Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penyerahan Jabatan Kabais Dinilai Tepat, TNI Jaga Objektivitas
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Penyerahan Jabatan Kabais Dinilai Tepat, TNI Jaga Objektivitas

A. Chandra S. Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:30 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Letjen Yudi Abrimantyo. FILE/Kemenhan
Bagikan

Telegraf – Langkah penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI dinilai sebagai keputusan tepat untuk menjaga objektivitas dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus penyiraman air keras yang menyeret empat oknum prajurit.

Pengamat militer, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati atau disapa Nuning menilai hal tersebut merupakan langkah institusional yang penting demi menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap TNI.

“Sudah benar Kabais (serahkan jabatan), karena untuk menjaga objektivitas saat masa penyelidikan dan penyidikan. Hal ini baik diberlakukan karena para pelaku adalah anggota Denma BAIS TNI,” katanya (28/03/2026).

Menurutnya, terdapat fakta struktural yang perlu dipahami publik dalam melihat kasus ini secara proporsional. Ia menjelaskan bahwa keempat terduga berada dalam struktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, bukan dalam kapasitas operasional matra asal mereka.

“Artinya, empat orang terduga berada dalam struktur BAIS. Mereka bekerja dalam sistem intelijen yang terintegrasi dan tidak lagi bertindak dalam kapasitas operasional matra asal,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika tidak dilakukan penyerahan jabatan BAIS, maka berpotensi menimbulkan disorientasi publik. Hal ini terutama bagi masyarakat yang belum memahami struktur organisasi TNI secara menyeluruh.

“Publik yang tidak memahami struktur militer dapat dengan mudah menyimpulkan ini adalah persoalan matra, bukan persoalan BAIS,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menyatakan bahwa institusi TNI berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional.

Kapuspen TNI menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil, termasuk pergantian pejabat di lingkungan BAIS, merupakan bagian dari upaya menjaga integritas proses hukum.

“TNI berkomitmen menegakkan hukum secara tegas dan transparan. Siapa pun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu,” ujar Kapuspen.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus mencuat ke publik setelah korban mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Penyelidikan yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI kemudian mengungkap keterlibatan sejumlah oknum prajurit yang berdinas di lingkungan Denma BAIS TNI.

Dalam perkembangan kasus, aparat telah menetapkan empat orang terduga pelaku dan memprosesnya melalui mekanisme peradilan militer. Langkah cepat yang diambil oleh TNI, termasuk pengungkapan pelaku dan penindakan internal, mendapat perhatian publik.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan unsur intelijen strategis, sehingga memunculkan berbagai persepsi di masyarakat. Namun, TNI menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan bertujuan menjaga kredibilitas institusi.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?