilegal tersebut terdeteksi oleh sistem manajemen risiko dan kecurangan milik Grab dan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Grab mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberhasilan Polda Metro Jaya, dan sebelumnya Polda Sulawesi Selatan. Para sindikat dan mitra pengemudi yang menjalankan operasi opik telah mengakibatkan kerugian finansial kepada perusahaan dan para mitra pengemudi kami. Setiap satu pemesanan fiktif berarti berkurangnya satu perjalanan bagi mitra pengemudi yang jujur dan berkurangnya pendapatan untuk mereka,” terang Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia.

Baca Juga :   Varnish Software capai performa CDN video dekati 400Gbps

Ridzki menambahkan, program ini merupakan pengembangan para engineer dari enam pusat R&D Grab di Jakarta, Singapura, Seattle, Beijing, Bengaluru dan Ho Chi Minh.

“Kami tidak akan beristirahat sampai kami yakin bahwa kami telah menghentikan para hacker dan mitra pengemudi yang mencoba mencurangi sistem kami. Kami tidak akan ragu untuk memberikan hukuman berat dan memutus hubungan kemitraan mitra pengemudi yang melanggar kode etik Grab,” tegas Ridzki.

Sebagai bagian dari program ‘Grab Lawan Opik!’, Grab juga mengajak para mitra pengemudinya untuk turut berpartisipasi dengan melaporkan tindak kecurangan yang tak hanya terjadi pada mitra pengemudi, namun juga penumpang atau mitra lain. Grab akan memberikan imbalan tertentu bagi pelapor pertama tindak kecurangan tersebut.

Apabila mitra pengemudi menemukan adanya tindak kecurangan, silahkan melaporkan rinciannya melalui surat elektronik ke fairplay@grab.com untuk ditindaklanjuti oleh pihak Grab. (Red)

Photo Ilustrasi :Dok/Ist. Photo


KBI Telegraf

close