Penyaluran BBM Idul Fitri 2019 Naik 2,5 Persen Dibanding Idul Fitri Tahun Lalu

Penyaluran gasholine (pertamak, pertalite, prwmium termasuk pertamak turbo), naik 9,92 persen dibandingkan rata rata normal, yaitu selama satgas dan sebelum satgas"

Penyaluran BBM Idul Fitri 2019 Naik 2,5 Persen Dibanding Idul Fitri Tahun Lalu


Telegraf, Jakarta – Posko Nasional Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah tahun 2019 terkait sektor Energi dan Sumber Daya Manusia yang dilaksanakan selama 30 hari (21 Mei-19 Juni 2019 dalam penyalurannya Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan sebesar 9,92 persen di tutup oleh Badan Pengaturan.

Posko tersebut dilakukan untuk menjaga Bahan Bakar Minyak, Gas Listrik dan bencana Geologi memastikan terpantau dengan baik. Kepala Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fashurullah Assa menyampaikan dikantornya dalam konfrensi pers penurupan Posko Nasional Idul Fitri.

“Penyaluran gasholine (pertamak, pertalite, premium termasuk pertamak turbo), naik 9,92 persen dibandingkan rata rata normal, yaitu selama satgas dan sebelum satgas,” ungkapnya Rabu (19/6).

Ifan pangilan akrabnya menyatakan tetapi jika dibandingkan dengan waktu yang sama tahun 2018 penyaluran Gasoline hanya naik 2,5 persen. sementara untuk Gasoil mengalami penurunan sebesar 14,36 persen dibanding rata rata sebelum posko. Dan jika dibandingkan tahun lalu pada waktu yang sama mengalami penurunan 1,27 persen.

Ifan menjabarkan catatan wperbaikan berkesinambungan pada saat natal dan tahun baru, serta indul fitri tahun depan agar lwbih baik lagi. Berdasarkan pengamatan dilapangan sepanjang tol khusunya di Sumatra yang mencapai hampir 400 kilo maaih banyak SPBU modular bermasalah, untuk itu antrian panjang.

Ifan menegaskan harus ada kantong BBM yang standbye diseluruh rest area. Berkaitan dengan wacana penutupan rest area pada arus balik dan BPH Migas mengusulkan ditinjau kembali. (Red).


Credit Photo : Kepala BPH Migas Fanshurullah Assa tengah/ telegraf


 

Share



Komentar Anda